
...Gevan melihat ada kejanggalan atas pernyataan Clara yang menyatakan bahwa dirinya mengandung anak dari Gevan, sedangkan mereka pun melakukan hubungan itu 2 bulan terakhir....
...Gevan berusaha untuk menemui Adara namun tidak diizinkan oleh orang tuanya, sulit bagi Gevan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi....
...Namun tidak mematahkan semangatnya untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakan Clara itu hanyalah semu....
"Clara!!." Teriak Gevan .
"Hai sayang, kamu kok gak ngabarin kalo mau kesini? Tanya Clara.
"Aku kesini ingin bukti kalo kamu lagi hamil, karena bukti testpack aja gak cukup buat aku! mana laporan dari rumah sakit atau klinik tempat kamu memeriksa kandungan." Ucap Gevan membuat Clara kaget.
"Oh, jadi masalah itu! baiklah.. ini.." Clara memberikan amplop yang berisi hasil tes kehamilannya.
...Kemudian Gevan membawanya, Clara bingung Gevan akan membawa surat itu kemana. Lalu ia mengikuti Gevan ke alamat rumah sakit yang ada di dalam amplop tersebut....
"Sialan, bisa bisa gawat nih kalo dia nekat kek gini." Clara tidak menyangka Gevan akan pergi ke rumah sakit tersebut.
...Gevan menanyakan kebenaran hasil tes tersebut dan ternyata tidak ada data nama pasien di rumah sakit tersebut....
...Malam harinya, Gevan dan Clara dipanggil ke rumah Wisnu untuk membicarakan sesuatu hal yang terjadi belakangan ini antara mereka bertiga....
"Kalian sudah ada disini, Ayah ingin menanyakan sesuatu sama kamu Clara! Wisnu melihat kearah Clara dengan tatapan tajam.
...Clara hanya tertunduk karena tidak berani menatap ayah tirinya tersebut, sedangkan Stela hanya memalingkan wajah....
"Ayah gak nyangka kamu tega seperti ini sama saudara kamu sendiri. Terutama kamu Gevan! Wisnu beralih menatap Gevan.
__ADS_1
"Adara yang telah merusak kebahagiaan aku pah! dia datang ke hubungan kita yang sudah lama kita jalani. Lagian aku gak pernah menganggap Adara itu saudara aku, bahkan aku gak pernah menganggap kamu sebagai pengganti ayahku! Ucap Clara dengan nada tinggi.
Plakk!!! sebuah tamparan mendarat di pipi Clara.
"Jaga bicara kamu! kalo bukan karena ayah kamu ini, bisnis kita dari dulu sudah hancur Clara! dia sudah menjaga mama dari dulu, menjaga kamu. Apa itu kurang menjadikan dia sosok ayah yang baik untuk kamu? Semprot Stela.
"Mah, pah... Ini semua salah Gevan, semua ini terjadi karena sebuah perjanjian sebelum menikah kalo kita masih bisa pacaran asalkan aku mengijinkan untuk Adara sekolah di luar negri. Tapi sekarang Gevan menyadari kalo Gevan sayang sama Adara, untuk itu Gevan ingin membuktikan bahwa Clara tidak mengandung." Kata Gevan.
Tok..tok..tok... Ketukan pintu terdengar nyaring di pintu depan.
"Permisi." Ucap seorang laki laki.
...Wisnu dan Stela pergi untuk melihat siapa yang bertamu....
"Permisi pak, Bu. Apakan ini kediaman bapak Wisnu? Tanya laki laki yang berseragam polisi.
"Apakah ada keluarga bapak yang bernama Clara?
"Iya, itu anak kami. Ada apa ya pak? tanya Stela.
"Kami harus membawanya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan terkait pemalsuan dokumen rumah sakit, ini surat perintah penangkapannya." Ucap polisi tersebut.
"Apa? tidak mungkin pak, bapak mungkin salah orang." Ucap Stela.
"Maaf Bu, kami hanya melakukan tugas."
"Clara." Seru Stela membuatnya takut
__ADS_1
...Clara menghampiri keluar, dan langsung dibawa oleh kedua polisi tersebut, tanpa perlawanan Clara menuruti perintah polisi tersebut dan masuk kedalam mobil....
"Pah, bagaimana ini? kita harus ikuti Clara ke kantor polisi." Ucap Stela dengan berurai air mata.
"Iya ma, ayo! panggil Adara sekarang."
...Stela memanggil Adara ke atas dan mengambil tasnya....
"Ada apa ini pah? tanya Gevan menghampiri Wisnu
"Stela ditangkap atas tuduhan pemalsuan dokumen rumah sakit Ge, apa ini ada hubungannya sama semua masalah ini? Ucap Wisnu.
"iya pah, aku baru sadar kalo tadi siang aku ke sana untuk mencari tahu kebenaran tentang kehamilan Clara pah. Dan mereka bilang tidak ada pemeriksaan kepada Clara." Jelas Gevan.
"Jadi semua ini tidak benar? Tanya seorang wanita dari belakang, yaitu Adara.
"Adara, sayang..." Gevan berlari ke arah Adara dan memeluknya, dibalas dengan pelukan hangat oleh Adara karena telah mengetahui semuanya.
"Adara, sayang maafin aku ya! ini semua terjadi karena aku." Kata Gevan.
"Udah, gapapa sayang.. maafin aku juga yang udah terlanjur emosi ingin berpisah dari kamu." Sahut Adara.
...Gevan mencium bibir Adara....
"Hmmm," Wisnu berdeham.
...Adara dan Gevan tersipu malu, setelah itu mereka pergi ke kantor polisi dan Clara di tahan sementara setelah sidang selesai dan menyebutkan dirinya bersalah atau tidak....
__ADS_1