Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Buntut kesalahan


__ADS_3

Suasana berubah menjadi terang setelah seseorang menyalakan lampu.


"Suprise...." Ucap Adara Excel.


"Excel? kamu kok ada disini?.. Gevan mana.."Tanya Adara.


"Gevan ya!, sayangnya Gevan gak ada tuh.."Kata Excel tertawa jahat.


Adara kaget dengan keberadaan Excel bersamanya, apakan ini bagian dari rencana kejutan dari gevan?, Kemudian Adara mencoba menghubungi Gevan namun tidak ada jawaban.


Sementara itu, Gevan tengah sibuk berada di ruang meetingnya.


Excel mendekati Adarana, namun Adara berusaha menjauhi Excel yang hampir mendekatinya.


"Cel, kamu ini apa apaan? Aku Adara.. Istri Gevan."Tegas Adara.


Namun Excel tidak menghiraukan Adara, ia terus mendekat ke Adara hingga mentok di tembok. Adara melihat mata Excel yang penuh dengan kemarahan.


"Suami Lo.. Udah hancurin hubungan gue sama Tiffany, Orang yang gue cintai.. Dia berhubungan dengan Tiffany tanpa sepengetahuan gue. Dan gue tau kalo Lo juga ada di balik semua ini."Ucap Excel yang wajahnya berdekatan dengan Adara.


"Tiffany... Gevan.. Aku gak tau semua ini cel, Aku bener bener gak tahu tentang semuanya. Dan gak mungkin Gevan Setega itu sama aku, Dia udah janji gak akan ulangi masalalunya." Kata Adara kemudian mendorong Excel menjauh darinya.


"Hhhha... menurut Lo gue percaya? Nggak Dara. Gevan harus merasakan orang yang dicintainya di tiduri oleh orang lain."Seru Excel.


"Cel... Cel.. jangan lakuin ini sama aku! Aku lagi hamil, tolong kasihani aku dan anakku."Adara memohon dengan sangat kepada Excel.


Excel tertegun mendengar ucapan Adara, namun Excel mengira itu adalah alasan Adara agar dirinya tidak menyakiti Adara.


Excel menarik tangan Adara dengan kencang membuat Adara terjatuh dan di tarik paksa sehingga dengan posisi badannya berada di bawah.


"Aw... Sakit Excel.. Aku mohon lepasin aku, kalo kamu marah sama Gevan. kenapa harus lampiaskan ini sama aku. Aku gak tau apa apa Cel.."Kata Adara memohon.


Excel tidak menghiraukan rengekan Adara yang ia ingat adalah saat Tiffany menghampirinya dengan tangisan yang sama seperti Adara.


Kilas balik......


***Excel yang sedang berada dikamarnya di kaget kan oleh seseorang yang membuka pintu kamarnya dengan keras sembari mata yang sembab menangis.


"Tiffany? Kamu kenapa?...Tanya Excel kaget lalu menghampiri Tiffany dan memeluknya.

__ADS_1


"Cel, Gevan Cel... Dia jahat sama aku."Tiffany menangis sejadinya.


"Kamu tenang dulu tif, sini duduk dulu disini."Ucap Excel membawa Tiffany duduk di ranjangnya.


Kemudian Excel memberi minuman untuk Tiffany agar ia lebih tenang dari tangisnya. Lalu sedikit sedikit ia lebih tenang.


"Coba kamu ceritakan semuanya sama aku, apa sebenarnya yang terjadi sama kamu? Apa yang Gevan lakukan."Excel menanyai Tiffany yang lebih tenang.


"Aku di ajak olehnya ke Jogja cel, dia bilang kita akan pergi sama sama karena urusan bisnis. Tanpa curiga,aku ikut ke sana. Dan sampainya disana Gevan menghampiri ke kamar hotel aku. Karena kita pisah kamar hotel, Dia langsung melecehkan aku cel, dia hampir memperkosa aku seperti orang mabuk. Setelah itu dia langsung meninggalkan aku di sana sendirian, dia langsung pulang ke Jakarta."Jelasnya, dengan sesenggukan.


"Kurang ajar!!! Aku harus beri dia pelajaran. Kamu tunggu disini, aku akan samperin dia tif***."


"Jangan!!! Aku takut cel, aku takut dia dendam sama aku. Aku mau lakukan sesuatu untuk aku, Bisa? Ucap Tiffany menghentikan tangisnya.


"Anything, bahkan jika perlu aku bisa membunuh Gevan."Sahut Excel dengan penuh dendam.


"Aku mau kamu melakukan apa yang sudah Gevan lakukan sama aku, kamu juga harus lakukan itu ke istrinya."Kata Tiffany, membuat Excel mempertimbangkan perkataannya.


"Tapi..."


Hiks.. Hiks... Tiffany mengeluarkan jurus andalannya, yaitu air mata buaya yang membuat Excel tidak tega melihatnya.


Lalu Excel langsung melakukan rencananya.


Adara dan Excel POV.


Excel membanting Adara ke ranjang dan mulai membuka bajunya, melihat Excel yang seperti kesetanan membuat Adara menendang bagian vitalnya membuat Excel kesakitan, Lalu Adara beranjak dari ranjang dan berlari ke pintu namun kakinya di hadang oleh tangan Excel sehingga membuatnya terjatuh.


Terjadi benturan keras di perut dan keningnya, darah keluar berceceran di di lantai. Lalu Adara kesakitan di bagian perut.


"Excel... tolong hentikan.. lepaskan aku, aku gak mau terjadi apa apa sama calon bayiku."Pinta Adara dengan memegang perutnya yang terasa sangat menyakitkan.


Excel panik melihat darah di lantai, Lalu Excel melepaskan tangan yang memegang kaki Adara seolah kode untuk Adara melarikan diri. Dengan pelan Adara mencoba berdiri namun tidak bisa, ia kembali terduduk. Lalu Adara mencoba bangkit lagi, sedikit sedikit Adara mencoba berjalan keluar ruangan tersebut.


Kemudian Adara masuk kedalam lift dan memencet tombol untuk ke lantai bawah. Adara menangis menahan sakit dan mengelus perutnya.


"Bertahan sayang, ibu akan segera membawa kamu kerumah sakit. Maafkan ibu tidak bisa menjaga kamu."Ucap Adara sambil terduduk.


Kemudian lift terbuka dan terlihat Brian yang akan masuk ke lift sebelahnya.

__ADS_1


"Adara...."Teriak Brian menghampirinya ke dalam lift.


"Brian, tolong... Tolong bawa aku ke rumah sakit, Aku udah gak kuat lagi..."Kata Adara kemudian pingsan.


Brian panik melihat darah yang keluar dari dalam rok Adara dan darah yang ada di kening nya. Sontak saja Brian membopong Adara lalu masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Sampainya di rumah sakit...


"Suster... Suster tolong.. pasien terjadi pendarahan. Tolong cepat tangani."Kata Brian.


Kemudian suster membawa brankar dan Brian menidurkan Adara. Setelah itu Adara dimasukan ke IGD dan langsung ditangani.


Di kantor Gevan...


Gevan yang hendak pulang mendapat pesan dari Tiffany.


"Aku pastikan kamu hancur! Nantikan kabar dari istrimu. Tiffany."Isi pesan tersebut.


"Apa apaan ini, apa yang bisa dia perbuat."Gumam Gevan.


Gevan tidak menghiraukan isi pesan tersebut, lalu dia berniat pulang dan masuk ke mobilnya.


Drrrrrttttt... Ponselnya bergetar.


Lalu Gevan melihat yang menelpon adalah Brian, Gevan mengangkat telponnya.


"Gevan, cepetan Lo ke rumah sakit kasih bunda. Istri Lo sekarang lagi di IGD."Ucap Brian.


"Serius Lo? Gue sekarang kesana."Lalu Gevan mematikan telponnya dan pergi kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit...


"Brian, dimana Adara? Gimana keadaanya?Tanya Gevan yang baru datang.


"Dia masih di tangani sama dokter Van, Lo tenang dulu."Ucap Brian.


"Gimana Lo bisa sama Dara? Apa sebenarnya yang terjadi."Tanya Gevan.


"Gue tadi abis dari permata residence, tadinya gue udah mau pulang. Eh taunya hp gue ketinggalan, terus gue mau ambil tuh handphone. Pas gue mau masuk ke lift tiba tiba ada yang merengek kesakitan. Dan saat gue lihat ternyata itu Adara, dia sempet minta tolong sebelum dia pingsan."Jelas Brian.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kenapa bisa ya."Tanya Gevan yang badannya melemas.


Adara ditangani oleh dokter beberapa lama, setelah itu dokter pun keluar.


__ADS_2