Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Kenapa harus bersamaan?


__ADS_3

...Anggita keluar dari ruangan Gevan, ia mempersilahkan Adara masuk untuk menemui Gevan. Mereka berharap dengan adanya Adara dapat membatu Gevan untuk sadar....


"Giliran kamu masuk Adara, siapa tahu dengan kehadiran kamu dapat membantu Gevan untuk segera sadar." Ucap Anggita yang baru saja keluar dari ruangan Gevan.


...Adara masuk keruangan tersebut, ia melihat kondisi Gevan yang kepalanya dibalut perban dan memakai alat bantu pernapasan....


...Ia merasa sangat bersalah melihat suaminya tidak berdaya. Yang mana ia melihat kejadian kecelakaan itu, namun yang ia sesali adalah tidak menolongnya saat suaminya membutuhkannya....


"Sayang, ini aku istri kamu. Aku gak jadi ninggalin kamu! Maafin aku yang egois, keras kepala dan dengan sombongnya aku susah maafin kamu. Padahal aku gak tahu cerita aslinya gimana."


"Aku harap kamu cepet sadar dan cepat pulih seperti biasanya, aku ingin memulai hidup baru bersama kamu. Mulai sekarang aku gak akan pernah ngambek lagi kalo ada masalah, aku akan dengerin kamu cerita dulu sebelum aku marah."


"Aku sadar gak bisa hidup tanpa kamu, bahkan saat aku ingin pergipun perasaan ini gundah gulana. Rasanya berat untuk melangkah pergi, hingga akhirnya aku melihat kamu begini."


"Aku baru tahu ternyata cinta kamu begitu besar terhadap aku, sampai kamu tidak keluar kamar beberapa hari karena aku belum bisa maafin kamu."


"Mulai sekarang aku akan jaga kamu, aku akan bantu kamu untuk cepat pulih. Semoga kamu mendengarkan aku Gevan, aku tahu dialam bawah sadar kamu ingin sekali bangun dan memelukku."


...Adara terus saja berbicara, ia tahu jika Gevan mendengar semua yang ia katakan. Teringat saat Adara menepis tangan Gevan saat ia akan memeluk Adara. Rasanya sakit sekali melihat Gevan menangis....


...Namun saat itu Adara berusaha tegar, karena ia ingin memberi Gevan pelajaran. Namun Adara tidak menyangka jika akan berakibat seperti ini, Adara ingin menebus kesalahannya dengan mengurus Gevan selama ia sakit....


...Adara menangis tidak bersuara, kemudian ia mencium pipi dan tangan Gevan....


...Adara akhirnya keluar ruangan untuk memberi waktu Gevan untuk beristirahat pasca operasi. Mereka berharap Gevan segera siuman....


"Adara, gimana Gevan?." Tanya Anggita.


"Gevan belum memberi respon ma, kita biarkan Gevan untuk istirahat dulu. Semoga Gevan segera siuman." Ucap Adara.


"Yaudah, kita tungguin disini. Kalo papa mau ke kantor gapapa biar mama sama Adara disini." Ujar Anggita.


"Papa di kantor juga gak tenang ma, sebelum Gevan sadar papa gak akan kemana mana." Sahut Bimo.


"Yaudah pah."


"Kalo begitu saya pulang dulu ya mas, mba. Istri saya belum tahu kalau Gevan kecelakaan. Saya mau jemput dulu istri saya." Kata Wisnu.


"Papa Hati hati ya!." Ucap Adara.


"iya mas, biar saya Adara dan Anggita yang jaga Gevan." Ucap Bimo.


"Kalo ada apa apa telpon papa ya sayang." Ucap Wisnu sekali lagi. Kemudian Wisnu pulang.


...Disaat yang bersamaan terlihat seorang wanita dibopong oleh seorang pria. Yaitu Ranti Ibu kandung Adara, Ia di bopong oleh seorang laki laki....

__ADS_1


"Tolong sus, ini korban kecelakaan." Ucap Pria tersebut.


...Kemudian seorang perawat laki laki membawa brankar untuk membawa Pasien tersebut ke ruang perawatan....


...Melihat itu Adara merasa tahu dengan wanita itu, kemudian ia menghampiri korban kecelakaan itu....


...Betapa terkejutnya saat ia melihat wanita itu adalah ibunya....


"Mamiiii...." Teriak Adara membuat Anggita menengok kearahnya.


"Adara.." Anggita berlari kearah Adara.


"Mami bangun mi, Mami kenapa?." Tanya Adara.


...Namun Ranti hanya samar samar melihat Adara, Ia mulai kehilangan kesadaran dan memejamkan matanya....


"Ini siapa Adara?." Tanya Anggita.


"Ini mami aku ma.." Adara menangis histeris.


"Mami kamu..." Anggita berfikir sejenak.


"Mamiii... " Adara berteriak kencang.


...Anggita memeluk Adara kemudian menenangkannya. Ini adalah hari terberat Adara, ia harus melihat dua orang yang ia sayangi terluka....


" Pasien harus segera mendapatkan donor darah, tapi sayang sekali stok darah di rumah sakit ini kekurangan darah O+." Jelas Dokter tersebut.


"Dokter, ambil darah saya. Darah saya sama dengan pasien, Beliau adalah ibu saya dok." Usul Adara.


"Baiklah, silahkan untuk di cek terlebih dahulu."


...Adara mengikuti suster ke lab. Namun sayang Adara tidak dalam mendonorkan darahnya karena sebelumnya Adara kekurangan darah akibat keguguran yang ia alami....


...Adara sangat stres mendengar itu, ia bingung harus bagaimana lagi menghadapi situasi ini. Kemudian Adara meminta saran kepada Anggita....


"Maa, gimana ya. Aku gak bisa donorin darah aku." Tanya Adara.


"Itu karena kamu keguguran ya sayang. Jadi kamu belum bisa mendonorkan darah kamu, sebentar mama mau cari bantuan sama karyawan papa kamu." Ucap Anggita, kemudian ia mengabari jika Ibu kandung Adara membutuhkan donor darah O+.


"Siapa yang mana maksud?." Tanya Bimo.


"Ibu kandungnya Adara mengalami kecelakaan dan saat ini membutuhkan donor darah." Jelas Anggita.


"golongan darahnya apa ma?." Tanya Bimo lagi.

__ADS_1


"O+ pa."


...Tak disangka Brian pun datang karena dikabari oleh Wisnu jika sahabatnya mengalami kecelakaan....


"Permisi om, Tante." Sapa Brian.


"Ahh .. Brian kebetulan. Adara lagi cari pendonor darah O+ apa kamu bisa bantu cari?." Tanya Bimo kepada Brian.


"O+?.. Golongan darah saya O+ Om." Kata Brian.


"Kebetulan, kamu bersedia gak untuk donorin darah kamu? Ibunya Adara sekarang sangat membutuhkan darah itu." Ucap Anggita kali ini.


"Bisa banget Tante, kalo gitu saya mau menemui Adara dulu." Ucap Brian kemudian menghampiri Adara yang sedang berada di ruang tunggu.


"Adara.. aku denger ibu kamu butuh donor darah. Kebetulan golongan darah aku sama sama ibu kamu, aku siap donorin darah aku." Ucap Brian.


"Serius Brian? Makasih banget ya kamu mau bantu aku." Adara meneteskan air mata.


"Gapapa selagi aku bisa bantu kenapa nggak." Ucap Brian.


...Kemudian ia menghampiri suster untuk mengajukan donor darah. Akhirnya masalah teratasi, Ranti berhasil mendapatkan donor darah dari Brian. Sebuah kebetulan yang sangat bermanfaat....


"Gimana kabar Gevan?." Tanya Brian.


"Gevan belum sadar Brian, aku juga masih khawatir." Kata Adara.


"Apasih yang terjadi sama Gevan?." Tanya Brian.


"Gevan mengalami kecelakaan saat aku akan pergi ke Australia, bahkan kejadian itu tepat dibelakang aku. Tapi dengan bodohnya aku gak tahu kalo Gevan sempet ngusulin aku ke bandara. Dan aku gak berhenti saat mobil Gevan berguling guling." Jelas Adara.


"Aku baru dikabarin sama Om Wisnu, katanya Gevan dirawat disini. Ternyata gitu ceritanya, gapapa kamu gak usah nyalahin diri kamu. Ini semua terjadi karena udah takdir." Kata Brian.


"Tapi saat ini aku bingung harus nemenin siapa dulu, aku khawatir sama Gevan tapi aku juga gak bisa ninggalin mami." Ucapnya Bimbang.


"Kamu disini dulu aja, biar aku nungguin Gevan. Dan aku bilangin sama orang tua Gevan." Saran Brian.


"Makasih banget ya Brian, kamu udah banyak bantu aku. Dan makasih banyak kamu sudah setia sama Gevan, kamu sahabatnya yang paling tulus." Ujar Adara.


"Gevan itu orang baik, dia udah banyak bantu aku. Dan disaat inilah aku harus selalu ada untuk Gevan, kami bersahabat sudah sangat lama. Jadi sayang kalo harus terpisah karena gak akan ada lagi orang yang mengerti." Ucap Brian.


"Iya kamu benar, Gevan orang baik. Dan kamu jangan berhenti juga jadi orang baik, dan temanilah Gevan sampai kapanpun." Pesan Adara.


...Akhirnya Brian pergi ke ruangan Gevan untuk menjenguknya....


"Om, Tante. Adara belum bisa kesini, katanya harus jagain mamanya. Karena saat ini beliau sudah siuman." Jelas Brian.

__ADS_1


"Iya Brian kami mengerti. Kamu mau jenguk Gevan? Masuklah!." Kata Anggita.


"Gapapa Tante saya disini aja, biarkan Gevan istirahat. Brian tunggu disini aja." Ucap Brian.


__ADS_2