
...Sampailah Wisnu de tempat yang sudah di kirim oleh Gevan, yaitu keberadaan Ranti saat ini. Di lantai bawah nampak kosong, Wisnu masuk ke dalam rumah itu dan naik ke atas tangga. Stela memutuskan untuk menunggunya di luar....
...Saat Wisnu naik ke lantai atas, ia melihat Ranti yang sedang berduaan dengan seorang laki laki, tidak salah Adara merasa marah. pasalnya Ranti berhubungan layaknya ABG berciuman dengan lawan jenisnya di rumah itu....
"Ranti.. " Ucap Wisnu, lalu Ranti menjauh dari laki laki itu.
"Mas Wisnu, kamu ngapain kesini?" Tanya Ranti.
"Kamu nanya saya, setelah apa yang kamu lakukan sama anak saya. Apa sih yang ada dipikiran kamu saat ini, padahal keadaan kamu sedang terpuruk tapi masih saja seperti ini." Wisnu marah kepada Ranti.
"Mas, ini semua tidak yang seperti kalian bayangkan. Aku melakukan ini untuk menyambung hidup aku." Pungkasnya.
"Apa harus dengan cara seperti ini? Kamu lagi hamil, apa kamu tidak memikirkan anak kamu yang sedang di dalam kandungan? Kamu minum minum alkohol sebanyak ini." Wisnu nampaknya mengkhawatirkan Ranti.
"Mas, aku frustasi. Aku merasa kesepian dan sendirian didunia ini, setelah suamiku di penjara. Keluarga suamiku tidak ingin menerima ku saat ini." Ranti menangis.
"Padahal dengan baiknya anak kamu ingin membiayai hidup kamu dan bayi kamu, tapi kenapa kamu menyakitinya Ranti. Hingga saatnya Adara membenci kamu, kamu akan lihat sendiri perubahannya nanti dan kamu akan menyesal saat anak kamu sudah tidak perduli lagi."
"Maaf, tolong bilang sama Adara kemarin aku emosi saat dia bilang kalo aku jual diri. Bagaimanapun aku ini ibu kandungnya, ia tidak pantas memperlakukan aku seperti itu. Tapi aku benar benar menyesal mas." Ranti menangis menyesali perbuatannya, entah itu pura pura atau sungguhan.
"Dia sudah tidak ingin bertemu lagi dengan kamu, sekarang dia sudah mengikhlaskan kamu untuk pergi darinya. Dia sudah tidak akan rindu lagi, dan tidak akan pernah perduli lagi. Satu hal yang harus kamu ingat, seorang ibu yang meninggalkan anaknya hidupnya tidak akan berkah." Ucap Wisnu, kali ini dia meninggalkan Ranti.
...Ranti terduduk lemas, ia mengingat perkataan mantan suaminya. Memang ia menyadari dari dulu tidak sedikitpun menyayangi anaknya, yang saat ini sudah bahagia dengan keluarga suaminya yang kaya....
...Ia mengingat saat dimana dirinya meninggalkan Adara dan Wisnu untuk menikah dengan Fauzan. Ranti masuk ke mobil Fauzan sementara itu Adara menangis dipelukan Wisnu....
...Laki laki yang bersama Ranti akhirnya pergi....
Wisnu masuk ke mobil.
"Mas, sudah selesai." Tanya Stela.
__ADS_1
"Sudah sayang, mas sungguh emosi sama Ranti. Bisa bisanya dia tidak datang meminta maaf kepada Adara, malah ia sedang asyik sama laki lain disana." Jelas Wisnu.
"Apa, aku tidak menyangka kalo mbak Ranti masih seperti itu. Aku kira dengan masalah yang menimpanya akan membuatnya sadar mas." Sahut Stela.
"Mas juga tidak habis pikir, beruntung mas sudah lepas dari Ranti. Sakitnya dulu masih terasa sampai sekarang, dia meninggalkan mas dan Adara. Tanpa perduli dengan tangisan Adara." Ucap Wisnu.
" Adara mungkin tidak beruntung dapat kasih sayang seorang ibu, tapi Adara beruntung mempunyai sosok ayah seperti kamu mas." Stela mengusap pundak Wisnu, lalu Wisnu menggenggam tangan Stela.
"Mas berharap seperti itu, beruntung sekarang dia disayang oleh keluarga suaminya. Jadi mas merasa tenang kala jauh dari Adara, karena sudah ada yang menjaganya." ucap Wisnu.
...Lalu mereka pergi dari tempat itu....
Diproyek..
Seorang mandor menghampiri Gevan.
"Pak." Sapa Mandor.
"Baik pak, kalo begitu."
"Yassa kamu sudah memahami cara kerjanya? Saat nanti ada bahan bangunan, kamu harus mengeceknya secara seksama. Supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan."
"Baik pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja diperusahaan ini. Hanya saja saya masih perlu penyesuaian." Kata Yassa.
"baik kalo gitu. oh iya pak, sudah sampai mana kesiapan proyek ini?" Tanya Gevan kepada mandor.
"Kamu baru saja mengerjakannya 30% mengingat masih ada enam bulan lagi jadi kami masih mengejar target agar bisa tepat waktu." Jelas mandor.
"Untuk bahan, kita sudah memberikan anggaran yang cukup besar. Itu berarti bahan bangunannya harus yang berkualitas agar bisa tahan lama dan tidak ada kerobohan walaupun sekecil apapun itu."
"Baik pak."
__ADS_1
"Ya sudah, mulai besok berikan laporan hariannya kepada Yassa pak."
"Baik pak."
Lalu Gevan Devina dan Yassa pergi dari proyek tersebut. Mereka kembali ke kantornya.
"Pak, sebentar lagi akan ada meeting di kantor. Klien dari Surabaya." Ucap Devina.
"Aduh saya lupa, kamu sudah siapkan materinya?"
"Sudah pak, kita tinggal mempresentasikan materinya." Ucap Devina.
...Mereka sampai di kantor, ia melihat Bimo yang hendak pulang....
"Pah.." Sapa Gevan.
"Kalian sudah balik lagi, papa harus pergi sekarang. Ada urusan yang harus papa selesaikan." Ucap Bimo.
"Yaudah pah, aku ada meeting sebentar lagi."
"Yasudah, kalo gitu papa pulang dulu ya!."
"Baik pah." Bimo pamit pulang.
...Bimo pergi kerumah sakit tempat dimana Hesti di rawat, ia mendapat kabar jika sudah mendapatkan identitas penabrak Hesti....
"Hesti, sayang kamu yang kuat ya! Aku dan anak anak masih membutuhkan kamu. Mas janji akan menangkap orang yang sudah membuat kamu seperti ini." Ucap Bimo, keadaan istrinya mulai menurun.
"Iya mah, kita masih butuh mamah." Kata Saskia.
...Suasana didalam kamar begitu menegangkan, disisi lain ia mendapatkan plat nomor mobil yang menabrak Hesti. Mungkin dari sana akan muncul siapa pelakunya....
__ADS_1