
...Gevan sedang bergelut dengan telepon genggamnya, sementara itu Adara keluar dari kamar mandi lalu ke meja rias. Ia tidak menyapa Gevan sama sekali, ia rasa tidak perlu jika tidak Gevan memulai percakapan terlebih dahulu....
"Adara, tumben udah bangun." Ucap Gevan.
"Yaa, lagi pengen aja bangun pagi." Sahutnya ketus.
"Hari ini aku ada janji sama klien, jadi aku harus bersiap ke kantor sekarang." Ucap Gevan, ia beranjak dari ranjang.
"Iya." Lagi lagi ketus.
Gevan tidak menghiraukan sikap Adara, ia tidak mengerti isyarat perempuan. Gevan pergi ke kamar mandi.
...Adara sudah siap untuk pergi, ia memakai baju yang sangat rapih. Gevan selesai mandi lalu ia melihat istrinya yang sudah rapih....
"Kamu mau kemana?" Tanya Gevan.
"Aku mau ke kantor papa, mulai hari ini aku mau bantu ngurusin kantor papa. Untuk sarapan bi Sumi udah siapkan sarapan untuk kamu, aku harus berangkat sekarang." Sahut Adara.
"Kamu gak mau bantu aku bersiap dulu sayang, aku keteteran loh ini." Sindir Gevan.
"Aku udah siapkan baju kamu, tinggal bersiap gitu aja kok. Aduh aku udah telat, aku pergi dulu ya. Bye." Adara meninggalkan suaminya.
...Gevan merasa heran dengan sikap istrinya yang berubah drastis, apa karena masalah di pemakaman hingga Adara berubah. ...
"Gak enak diginiin sama istri." Gumam Gevan.
...Adara pamit kepada bi Sumi, lalu ia mengemudikan mobilnya menuju kantor ayahnya yang mana sebelum ini Ada menghubungi Wisnu....
Flashback
Pada malam hari saat suaminya belum pulang, Adara menelpon Wisnu untuk meminta agar dirinya ikut serta mengelola perusahaannya.
"Assalamualaikum pah."
"waalaikumsalam sayang, gimana kabar kamu?"
"Baik pah, maaf aku baru ngabarin papa. Aku lagi banyak masalah nih jadi belum sempat kabarin papa."
"Memangnya ada masalah apa sayang, apa masalah kamu sama Gevan belum selesai?"
"Iya pah, ini soal perempuan itu. Dia meninggal."
"Apaa, kok bisa?"
"Yaa, dia dianiaya oleh kekasihnya saat dia sedang mengandung."
"Papa turut berduka cita sayang, semoga selepas ini tidak ada masalah lain lagi yang menimpa rumah tangga kalian."
"Aamiin, makasih papa sayang."
"Sama sama."
"Oh iya pa, aku boleh minta sesuatu gak?"
"Boleh dong sayang, apa?"
"Aku mau kerja di kantor papa."
"Wah, serius nih? Papa senang dengernya. Kapan kamu siap untuk kerja sayang."
__ADS_1
"Besok juga gapapa pa, aku siap. Soalnya jenuh di rumah terus! Aku ingin suasana baru."
"Baik kalau begitu, sampai ketemu besok di kantor."
"Iya papa sayang."
"Yaudah, kamu sekarang istirahat udah malam."
"Iya pa, papa juga. Salam buat mama Stela."
"Iya sayang."
Adara menutup telponnya lalu saat dia akan tidur ia merasa haus lalu mengambil minuman ke dapur dan setelah selesai seseorang mengetuk pintu. Yaitu Brian yang membawa Gevan dalam keadaan mabuk.
Saat ini.
...Adara sampai di kantor, ia di sambut oleh beberapa karyawan karena sebelumnya Adara sudah mengenal beberapa karyawan disana....
"Pagii."
"Pagii."
Lalu Adara pergi keruangan Wisnu.
"Selamat pagi pa." Adara mencium tangan Wisnu.
"Pagi sayang, duh udah rapih aja nih." Ucap Wisnu.
"Papa bisa aja, gimana cocok gak aku dandan kayak gini?" Tanya Adara.
"Cocok, anak papa pakai apa aja cantik." Puji Wisnu.
Tok..tok..tok. Seorang karyawan masuk.
"permisi pak." Sapa Raka
"Masuk Raka.
"Bapak panggil saya." Ucap Raka.
"Iya, tolong kamu bantu anak saya kalo diabutuh bantuan ya! Kamu kan disini sudah lama. paham kan ya!" ucap Wisnu.
"Baik pak."
"Dan tolong kasih tahu ruangannya ya."
"Iya pak, mari Bu."
Adara mengikuti Raka, ia membawanya keruangan yang sudah disiapkan oleh Wisnu. Sementara itu Gevan akan berangkat.
"Bi, saya berangkat ya! Tolong beresin kamar ya bi." Titah Gevan.
"Baik den." Sumi langsung naik ke atas.
Gevan berangkat, lalu ia dikirimi pesan oleh Mona. Jika dirinya saat ini berada di paviliun milik Brian setelah semalam mereka minum bersama.
"hai Van, gimana keadaan kamu sekarang "
"Aku baik Mon, kenapa?"
__ADS_1
"Kamu gak ingat semalam kita habis ngapain?"
"nggak mon emang nya apa yang terjadi, aku gak nidurin kamu kan?"
"Gevan, gak lah yang bener aja."
"Aku takut kejadian aku sama Tiffany keulang lagi."
"Aku gak sejahat itu kok Van, ngapain juga minta tanggung jawab sama laki laki beristri."
"Syukur deh."
"Aku cuma ngabarin kamu, aku sekarang sudah berada di tempat Brian."
"Syukur lah, terus caranya kamu dapat uang gimana?"
"Yaa aku punya usaha kecil si, jualan online barang import."
"Tapi yakin bisa mengcover semua biaya kamu"
"Yakin Van, selama ini aku makan dari hasil aku jualan."
"Yaudah, kalo kamu butuh apa apa tinggal hubungi aku ya Mona. Sekarang aku mau pergi ke kantor dulu."
"Hati hati Van."
"Iya Mon, bye."
Beberapa saat kemudian Gevan sampai di kantor, lalu ia mendapat kabar jika proyeknya di Jakarta mengalami keruntuhan.
"Pak, proyek kita yang dijakarta mengalami crash. Sebagian tembok ambruk tapi yang sebagian lagi nggak, diperkirakan mandor kita yang baru menukar bahan kita dengan yang low quality."
"Kenapa bisa? Kamu gimana mengawasinya? Padahal itu harusnya bulan depan selesai loh. Kalau begini bisa bisa klien kita kecewa."
"Iya pak, maaf atas keteledoran kami. Tapi kami sedang mengusahakan mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Bapak tidak perlu khawatir saya pastikan proyek kita akan berjalan lancar."
"Ya, pokoknya saya tidak mau tahu kalian harus segera memperbaiki kerusakan itu. Kita harus menjaga kepercayaan klien kita yang sudah kita bangun susah payah."
"Baik pak."
Sementara itu di rumah Brian, ia memutuskan untuk menemui Mona di paviliun.
"Mona."
"Iya Brian."
"Aku mau ke kantor, kamu gapapa Disni sendirian?"
"Gapapa kok, kamu pergi aja aku mau belanja dulu."
"Ada uangnya?"
"Ada dong Brian."
"Yaudah kalo gitu hati hati ya, kalau ada apa apa panggil aja Rangga. penjaga rumah."
"Iya Brian."
Brian pergi ke kantor, tinggalah Mona sendi lalu ia sarapan terlebih dahulu. Brian sudah menyiapkan makanan untuk Mona melalui pembantunya.
__ADS_1
...Mona merasa beruntung mempunyai teman yang perhatian, apalagi dengan teman laki laki. Ia merasa di ratukan oleh Gevan dan Brian. Dan satu lagi, saat Tiffany tidak ada. Mona merasa rindu dengan canda tawanya yang mana sebelum Tiffany meninggalkannya mereka sempat menghabiskan waktu....