Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Hari pertama bulan madu


__ADS_3

...Setelah Clara ditahan selama satu bulan, akhirnya pihak rumah sakit membatalkan gugatannya terhadap Clara dengan secara kekeluargaan dan membayar denda....


Satu bulan kemudian~~


Gevan dan Adara akan berangkat ke Bangkok untuk berbulan madu. Mereka memutuskan berbulan madu untuk lebih mendekatkan diri satu sama lain, ditambah dorongan dari orang tuanya untuk segera mempunyai anak.


Di pesawat...


"*Sayang, apa Clara gak akan ganggu hubungan kita lagi? Tanya Adara dengan tatapan waswas.


"aku sih gak yakin sayang, karena kan dia cinta mati sama aku! Secara aku kan ganteng.! Ucap Gevan menyeringai.


"Issssh," Adara mencubit pinggang Gevan.


"Aw!! Sakit sayang." Gevan meringis*.


Seketika penumpang yang lain melirik kearah mereka berdua dengan lirikan tajam.


Adara yang merasa malu membuang mukanya, sementara Gevan tersenyum lebar.


sepanjang perjalanan pesawat mereka menonton, dan sesekali bercanda. Kemudian mereka tertidur.


Sampainya di Airport, Adara terkejut di sambut seseorang dengan membawa bucket bunga dan tanda selamat datang.


"ยินดีต้อนรับ."


"Selamat datang."Ucap seseorang yang menyambut mereka.


Adara hanya tersenyum karena tidak mengerti sama sekali.


"ขอขอบคุณ".


"terimakasih." Ucap Gevan.


Mereka pergi meninggalkan bandara menuju Hotel yang sudah Gevan sewa, mereka menyewa Shuttle Private Van.


sebelum itu, mereka memutuskan untuk berjalan jalan membeli beberapa makanan yang sudah mereka impikan diperjalanan.


"Sayang, kamu tau gak kenapa aku milih Bangkok untuk honeymoon?


"Hmmm, nggak."


"Selain serba murah, tempatnya juga bagus bagus banget tau! aku tahu karena rekomendasi dari temen temen aku. Dan pastinya ini impian aku untuk honeymoon di sini." Adara terus saja bercerita.


"Kemanapun kamu mau, aku akan usahakan untuk ada waktu buat kamu! sekaligus ini sebagai penebus kesalahan aku kemarin kemarin sayang. Sebisa mungkin aku harus berusaha untuk membahagiakan kamu!! Ini bukan lagi masalah warisan yang dulu jadi maksud aku menikahi kamu." Gevan menatap penuh arti membuat Adara tersenyum senang mendengar perkataan Gevan.

__ADS_1


Adara memeluk erat Gevan dan dibalas dengan ciuman yang mendarat di kening Adara.


"Kamu tahu? cium kening itu artinya melebihi ciuman di daerah manapun! Ucap Gevan.


Adara hanya tersenyum..


Sampainya di hotel, Adara membereskan semua bajunya di lemari.


"I want to have a child from you, and I want to make it now!! Bisik Gevan ditelinga Adara sembari memeluknya di belakang.


"Aku ingin punya anak dari kamu, dan aku ingin membuatnya sekarang!!


Adara menggeliat geli mendengar bisikan dari Gevan.


"Lebih baik sekarang kamu ke kamar mandi dulu! bersihin diri kamu biar tidurnya enak sayang! Ucap Adara menghindari obrolan yang serius.


"Hmm, iya iya!! Aku ke kamar mandi dulu ya! Atau mau sekalian? Tanya Gevan.


"Udah kamu duluan." Sahut Adara.


Gevan pergi ke kamar mandi, setelah Adara selesai membereskan baju ia juga bergegas ke kamar mandi menyusul Gevan.


Gevan kaget melihat Adara masuk hanya dengan menggunakan balutan handuk putih yang dililitkan di tubuhnya.


"Glekk!! Gevan menelan ludah melihat istrinya.



Gevan menghampiri Adara dan duduk di bathub dibelakang Adara, kemudian menyalakan shower dan mengarahkannya ke punggung Adara.


Adara merasa rileks sehingga ia menyandar, ke belakang dan merasa ada sesuatu yang mengganjal di belakangnya.


"What is this? Adara kaget dan refleks menyentuhnya.


"Kamu, kayak belum pernah merasakannya aja! Goda Gevan.


"Tapi aku belum pernah pegang sayang, aku kaget! Ucap Adara dengan senyum malu.


"Udah si pegang aja sayang! Goda Gevan lagi.


Gevan dan Adara bergantian membilas diri, Gevan sesekali memberikan sentuhan yang membuat Adara menggeliat.


Setelah selesai Adara memakai baju tidur lingerie transparan berwarna hitam yang menambah sensasi panas. Gevan yang melihatnya terkesima, kecantikannya bertambah 100 persen ditambah dengan tubuh mulus putih Adara membuat Gevan bergumam.


"papah gak salah jodohin gue sama orang yang sempurna seperti Adara! Dan bodohnya gue, kenapa belum bisa lupa sama Clara. Walaupun gue mulai mencintai Adara, tapi pikiran gue belum bisa lepas dari Clara. Ya Tuhan! Gumam Gevan.

__ADS_1


**Melihat Gevan melamun, Adara naik keranjang dan menepuk paha Gevan.


"Pukk!! Adara menepuk paha Gevan, " sayang kamu ngelamun? ada apa? ada yang kamu pikirin?. Tanya Adara.


"Sayang," Gevan terkejut " Nggak kok, aku gapapa! cuma ngantuk aja." Sahut Gevan.


"Ya udah kita tidur! Ucap Adara dengan membuang muka.


"Iya sayang! Gevan berbaring dan memejamkan matanya.


Adara merasa BT oleh sikap Gevan yang menyebutnya ini sebagai honeymoon tapi tidak melakukan apapun sesuatu yang istimewa.


"Ih, Gevan gimana sih! malah tidur. Tadi aja bilangnya mau punya anak tapi malah tidur." Gumam Adara.


Gevan melihat Adara yang cemberut.


"Sini dong sayang! kamu malah duduk, sini cepetan." Ucap Gevan.


Adara pun berbaring di samping Gevan, kemudian Gevan memeluknya dan menghadapkan pandangannya ke Adara.


"Kamu cantik! Rayu Gevan.


"Makasih sayang." Balas Adara dengan senyuman.


"Kamu sudah siap? tanya Gevan.


Adara hanya mengangguk dan wajahnya mulai memerah.


"Ya udah kita tidur sekarang." ucap Gevan.


"Jadi maksud kamu siap tidur? aku kira kita..." ucap Adara.


Gevan tersenyum, "Sayang kamu gak cape? tanya Gevan.


"Nggak! Balas Adara datar.


Gevan mulai mencium bibir Adara, sementara itu Adara hanya menerima perlakuan Gevan. Adara kewalahan menerima ciuman nafsu dari Gevan sehingga Adara memejamkan matanya dan mulai mengikuti permainan Gevan.


Sentuhan demi sentuhan Gevan berikan untuk Adara membuatnya semakin bersemangat lagi mencumbu istrinya.


dan terjadilah hubungan itu,membuatnya semakin terikat satu sama lain.


"Aku sayang kamu! Gevan Berucap.


"Aku juga." Sahut Adara dengan nafas memburu.

__ADS_1


See you next time**.....


__ADS_2