Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Rencana pernikahan Lucar


__ADS_3

"Hallo sayang ." Sapa Gevan yang baru saja sampai.


"Sayang.." Ujarnya menghentikan Gevan lalu mencium tangan suaminya.


"Hari ini kita jadi pulang? Aku udah siapin yang spesial untuk kamu." Bisik Gevan membuat Adara menggeliat.


...Adara membalas dengan anggukan, sudah lama ia tidak merasakan tubuh hangat istrinya. Beruntung mereka segera keluar dari masalah yang hampir meluluh lantakkan pernikahan mereka, kecelakaan itu musibah sekaligus penghalang perpisahan mereka. Walaupun akhirnya ada masalah baru lagi yang harus mereka selesaikan secepatnya....


"Kalian jadi pulang?" Tanya Anggita.


"Iya mam, kita perlu waktu berdua. Biar bisa ngasih cucu buat kalian." Celetuk Gevan.


"Sayang malu gak sih." Tegur Adara ia merasa tidak nyaman.


"Udah, kita ngerti kok. Kalian disana hati hati ya! Jangan sampai berantem lagi." Pesan Anggita.


"Iya, papa pusing dengernya. Sesekali ada kabar bahagia." Kata Bimo.


"Iya paa." Gevaan mendesis.


"Oh iya, papa dengar rumah yang di tempati mama kamu sering keluar masuk cowok. Apa mama kamu punya bisnis." Tanya Bimo, ia sering kali mendapat laporan.


"Kita belum cerita masalah mami Ranti, tapi untuk sekarang aku gak bisa cerita. Takutnya Adara sakit hati lagi." Ujarnya mencoba mengerti.


"Yaudah, gapapa yang penting kalian harus bahagia. Jangan sampai bertengkar lagi, mama takut kalo kalian ada apa apa lagi." Ucap Anggita.


"Iyaa mam."


...Gevan membawa kopernya kedalam mobil, lalu Yassa melihat itu ia bertanya untuk memastikan....


"Bapak mau kemana?" Tanya Yassa.


"Saya mau pindah ke rumah saya bersama Adara, karena awalnya rumah saya bukan disini." Sahut Gevan.


"Gitu ya pak, biar saya bantu apa ada yang belum di bawa?"


"Sudah kok, makasih ya!" Ucap Gevan.


"Yasudah pak, hati hati."


Gevan pamit kepada orang tuanya.


"Mam, pap. Gevan pamit ya! Makasih sudah urus Gevan makasih juga udah baik sama Adara. Maafkan aku belum kasih yang terbaik buat kalian." Kata Gevan sedikit melow.


"Gevan apaan si, mama jadi sedih. Kayak kalian mau pergi jauh aja, udah ah. Jagain Adara dan jangan kamu sakitin lagi." Pesan Anggita.


"Iya mam, mulai saat ini Gevan akan berusaha menjadi suami yang baik dan setia." Ucap Gevan.


"Gevan pasti pegang janjinya kok mam, kalo nggak aku tinggal ngadu sama mama." Adara menjulurkan lidahnya untuk meledek Gevan.


"Iya Adara, Bilang sama mama. Biar mama jewer." Ucap Anggita.

__ADS_1


...Melihat itu Bimo tertawa, rasanya suasana seperti ini jarang terlihat di keluarganya. Ia rasanya merindukan anak perempuannya yang telah meninggal bersama istri sirinya. Walaupun hubungan mereka dibelakang Anggita namun pernikahan itu sah secara Agama....


~


~


...Clara dan Lucky pergi kerumah keluarga lucky, ia ingin meminta izin untuk menikah dengan atau tanpa restu orang tuanya. Yang jelas mereka akan menikah....


...Lucky masuk kerumah dan didalam ada Miranti (Ibu dari Lucky) yang sedang duduk di sofa santai miliknya....


"Mam.." Sapa Lucky membuyarkan lamunan Miranti.


"Lucky.." Sahutnya lalu beranjak dari sofa.


"Papi kemana?" Tanya Lucky.


"Mau apa kamu tanya papi kamu? Bukannya kamu sudah tidak mau ketemu lagi sama dia. Apa uang kamu sudah habis hingga memutuskan untuk kesini dan meminta uang." Kata Miranti membuat Lucky kecewa.


"Kenapa mami selalu membahas uang, apa itu bisa membuat kalian bahagia? Tanpa mendefinisikam bahagia yang sesungguhnya itu apa. Ternyata keputusan aku tepat untuk tidak menginjakan kaki lagi di rumah ini." Lucky memekik.


"Bagus lah, itu namanya anak yang tidak tahu diri. Di besarkan dan di asuh oleh keluarga ini, disaat sudah dewasa dia memilih hidup dengan wanita yang tidak jelas asal usulnya." Miranti memakin Clara.


"Stop bilang kalo Clara tidak jelas asal usulnya, dia wanita yang baik. Dan asal mami tahu, saat aku memutuskan untuk pergi dari rumah ini dia adalah satu satunya orang yang melarang aku meninggalkan keluarga ini hanya karena tidak ingin aku menjadi anak yang pembangkang." Jelas Lucky berusaha meyakinkan Miranti.


"Mami tahu kalo dia bilang seperti itu supaya kamu tidak kekurangan uang dan tidak berhenti memberinya. Mami tahu akal busuk wanita itu." Ucap Miranti yang masih saja negatif thinking.


"Terserah mami, tadinya aku menghormati mami untuk hadir di acara pernikahan aku sama Clara. Tapi saat tahu akan seperti ini aku tidak jadi untuk meminta kalian datang." Kata lucky yang terlanjur kecewa.


"Kamu tidak bisa menikah tanpa restu kami, dan kalo kamu nekat kami tidak akan lagi anggap kamu sebagai anak kami." Ucap Miranti dengan tegas.


Lucky menggandeng Clara untuk pergi dari rumah itu. Namun di saat mereka akan masuk ke mobil tiba tiba dihadang oleh mobil.


"Papi." Gumamnya.


Lalu ia keluar dari mobil menggunakan kacamata hitam.


"Anak ini datang lagi kesini." Ucap Arif.


"Ayo Clara." Lucky tidak menghiraukan Arif ia membuka pintu mobil untuk Clara.


Lucky akan masuk kedalam Mobil, "Tunggu." Arif menghentikan langkah Lucky.


"Kamu tidak ada sopan sopannya sama orang tua, melengos begitu saja. Kenapa kesini? Mau minta uang untuk pernikahan kamu?" Tanya Arif dengan angkuh.


"Hmm, papi salah. Justru aku ingin mengundang kalian ke pernikahan kami, Tapi aku berubah fikiran, tidak ada untungnya mengundang kalian." Lucky mengumpat.


"Sombong sekali kamu, ingat tanpa saya kamu tidak bisa apa apa. Kamu kerja di perusahaan yang saya rekomendasikan, kamu hanya anak ingusan." Arif selalu saja memaki.


"Baik kalo itu yang papi maksud, aku akan keluar dari perusahaan itu. Aku bica cari kerjaan yang lebih dari itu tanpa bantuan papi." Ucap lucky, ia tidak ingin terus terusan berurusan dengan Arif.


"Silahkan kalo mampu."

__ADS_1


Lucky masuk kemobil lalu pergi dari rumah itu, sementara itu Arif masuk kedalam rumah.


"Anak tidak tahu diri itu ngapain." Tanya Arif.


"Dia mau menikah." Sahut Miranti.


"Apa gunanya dia ngomong gitu? saya tidak mau datang ke keluarga meminta perempuan itu untuk menikah dengan lucky. Kita ini berkuasa, harusnya keluarga dia yang datang dan meminta." Ucap Arif.


...Dengan kekayaan yang ia punya, berfikir jika semua orang harus tunduk dengan mereka. Di dalam kehidupan mereka siapa yang paling kaya maka dialah yang menentukan....


"Sudah lah, saya tidak ingin membahas anak itu." Miranti mendengus kesal.


Arif mendapat pesan dari Tiffany.


"Babe, I need money."


"I also need your body."


"okay, we can arrange that."


...Tanpa basa basi, Arif segera meluncur ke tempat Tiffany. Sementara itu Miranti sudah terbiasa tanpa Arif hanya acara tertentu saja ia bersama Arif. Namun itu tak jadi masalah asalkan uangnya terus mengalir. Namun tanpa disadari jauh di lubuk hatinya ia merindukan suaminya. Suami yang selalu ada saat mereka saling membutuhkan....


Gevan dan Adara sampai dirumahnya, ia disambut hangat oleh Sumi (Asisten rumah tangga) yang sebelumnya di beri arahan oleh Gevan.


"Bi.." Ucap Adara.


"Non, gimana kabarnya?" tanya Sumi.


"Alhamdulillah baik bi, akhirnya aku kembali kesini." Ucap Adara, ia melihat sekitar yang masih sama.


"Iya Non, bibi kangen sekali sama non Adara. Maaf waktu non di rumah sakit bibi gak nengokin non, soalnya bibi lagi pulang kampung." Ucap Sumi.


"Tidak apa-apa bi, gimana keluarga sehat?"


"Sehat non, oh iya bibi sudah siapkan makan malam yang romantis untuk non sama den Gevan, nanti non pasti senang." Sumi memberi kode.


"Aduh bi, kenapa dikasih tahu sekarang. Kan masih tiga jam lagi." Tegur Gevan.


"Aduh, maaf den bibi keceplosan."


"Ah sudahlah, yang penting Adara belum tahu semuanya." Ucap Gevan mendengus.


"Aduh jadi penasaran nih."


"Udah ah, ayok kita ke kamar siap siap." Kata Gevan lalu menarik tangan Adara pelan.


...Mereka sampai di kamar, lalu Gevan menyiapkan sebuah gaun yang elegan dan sexy berwarna merah yang di simpan di ranjang lalu di kamar itu ditaburi bunga bunga....


...menambah sensasi pengantin baru, Adara sangat senang sekaligus terharu dengan semua yang telah Gevan siapkan untuknya....


"Ini semua untuk aku sayang?" Tanya Adara ia masih tidak yakin.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu pakai ya gaunnya untuk malam ini. Lalu kita akan mengabiskan malam yang indah ini sebagai awal pernikahan kita. Kamu mau kan?" Kata Gevan ia ingin menebus malam pertamanya bersama Adara.


...Adara menangis bahagia melihat Gevan yang sekarang, Ia tidak menyangka sekejap perasaan itu berubah....


__ADS_2