Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
rencana makan malam


__ADS_3

Keesokan paginya..


"Pagi sayang." Sapa Adara.


"Pagi juga sayang, tumben udah mandi jam segini? Tanya Gevan.


"Nanti kalo kesiangan bareng sama kamu. Ya mending aku mandi duluan aja." Ucap Adara.


"Gitu ya, Yaudah gapapa aku seneng kamu udah wangi pas aku bangun tidur. Oh iya aku hari ini gak masuk kantor."Kata Gevan.


"Kenapa sayang? kan kamu udah libur beberapa hari. Gak enak sama papa." Ucap Adara.


"Gapapa lah sayang, capek tahu! papa juga pasti ngerti kok." Sahut Gevan.


"Yaudah terserah kamu aja." timpal Adara.


"Oh iya, aku boleh undang temen temen gak sayang? untuk makan malam." Tanya Gevan meminta ijin.


"Boleh kok sayang, kan mereka temen aku juga."Jawab Adara tersenyum.


"Ok. suruh bibi masak ya! kita makan malam di rooftop."Ucap Gevan.


Adara bergumam, "kok tiba tiba Gevan ngajak makan malam di rooftop sama temen temennya. Ada apa ya." Tanya Adara dalam hati.


Adara berjalan ke dapur dan menyuruh bibi untuk masak sesuai perintah Gevan. Kemudian Adara mengajak Bibi untuk berbelanja ke supermarket karena bahan makanan sudah habis.


"Sayang, aku pergi belanja dulu ya! sarapan sudah siap." Teriak Adara.


"Ok sayang, mau aku antar? tanya Gevan dari atas.


"Gak usah, kan ada pak Jaja." Sahut Adara.

__ADS_1


"Yaudah hati hati." Teriak Gevan lagi dari atas.


Adara dan bi Sumi pergi ke supermarket, dan mereka berbelanja kebutuhan untuk nanti malam. Adara bertemu dengan Brian.


"Dara." Sapa Brian.


"Brian? kamu sedang apa disini? tanya Adara


"Kebetulan aku lagi belanja minuman buat stok kulkas, oh iya katanya si Gevan nanti malam ngundang aku buat makan malam sama temen temen juga." Imbuhnya.


"dia udah bilang? aku juga lagi belanja buat persiapan nanti malam."Ucap Adara.


"Jadi ngerepotin kamu kan."Sahutnya.


"Gapapa kok Bi, kebetulan juga aku belanja bulanan. Yaudah aku kesana dulu ya." Kata Adara.


"Iya, take care." jawab Brian.


Adara kemudian meninggalkan Brian dan menghampiri bi Sumi.


"Udah non, apa ada yang kurang dari daftar yang belum di tulis non? tanya balik Bi Sumi.


"Sedikit cemilan bi, bibi ke kasir duluan aku nanti nyusul ya! Ucap Adara.


"Baik non." Ucap bi Sumi dengan melangkahkan kaki untuk pergi ke kasir.


Adara memilih makanan ringan dan minuman untuk stok kulkas. Tak di sangka ia bertemu dengan Tiffany, kemudian ia menyapa.


"Tiffany? sapa Adara.


"Kamu..." Tiffany berfikir sejenak.

__ADS_1


"Aku Adara, istrinya Gevan." sahut Adara membuat Tiffany mengingat sesuatu.


"Oh iya, apa kabar? tanya Tiffany.


"Baik, oh iya kebetulan banget ya kita ketemu disini."Ucap Adara.


"hehe iya."Tiffany tersenyum palsu.


"Yaudah aku pergi ke sana dulu ya! Ucap Adara.


"Iya," Ucap Tiffany. "Sok akrab banget sih."Tiffany bergumam.


Adara selesai berbelanja dan segera membayar belanjaannya. Dan ia segera pulang, sesampainya di rumah. Adara melihat Gevan sedang menelpon seseorang di ruang tengah.


"Sayang, aku pulang."Ucap Adara mengagetkan Gevan.


"Kamu udah pulang? Ucap Gevan menutup telponnya.


"Iya sayang, kamu abis nelpon siapa? tanya Adara.


"eh.. ini papa nanyain kapan aku kembali kerja sayang. kebetulan pas kamu datang telpon nya udah selesai."Gevan berdalih.


"Ow.. gitu, eh iya tadi aku ketemu sama Brian dan Tiffany."Ucap Adara membuat Gevan kaget lagi.


"Tiffany?


"Iya, dia lagi belanja kayaknya."Ucap Adara.


"Gitu ya, yaudah kamu pasti capek. Aku bikinin minum ya! Ucap Gevan tiba tiba.


"Gapapa sayang, gausah aku udah minum kok di mobil. Kamu udah makan? Tanya Adara.

__ADS_1


"Udah.. udah sayang."Sahut Gevan.


Adara bingung dengan sikap Gevan, sepertinya ada sesuatu sama Gevan.


__ADS_2