Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Pacaran?!


__ADS_3

Aida pun menoleh ke arah sumber suara. Dan betapa terkejutnya dia setelah mengetahui siapa pria itu, pria yang selama ini selalu membuatnya tersiksa.


Ketika hendak menghindari pria itu dan melanjutkan langkahnya ke gerbang, tiba-tiba pria itu menarik tangannya dari arah belakang.


Aida berusaha melepaskan pegangan tangan itu, tapi percuma saja tenaga pria itu lebih kuat dibandingkan dengannya. Dan dengan terpaksa dia mengikuti langkah pria itu.


Pria itu pergi mengajak Aida menuju perpustakaan. Suasana disana sepi, tak ada seorang pun yang lewat. Aida jadi takut dibuatnya, dia takut pria itu akan berbuat macam-macam padanya.


Namun Aida berusaha untuk tetap tenang dan berprasangka baik pada pria itu. Ia pun duduk dihadapan pria yang menarik tangannya tadi.


"Aida, gue mau ngomong serius sama lo" ucap pria itu lembut pada Aida, Aida pun terkejut dibuatnya. karena dia tidak pernah mendengar pria ini berbicara lembut padanya.


"I iya kak silahkan ngomong aja" Aida gugup menanggapinya


"Lo mau ga jadi pacar gue?"


Deg


Saking terkejutnya, Aida langsung mendongakkan kepalanya menatap pria itu setelah dari tadi dia hanya menunduk


"M..m..maksud kakak apa ya?" bukan gugup lagi yang Aida rasakan sekarang. Melainkan bingung, kaget, deg-degan semuanya menjadi satu.


"Hmm, sebenernya gue tuh suka sama lo dari awal kita ketemu. Cuman gue ga berani bilang sama lo, jadi yaa selama ini gue ngasih hukuman ke lo itu biar kita bisa deket terus. Sorry juga udh nyiksa lo, gue tau cara gue emang salah. Tapi gue juga gatau apalagi yang harus gue lakuin selain cara itu" ucap pria itu menyesali perbuatannya


Ya. Pria itu adalah orang yang selama MOS ini selalu menyiksa Aida, yaitu Daffa sang ketua osis. Daffa ternyata melakukan semua itu bukan tanpa alasan, melainkan ingin dekat dengan Aida.


"Tapi kak, maaf saya ngga bisa nerima kakak. Saya ngerasa kayak dipermainin sama kakak, selama ini saya capek kak. Saya hampir putus asa karena disiksa sama kakak terus-terusan" ucap Aida sambil terisak karena tidak kuat lagi menahan air matanya.


Aida juga sekarang berusaha untuk sopan dengan yang lebih tua dengan tidak memanggilnya 'lo dan gue'


"Kalo soal maaf sih, insya allah saya udah maafin kakak. Tapi jujur kak, saya kecewa banget sama kakak. Cara kakak tuh salah banget menurut saya, kalo emang kakak sayang sama saya, bukan gini kak caranya" ucap Aida lagi setelah menjedanya tadi, air makanya pun semakin deras mengalir di pipinya


Daffa yang melihat itu pun menjadi tak tega, dia mendekati Aida dan menariknya ke dalam dekapan hangatnya. Aida hanya pasrah saja, mau melawan pun merasa tak mampu karena tiba-tiba dia merasa tubuhnya lemas sekarang.


"Maaf Aida, maafin aku" ucap Daffa sangat menyesal sambil mengelus punggung wanita yang disayanginya


Setelah merasa tenang, Aida pun melepaskan pelukan itu. Daffa langsung mengusap air mata yang berada di pipi Aida.


"Kakak mohon sama kamu, kamu pikirkan lagi, jangan ngambil keputusan sewaktu kamu lagi sedih. Aku mohon sama kamu kasih aku kesempatan yaa" ucap Daffa memohon

__ADS_1


Mendengan hal itu, membuat Aida berfikir dan luluh seketika dengan ucapan Daffa


"Yaudah kasih saya waktu 3 hari ya kak" ucapnya menatap Daffa yang seketika senang dibuatnya


"Oh iya makasih ya da" ucap Daffa dengan senyum yang merekah


Lalu Aida pergi duluan meninggalkan perpustakaan itu menuju gerbang sekolah.


Sesampainya disana, ternyata sang abang sudah menjemputnya. Aida pun langsung menghampiri Bang Adnan.


"Lo lama banget sih dek?! Abang nunggu udah setengah jam nih" seru Adnan kesal menunggu Aida sedari tadi


"Ihh maaf bang, tadi ada urusan sebentar" sesal Aida sambil menutup pintu mobil


Adnan tidak menanggapi Aida, dia malah melajukan mobilnya tanpa ada pembicaraan lagi diantara mereka.


......................


Sesampainya di rumah


"Kak, kok baru pulang jam segini?" tanya sang bunda


"Tau tuh bun, abang nunggu sampe setengah jam disana" kesal Adnan sambil melewati Aida dan Bunda menuju kamar


"Emang ada urusan apa sih kak? Sampe abang marah gitu. Kamu kan tau, abang orangnya gak suka nunggu" tanya bunda


"Hmm, itu bun. Tadi ada urusan sama kakak kelas, nanti deh biar Aida minta maaf lagi sama abang" jawab Aida menyesal


Aida pun langsung menghampiri kamar abangnya


Tok tok tok


"Abanggg" teriak Aida sambil mengetuk pintu kamar Adnan


"Apaan sih dek?!" kesal Adnan merasa terganggu


Aida pun langsung membuka pintu kamar tanpa menunggu izin terlebih dahulu


"Abang ihh, maafin Aida yaa. Kita jalan-jalan deh sekarang biar abang ga marah sama aku lagi" ucap Aida sambil bergelayut manja di lengan Adnan dan menunjukkan puppy eyes-nya

__ADS_1


"Ya udah iya abang mau. Udah sana ganti baju dulu" titah Adnan yang mulai luluh, karena dia pun butuh refreshing saat ini


"Uhh abang baik dehhh, makasih yaaaa" ucap Aida senang sambil mencium pipi kiri Adnan lalu beranjak pergi menuju kamarnya


Setelah Aida ganti baju dan shalat dzuhur, kemudian keduanya berangkat menuju mall.


Sesampainya disana, mereka menuju bioskop dan menonton film yang selama ini Aida inginkan.


Adnan sempat menolak, ia tidak menyukai film itu yang terkesan lebay menurutnya, karena film itu bergenre romantis dan Adnan tidak menyukai itu.


Namun Adnan pun akhirnya mengalah setelah melewati perdebatan panjang. Karena menurutnya berdebat dengan Aida hanyalah menguras emosi dan sia-sia saja.


Akhirnya mereka menonton film romantis tersebut, Aida teriak histeris setiap ada adegan romantis di layar besar depan sana.


Adnan yang merasa bosan, dia terus saja memainkan ponselnya dan sesekali dia memejamkan matanya.


Setelah selesai menonton film, mereka menuju restoran langganan keluarga.


Sesampainya disana, mereka langsung duduk di tempat yang terlihat cukup sepi. Lalu memesan beberapa makanan favorite mereka.


Adnan sedari tadi hanya diam dan cemberut saja, pasalnya ia merasa kesal pada Aida. Bukannya dia ingin refreshing, justru dia merasa stress karena keinginannya tidak terkabul tadi.


Aida yang melihat itu pun merasa kasihan dan kesal juga karena dari tadi abangnya hanya diam tak merespon apa yang ia ucapkan.


"Abangg, jangan ngambek lagi dong. Kayak anak kecil aja ihh"


"..." tak ada jawaban apapun dari Adnan membuat Aida juga kesal dan dia juga ikut diam seperti abangnya.


Disaat Aida diam dan menunggu makanan datang, tiba-tiba Aida teringat oleh ajakan sang ketua osis Daffa.


"Oh iya bang, Aida mau nanya deh. Abang pernah pacaran ga?"


Bersambung...


Kira-kira Bang Adnan ngasih jawaban apa yaa?


Ikuti terus ceritanya ya guys...


Jangan lupa like, comment, rate, and vote seikhlasnya yaa...

__ADS_1


__ADS_2