Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
I hate you mom.


__ADS_3

Gevan mengirim pesan kepada Adara.


"Sayang, kamu pulang duluan ya! Nanti aku pulang sama Brian."


"Iya sayang, aku lagi di boutique mama Stela. Nanti aku ke mami dulu gapapa?" Balas Adara.


"Gapapa sayang, aku paling nanti sore pulang."


"Yaudah, hati hati ya!"


"Iya sayang, kamu juga."


...Adara akan pergi menengok Ranti ke rumahnya, semenjak Adara pulang ia tidak berkabar lagi dengan Ranti....


...Sampainya di rumah Ranti, tanpa permisi Adara masuk begitu saja. Lalu ia tak sengaja memergoki Ranti bersama pria lain, yang mana status Ranti masih istri dari Fauzan....


"Mam.."


"Adara.. Kamu kok gak bilang dulu sama mami kalo mau kesini." Tanya Ranti, ia terkejut dengan kehadiran putrinya.


"Ternyata selama ini aku salah menilai mami."


...Laki laki tersebut akhirnya pergi karena merasa tidak enak....


"Adara, sayang dengar dulu penjelasan mami ya! Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan. Mami bisa jelasin sama kamu." Ranti terus saja memohon.


"Padahal aku sudah berusaha untuk menerima mami dengan apapun yang sudah mami lakukan sama papa dan aku. Tapi nyatanya setelah kejadian itu, mami masih belum bisa berubah." Tegur Adara.


"Sayang, mami cuma perlu suami untuk memenuhi kebutuhan mami. Karena saat ini mami sudah tidak mendapat nafkah dari Fauzan semenjak dia dipenjara." Ranti mencoba menjelaskan.


"Tapi mami belum bisa menikah lagi disaat keadaan mami tengah hamil. Bahkan mami masih ada ikatan kan sama Om Fauzan. Udah lah mam, biar aku yang bantu biayain mami sampai melahirkan nanti." Ucap Adara.


"Mami gak mau repotin kamu sayang, mami gak mau disebut ibu yang tidak tahu diri. Dulu mami ninggalin kamu sama papa kamu, sekarang mami malah memanfaatkan kamu."


"Yaa ga gini caranya mam, aku gak mau mami selamanya begini."


"Kamu masih kecil, kamu belum tahu rasanya jadi mami. Dari dulu kamu di manja oleh papa kamu belum pernah kan sekalipun kamu hidup susah."


"Kok mami ngomong gitu, walaupun aku hidup susah aku gak akan sampai jual diri."


Plakkk... dengan refleks Ranti menampar pipi Adara.


"Sayang, maaf mami tidak sengaja."


"Mam, ini terakhir kalinya kita bertemu. I hate You." Adara berlari keluar dari rumah itu lalu mengemudikan mobilnya dengan cepat.


"Gimana kalo sampai Adara ngadu sama Wisnu.." Ranti nampak gusar.


...Adara mengemudikan mobilnya dengan cepat, tak sengaja Brian melihat mobil yang di kemudikan oleh Adara....


"Van, itu mobil bokap Lo kan." Tunjuk Brian.

__ADS_1


"Itu Adara yang bawa, kenapa ngebut banget ya. Susul Brian biar gue telpon Adara." Gevan memerintah.


...Brian menambah kecepatan mobilnya untuk menyusul Adara, sementara itu Gevan mencoba menelpon Adara namun tidak ada jawaban. Mereka terus mengikuti Adara....


"Mami jahat banget.. aku benci mami.." Adara terus menangis histeris.


...Lalu ia berhenti disebuah danau yang asri, dikelilingi pepohonan yang tertiup angin sepoi-sepoi. Lalu Adara turun dari mobil dan mendekati danau tersebut....


"Aaaarggrrrh, I hate you mom..." Adara teriak sekencangnya. Lalu Adara duduk direrumputan, seketika tubuhnya terasa lemas.


...Brian menghentikan mobilnya, lalu Gevan berlari mendekati istrinya yang sedang histeris....


"Hei, sayang." Gevan memeluk Adara, lalu ada menangis sejadinya.


"Van.."


"Apa yang terjadi sama kamu sayang, cerita sama aku." Gevan mencium rambutnya dan mengusap pipinya. Berharap bisa menenangkan istrinya.


"Kenapa mami jahat sama aku, salah aku apa. Apa aku anak yang tidak diinginkan? Dari dulu sampai sekarang dia belum pernah membuat aku merasakan mempunyai seorang ibu." Ucapnya lirih.


"Kamu masih ada aku sama mama sayang, mama sayang banget sama kamu. Jangan merasa kamu tidak diinginkan, dengan adanya kamu di dunia ini membuat papa kamu dan aku bahagia sayang." Gevan berusaha meyakinkan Adara.


"Hati aku sakit banget Van, mami nampar aku."


...Gevan melihat pipi Adara yang memerah, lalu ia merasa emosi melihat itu. ...


"Orang tua macam apa beraninya nampar anak perempuan, Adara biar aku temui mami kamu sekarang. Tidak ada satu orang pun yang berhak nyentuh kamu apalagi sampai menyakiti kamu." Ucap Gevan berapi api.


"nggak Van, aku memutuskan untuk tidak menemui mami lagi. Entah sampai kapan yang jelas saat ini aku tidak ingin bertemu mami." Ucap Adara, tangisnya mulai mereda.


Adara hanya terdiam.


Gevan menelpon Wisnu.


"Yaa Gevan ada apa?."


"Pa, aku perlu bicara."


"Boleh, kapan?"


"Nanti malam, papa bisa kerumah atau aku yang kesana ."


" Biar papa yang ke sana, kamu dirumah sendiri apa di rumah mas Bimo?."


"Aku masih di rumah papa Bimo, kalo papa mau ke rumah kabarin ya! Aku tunggu."


"Ada apa sebenarnya Gevan? Adara baik baik saja kan?"


"Gak enak ngobrol di telpon pa, lebih baik kita bicara langsung."


"Yasudah kalian tunggu disana nanti papa kesana."

__ADS_1


"Baik pa, terimakasih."


"Sama sama Gevan."


...Wisnu menutup telponnya, lalu Gevan meminta penjelasan saat Adara sudah mulai tenang. Dan Adara menceritakan semua yang terjadi di rumah Bimo yang ditempati Ranti....


"Sabar ya Adara, aku tahu sakit rasanya jadi kamu. Tapi ada Gevan yang selalu berada di samping kamu." Kata Brian.


"Aku bersyukur saat ini dikelilingi oleh orang orang baik, bahkan papa sudah menemukan wanita yang baik juga. Untuk saat ini aku merasa tenang berada dalam keluarga ini." Ucap Adara.


"Udah sayang, it's okay. Kamu punya mama, bahkan dia lebih sayang kamu dibanding aku." Canda Gevan.


"Iya lagi, mama sayang banget sama aku. Berasa aku yang anaknya." Kata Adara sembari tersenyum kecil.


"Dari dulu mama pengen banget dapet anak cewek, eh malah dapetnya mantu cewek." Timpal Gevan.


"Adara, yang sebenarnya gak diinginkan itu Gevan tahu." Brian tertawa keras.


"Bangsat Lo." Ucap Gevan spontan.


"Sayang, bahasanya itu loh." Tegur Adara.


"Rasain tuh." Sindir Brian.


Gevan mendapat pesan dari Mona.


Unknown nomber..


"Gimana kamu udah buat keputusan? Bahkan aku sudah punya bukti yang lebih akurat."


...Melihat notifikasi itu, Gevan segera mematikan ponselnya kemudian mengajak Adara untuk pulang....


"Ada yang kirim pesan sayang."


"Nggak sayang, ini cuma pemberitahuan kuota aku sayang."


"Gitu ya."


"Kita pulang yuk! Nanti papa datang ke rumah." Seru Gevan.


"Mulai lagi ni si gila." Gumam Brian.


"Iya, Brian makasih ya udah antar Gevan. Kita pulang dulu." Kata Adara.


"Iya Adara."


...Adara masuk ke mobil, sementara Gevan masih diluar bersama Brian....


"Brian, Mona chat lagi. Katanya ada bukti baru."


"Nanti kita ngobrol lagi di telpon." Ucap Brian.

__ADS_1


"Oke, gue pulang dulu."


...Lalu Gevan masuk ke mobil dan mengemudikan mobilnya, di susul oleh Brian namun di tengah perjalanan Gevan dan Brian berbeda arah lalu berpisah....


__ADS_2