Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Adara pulang


__ADS_3

"Santai bro! Ucap Excel


"Kita kesini bawa sesuatu buat lo." Timpal Brian.


"Paan? Jawab Gevan ketus


Ting.. Ting.. Suara dua botol beradu membuat Gevan senang kemudian moodnya seketika berubah.


"Gue suka yang gini gini," Ucap Gevan dengan mata berbinar seperti anjing melihat tulang.


Kemudian mereka seperti pesta minuman disana. Sesaat pikiran tentang dua wanita yang memusingkan itu hilang selagi masih terpengaruh oleh minuman.


Semalaman mereka mabuk berat. Sampai keesokan harinya Adara pulang untuk berganti pakaian. Dan melihat dirumah ada tiga pemuda yang tengah tidur pulas. Dan salah satunya ialah Gevan suaminya.


"Yaampun! Gevan." Teriak Adara membuat Gevan terbangun dan merasakan pusing.


"Berisik amat si! Gerutu Gevan.


"Bangun! lihat ini jam berapa! nanti papa marah kalo kamu belum berangkat kerja jam segini Van." Tegur Adara membuat kedua temanya bangun.


"Hah, ini jam berapa? Tanya Brian kaget.


"Udah jam 9 pagi! Ucap Adara sambil pergi ke kamarnya.


Saat Adara sudah berjalan ke atas, Gevan, Brian dan Excel melihat ke jam tangannya dan waktu menunjukan pukul 6 Pagi.


"Adaraaa... " Teriak tiga pemuda tersebut.


Kemudian Adara langsung berlari ke kamarnya dan Gevan lari menyusul istrinya yang telah menjahilinya.


Saat Adara hendak ke kamarnya ia melewati kamar Clara dan saat ia ingin masuk tiba tiba Gevan datang.

__ADS_1


"Dia sudah pergi! bisik Gevan ke telinga Adara.


Adara hanya terdiam.


"Maafkan aku ya Adara. Aku sudah membuat hati kamu sakit." Gevan berbisik di telinganya sembari memeluknya dari belakang.


"Sshhhh. Van udah cepetan mandi aku mau ganti baju dulu baru siapin sarapan buat kamu." Ucap Adara


"Iya, tapi kamu maafin aku kan? Please." Ucap Gevan memohon


"Iya.." Adara mengangguk dan Gevan langsung tersenyum dan Adara pun ikut tersenyum.


Mereka siap siap untuk pergi ke kantor dan akan sarapan terlebih dahulu.


"Lho, temen temen kamu mana Van? tanya Adara.


"Kita disini, maaf pinjem kamar mandi gak bilang bilang dulu hehe." Ucap Brian dan Excel cengengesan.


"yaudah kita sarapan dulu yuk! Aku udab buatin nasi goreng untuk kalian." Ucap Adara.


"Aku anterin kamu ke kantor ya! Sarah Gevan


"Adara ikut gue aja, kan kita sekantor." Timpal Brian.


"Enak aja lo! Udah sana berangkat." Sungut Gevan.


"Hmm oke oke."


Adara hanya tersenyum melihat mereka, kemudian Adara masuk ke mobil Gevan dan mereka berangkat kerja.


"Makasih ya kamu udah anterin aku! Ucap Adara.

__ADS_1


"Sayang, aku ini suami kamu ya wajar dong kalo anterin kamu setiap berangkat kerja atau jemput kamu setelah pulang kerja." Sahut Gevan.


"Iyaa." Kemudian Adara mengulurkan tangannya untuk mencium tangan Gevan.


Gevan memberikan tangannya dan di cium oleh Adara, kemudian Gevan mencium kening Adara membuat Adara punya harapan bahwa Gevan mulai mencintainya.


Saat Adara hendak keluar mobil "I Love You." Kata itu keluar dari mulut Gevan membuat Adara senang setengah mati.


Adara hanya tersenyum dan langsung masuk ke kantornya. Disana ia langsung disuguhkan dengan jadwal jadwal meeting menemani Brian.


"Dara, hari ini apakah ada jadwal untu saya meeting diluar maupun di dalam kantor? tanya Brian.


"Ada pak, kalo untuk di luar kantor kita punya waktu untuk siang ini dan nanti sore, sementara untuk di dalam kantor kita punya dua waktu, pagi ini sama setelah selesai meeting di luar kantor." Jelasnya panjang lebar


"Wow, oke lumayan juga ya. Jadi sekarang kita tunggu Klien yang datang pagi ini. Kamu boleh ke ruangan kamu." Ucap Brian.


"Baik pak, saya pergi dulu."


Adara meninggalkan ruangan Brian dan langsung pergi ke ruangannya. "Baru beberapa hari kerja tapi kerasa banget lelahnya." Gumam Adara.


Hari ini hari yang sungguh melelahkan untuknya, Terlebih lagi baru pertama kalinya ia kerja kantoran dan langsung mengurus hal hal seperti ini.


Sementara di kantor Gevan..


"Permisi pak, di luar ada yang ingin bertemu dengan bapak! Ucap sekertaris Gevan.


"Siapa? tanya Gevan.


"Ibu Clara." Ucap sekertaris itu.


"Saya lagi sibuk, tunggu setelah jam makan siang." Ucap Gevan.

__ADS_1


"Baik pak." Ucap sekertaris itu dan langsung bertemu dengan Clara.


Gevan bingung, kenapa Clara harus datang lagi kepadanya, bukannya semalam ia sudah sepakat untuk mengakhiri hubungannya dengan Gevan.


__ADS_2