Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Bersikap baik


__ADS_3

Mereka sarapan bersama~~


"Dara, berangkat bareng sama aku aja." Ucap Gevan sambil mengunyak makanan.


"Van, makan dulu nanti bahasnya." tegur Adara


Gevan langsung menghabiskan makananya dan langsung mengajukan pertanyaan untuk Adara.


"Gimana? kamu mau kita berangkat bareng! Ajak Gevan.


"Gausah gapapa, aku berangkat sendiri aja! kamu berangkat sama Clara aja. Kan biasanya juga gitu! Sindir Adara.


"Tapi aku maunya nganterin kamu! Gapapa ya? Pinta Gevan.


"Oke, Tapi nanti jemput aku, Ya! takutnya aku lembur lagi." balas Adara.


"Siap bosque!


Gevan berangkat bersama Adara tanpa menganggap adanya Clara. "Sialan, kayaknya Gevan mulai tertarik sama Adara! Gue harus berbuat sesuatu! tekan Clara.


Sampainya di kantor ~~


**Gevan bertemu dengan Brian tidak sengaja, "Bro," Sapa Gevan ke Brian "Jangan buat Adara terlalu capek ya! kasian semaleman gak tidur kayaknya mikirin kerjaan." Ejek Gevan

__ADS_1


"Van, apaan si! nggak pak Brian jangan dengerin Gevan! dia aja kali yang gak bisa tidur mikirin Clara." Sindir Adara membuat Gevan tertunduk malu.


Brian tersenyum tipis, "Tenang aja! Dia selalu gue temenin kok Van, Masih dalam bimbingan gue." Timpal Brian.


"Sialan lo."


Gevan pergi ke kantornya setelah mengantar Adara. Dan di hadang oleh mobil Clara sehingga menghalangi jalan untul mobil Gevan**.


"*Clara? Teriak Gevan.


Clara turun dari mobilnya dan langsung menghampiri Gevan dengn raut wajah kesal. Ia langsung menampar Gevan dengn keras.


"Clar, apa-apaan si kamu? Tegur Gevan sambil mengelus pipinya yang kena tampar.


"Dia istri aku, Clar. Wajar dong kalo aku berbuat seperti itu! Apa kamu mau sampai aku kehilangan warisan aku karena gak memperlakukan Adara dengan baik." Jelasnya.


"Tapi gak di hadapan aku juga dong! sakit tau!


Gevan langsung memeluk Clara, "Maafin aku sayang, aku janji gak bikin kamu cemburu lagi, ya! Ucap Gevan.


Itu seperti penenang untuk Clara, ternyata ia salah duga kepada Gevan. Lalu Clara membiarkan Gevan untuk pergi ke kantornya.


Seperti bisa, ia disuguhkan dengan kerjaan yang menumpuk, itu akan selesai kalo ayahya sudah pulang dari luar kota*.

__ADS_1


**Jam makan siang~~


"Dara, kita makan bareng yuk! Udah jam nya makan siang."Ajak Brian.


"Iya pak, nnti bareng aja sama karyawati lainya, Gak enak kalo kita makan berdua nanti muncul berita yang gak jelas." Adara menolak secara halus


"Yaudah, aku makan duluan ya." Ucap Brian.


"Iya pak."


Brian makan duluan, sementara Adara menunggu karyawan lain untul makan siang. Karena biasanya banyak yang mengajaknya makan siang.


Malam pun tiba waktunya Adara pulang, Brian menawarkan tumpangan untuk Adara, namun ia memilih untuk menunggu Gevan untuk menjemputnya.


Namun sampai jam 9 Gevan belum juga menjemputnya, "Ah, mungkin Gevan belum pulang dari kantornya." Gumamnya


Di rumah**~~


*Saat Gevan hendak menjemput Adara. Clara mengahalanginya dengan cara berdandan sexy sehingga, membuat Gevan melihatnya melongo dan merasa terhipnotis oleh ke sexy-an Clara.


Tubuhnya mampu membuat Gevan untuk tidak pergi dan seakan lupa kalo ia harus menjemput istrinya.


Gevan dan Clara bercumbu, dan Gevan asyik menikmati tubuh Clara dengan penuh semangat. Seakan membuyarkan pikirannya tentang pekerjaannya.

__ADS_1


Waktu mulai menunjukan pukul 22:15 namun Gevan belum juga sampai, lalu Adara memutuskan untuk jalan kaki*.


__ADS_2