Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Menyesal


__ADS_3

Di kamar hotel...


Tiffany yang sedang istirahat terlihat senang karena ia bisa kembali dekat dengan gevan, Walaupun Gevan sedikit lebih dingin kepadanya.


"Gak nyangka gue bisa Deket lagi sama Gevan, bisa bisanya Gevan khianati istrinya demi gue."Gumamnya dengan raut wajah yang berseri-seri.


Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya Gevan datang dengan membawa sedikit makanan untuknya.


"Fan, aku bawa makanan. Kamu pasti lapar."Ucap Gevan


"Makasih ya van, tau aja kalo aku lapar."Kata Tiffany.


"Yaudah kita makan bareng."Seru Gevan.


Gevan yang masuk lewat kamarnya karena ia memesa hotel dengan fasilitas connecting room, membuka makanannya dan menyantapnya bersama Tiffany.


"Aku seneng deh Van, aku bisa liburan bareng kamu. Ya walaupun cuma di hotel, tapi setidaknya aku bisa berduaan dengan kamu."Kata Tiffany.


"Iya fan,"Sahut Gevan.


"Kamu ijin dulu sama istri kamu?."Tanya Tiffany.


"Kalo kita lagi berdua, jangan bahas orang lain."Cetus Gevan.


Tiffany hanya terdiam.


"Gini ya Tiffany, nanti kalo kamu bahas istri aku yang ada aku jadi ingat dia terus. Rasa bersalah terus mengikuti aku, jadi aku mohon jangan sekali lagi bahas tentang dia ya."Seru Gevan.


"Iya deh Van, maaf ya! Kata Tiffany.


"Yaudah ayok di makan, biar kamu cukup tenaga buat layanin aku."Timpalnya.


Tiffany tersenyum,"Jadi kamu mau ini? Tanya Tiffany membuka bajunya.

__ADS_1


"Gak sekarang juga Tiffany."Gevan tersenyum nakal.


Tiffany menghampiri Gevan dan duduk dipangkuannya. Gevan memeluk Tiffany dan membantu membuka bajunya.


Tiffany dan Gevan berciuman sangat panas, keduanya menggebu-gebu.


Entah apa yang ada dipikiran Gevan saat ini, diluar ia senang senang bersama wanita lain. Sementara di rumah istrinya merasa tidak enak hati menunggu kabarnya yang sedari pagi tidak menghubunginya bahkan hanya sekedar mengabarinya.


"Van, lakukan apa yang kamu mau! Lakukanlah aku rela untuk membaginya kepadamu."Ucap Tiffany ke telinganya membuta Gevan semakin memanas.


"Iya Fan, aku akan melakukannya."Ucap Gevan menciumi dadanya.


Ia terus menyusurinya ke bawah, membelainya dengan lembut dan menciumi bulatan putihnya, memberikan tanda merah. kemudian tangannya tidak tinggal diam, ia memainkan tangannya dan membuka semua bajunya. Namun saat Gevan ingin memasukan miliknya ke milik Tiffany, tiba tiba.


Deg!!!!


Flashback, percakapan Gevan dan Adara.


"Aku janji akan mempertahankan pernikahan ini, aku mencintai kamu Adara aku tidak ingin kita berpisah. Aku sadar bahwa hidupku membutuhkanmu sayang. Maafkan aku atas semua kesalahan yang telah aku lakukan."Ucap Gevan memohon.


"Van, kamu mau kemana? Teriak Tiffany yang bingung dengan sikap gevan.


Namun Gevan tidak menghiraukannya, ia langsung mengunci pintunya.


"Apa yang sudah aku lakukan, Ya tuhan."Sesal Gevan.


Tanpa pikir panjang, Gevan langsung menghubungi Adara.


"Hallo sayang."Ucap Adara.


"Hallo sayang, maaf ya aku gak ngabarin kamu. Tadi setelah sampe sini aku langsung pergi ke proyek pembangunan."Ujarnya.


"Iya gapapa sayang, syukur deh kamu udah sampe dengan selamat sayang."Ucap Syukur Adara.

__ADS_1


"Ya Tuhan, Adara begitu mencemaskan keselamatan gue, sementara disini gue mengkhianatinya."Gumam Gevan.


"Hallo, sayang ... Kamu kok diem aja?Tanya Adara.


"Ini sayang, aku lagi nulis laporan dulu. Oh iya tadi aku ketemu sama Anjani di pesawat. Ternyata dia kesini juga."Kata Gevan berkata jujur agar Adara tidak merasa curiga.


"Oh ya? Wah kebetulan banget ya sayang."Ucap Adara


"Iya sayang, oh iya kamu baik baik aja kan? Aku kangen sama kamu."Ujarnya.


"Aku baik kok sayang, sama aku juga kangen. Tapi kan ini gak lama sayang."Kata Adara menenangkan.


"Iya sayang, aku gak sabar pengen pulang terus peluk kamu."Ucap Gevan dengan meneteskan air mata karena rasa bersalahnya.


"Iya sayang, nanti kalo udah sampe sini kamu aku peluk ya." Ucap Adara sambil tersenyum.


"Yaudah, aku selesain kerjaan aku dulu. Nanti kalo udah selesai aku kabarin ya!."Seru Gevan.


"Iya sayang."


Gevan menutup telponnya dan menyimpannya di ranjang, ia nampak menyesal telah melakukan ini kepada istrinya yang jelas jelas ini merupakan kesempatan kedua untuknya.


"Maafin aku sayang."ucap Gevan lagi lagi meneteskan air matanya.


Sementara itu di kamar sebelah, Tiffany nampak kesal dengan tingkah Gevan. ia seakan berkepribadian ganda.


"Kenapa ya Gevan tiba tiba pergi.."Gumam Tiffany penuh tanya


.


.


.

__ADS_1


Malam pun tiba, Tiffany memutuskan untuk menemuinya besok, karena sekarang pintunya di kunci dari kamar Gevan dan telponnya pun tidak di angkat.


"Gue harus pulang tanpa Tiffany, besok gue akan pulang."Gumam Gevan dan langsung memesan tiket untuk pulang ke Jakarta.


__ADS_2