
Besoknya, Adara pulang dari rumah sakit menuju rumahnya. Disepanjang jalan Adara terus menatap ke arah Gevan dan membuatnya tersipu malu.
"Makasih ya,Van! kamu udah nemenin aku dari semalem sampe sekarang kamu izin untuk gak masuk kantor." Ucap Adara memecah keheningan di dalam mobil.
"Sama-sama sayang, lagian ini gak seberapa kok dibanding dengan perlakuan aku ke kamu; "Gevan menggenggam tangan Adara.
"Udah jangan dibahas, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik agar kamu gak terjerumus lagi sama kesalahan yang sama." Balas Adara.
Sesampainya di rumah, tanpa feeling apapun Adara masuk kedalam rumah, melihat ke meja makan sudah banyak makanan yang dihidangkan. seseorang keluar dari dapur.
"Clara? Adara melihat Clara keluar dari dapur.
"Hai, selamat datang di rumah kamu." Ucap Clara tersenyum lebar.
"kamu ngapain disini?
"Aku sengaja siapin ini buat kamu dara! aku tahu kamu pasti masih lemas kan jadi gak mungkin untuk menyiapkan ini semua apalagi untuk melayani suami kamu kalo mau ke kantor! Clara tersenyum
Tak lama Gevan datang dan kaget melihat Clara berada dirumahnya.
"Clara? kamu ngapain disini? Tanya Gevan kaget.
__ADS_1
"Hai Van! aku sengaja datang kesini untuk masakin kamu, kalo Adara gak mungkin deh kayaknya! secara kan dia sakit sakitan." Ucap Clara dengan tatapan tajam ke Adara.
"CUKUP,!!! Teriak Adara "Aku mau istirahat, Van kamu urus pacar kamu! Adara meninggalkan mereka berdua
"Clara, mending sekarang kamu pergi dari sini! Please, Adara saat ini lagi ada masalah sama kesehatannya." Ucap Gevan dengan tangan menunjuk ke arah pintu.
"Tapi Van!!!!
Gevan meninggalkan Clara dan menuju ke kamar Adara. Ia melihat air mata di pipi Adara dengan wajah pucatnya.
"Sayang, sungguh aku tidak tahu apapun soal Clara, bagaimana dia bisa sampai sini. Aku.."
"Aku mau istirahat, tolong tinggalin aku sendiri Van." Adara memotong omongan Gevan.
Sementara itu, di kamar Adara melamun dan sempat memikirkan untuk berpisah dengan Gevan.
...Gevan pergi ke rumah orang tuanya untuk meminta solusi atas masalah yang menimpa dirinya dan rumah tangganya....
"Ma, aku benar benar bingung sama masalah aku! aku harus bagaimana ma? Gevan menyampaikan keluhannya kepada ibunya.
"ini semua terjadi karena kamu Van, kamu yang memulai ini semua! kalo kamu sayang sama Clara harusnya kamu gak perlu Nerima perjodohan dengan Adara. Tapi apa? kamu bersedia kan menikah dengan Adara karena alasan warisan. Itu berarti cinta kamu sama Clara itu cuma sesaat." Ucap Anggita.
__ADS_1
...Gevan mencerna perkataan demi perkataan yang terlontar dari mulut ibunya....
"Sekarang gini deh, semua keputusan ada di kamu! Mama cuma bisa berdoa supaya hati kamu dan fikiran kamu dibukakan oleh tuhan. dan kamu bisa memilih apapun yang terbaik untuk hidup kamu.!
"Mama benar! aku adalah laki laki dan aku akan tanggung jawab atas apapun yang aku perbuat. Aku gak bisa terus terusan menyakiti hati Adara."
Saat keluar dari rumah orang tuanya, Gevan sudah memutuskan untuk memilih salah satu diantara dua wanita itu.
...Saat sampai di rumahnya....
"Van, Aku mau bicara sama kamu." Kedatangan Gevan disambut oleh Adara yang tengah duduk di ruang tengah.
"Bicara apa sayang?
"Aku mau kita pisah!!
"Adara? apa kamu bercanda?
"Aku sudah yakin dengan keputusanku. dengan ini kamu bisa lebih leluasa pacaran sama Clara bahkan untuk menikah." Ucapan Adara membuat Gevan bak disambar petir.
"Sayang, kita bisa bicarain ini dulu sebelum kamu ambil keputusan. Sekarang aku sadar kalo kamu adalah cinta sejati aku, aku datang ingin membuat keputusan bahwa aku akan pilih kamu! Ucap Gevan dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Tadi Clara datang kesini, dia bilang kalo dia hamil." Adara meneteskan airmatanya lagi.
...Deg! Gevan hancur mendengar perkataan Adara yang menyatakan bahwa Clara hamil olehnya. Sesuatu yang mungkin memang terjadi....