Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Memaafkan


__ADS_3

...Adara dan Clara bertemu di cafe yang telah mereka tentukan sebelumnya. Setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu kembali....


"Hai, Adara." Sapa Clara lalu cipika-cipiki.


"Hai, Clara. Kamu apa kabar." Tanya Adara.


"Aku baik, tapi hubunganku dengan lucky yang gak baik." Sahut Clara.


"Kenapa? Bukannya kalian akan menikah dalam waktu dekat." Ucap Adara.


"Iya tapi mama belum kasih restu sama kita Ra, keluarga lucky pun tidak ada yang datang kerumah untuk meminta aku menikah dengan lucky." Jelas Clara.


"Clara, aku gak tahu kalo masalah kamu serumit ini. Aku kira kalian sengaja gak ngundang kami ke pernikahan kalian." Kata Adara.


"iya Ra, aku bingung banget harus bagaimana. Disatu sisi aku cinta sama Lucky dan lucky juga sedang berjuang untuk mendapatkan restu dari keluarganya." Clara berubah menjadi murung.


"Kamu yang sabar ya! Nanti aku coba bilang sama mama Stela dan papa Wisnu. Semoga saja mereka dapat membuka hatinya." Adara mencoba menenangkan Clara.


"Yaa semoga.. Oh ya gimana hubungan kamu sama Gevan, baik baik aja kan?" Tanya Clara.


"Untuk sekarang kita baik baik aja Clara, Tapi ada sesuatu yang harus kita selesaikan."


"Apa itu? maaf bukannya aku mau ikut campur."


"Gapapa Clara, saat ini Tiffany masuk dalam hubungan aku sama Gevan." Jelas Adara.


"Tiffany, kenapa sama dia?"


"Sejak pertemuan kita malam itu, Gevan mendekati Tiffany lagi. Bahkan sampai Gevan berbohong dan pergi ke Yogyakarta berdua. Tapi belum sempat mereka berhubungan Gevan memutuskan untuk pulang karena merasa kasihan sama aku." Jelas Adara.


"Lalu Gevan pulang dan kebahagiaan kita bertambah karena aku hamil saat itu, sampai Excel berani akan melecehkan dan menganiaya aku sampai aku keguguran. Dan pada saat itu aku tahu tentang hubungan Tiffany dan Gevan." Sambung Adara lagi.


"Yaampun serius Adara? Kenapa kamu gak kabarin aku, kalo kamu butuh aku pasti datang. Dan aku gak nyangka Tiffany bisa melakukan itu." Seru Clara.


"Saat itu keadaan aku sangat terpuruk, bahkan untuk pegang ponsel pun aku gak bisa. Aku berniat meninggalkan Gevan hingga saatnya Gevan mengalami kecelakaan parah." Adara menceritakan situasi yang terjadi saat itu.


"Gevan bodoh banget udah khianati kamu, padahal kamu orang baik." Kata Clara.


"Iyaa, tapi aku berusaha untuk memaafkan dia. Hingga saat ini Tiffany datang mengaku hamil anak Gevan."


"Emang goblok Tiffany, nggak tau aja dia itu cuma simpanan om om, makannya dia bisa jalan jalan ke luar negeri dan tinggal di apartemen mahal." Gerutu Clara.


"Ini serius Clar? aku kira cuma rumor doang."Sahutnya.


"Adara hampir semua yang pernah temenan sama dia tahu kelakuan Tiffany."

__ADS_1


"Berarti rumor sama om Reno beneran?"


"Reno.. Kamu kenal sama Om Reno?" Tanya Clara.


"Om Reno itu teman bisnis papa Bimo, Brian memberikan aku cuplikan Vidio saat anaknya Om Reno melabrak Tiffany." Jelas Adara.


"Aku tahu sekilas tentang Tiffany dan Om Reno, Bahkan aku pernah melihat mereka ada di hotel Harmony berjalan beriringan." Clara mencoba mengingat sesuatu.


"Oh yaa, aku harus cari tahu semuanya. Ini semua untuk keselamatan rumah tangga kami Clar. Kamu bisa bantu aku?" Tanya Adara.


"Kalo aku bisa, aku siap bantu kamu." Clara mengusap tangan Clara.


"Makasih ya Clara, meskipun hubungan kita berawal dari ketidak baikan tapi kamu akhirnya bisa menerima aku sebagai saudara kamu."


"Adara, awalnya aku memang merasa marah sama kamu karena sudah merebut Gevan dari aku. Tapi aku sadar kalo hubungan aku sama Gevan sebelum ada kamu pun sudah berantakan, dan itu mungkin itu pertanda kalo aku sama Gevan memang tidak berjodoh." Ucap Clara membuat Adara tersentuh.


"Makasih yaa Clara."


"Iya sama sama, dan aku pun melihat perubahan Gevan saat dia mengenal kamu."


"Gevan banyak berubah Clara."


"Yaa karena dia sudah menemukan rumah untuk dia pulang."


...Gevan memutuskan untuk makan siang di restoran dekat kantor, ia sudah meminta izin kepada Adara sebelumnya....


...Gevan mendapat pesanan makannya, saat ia sedang asyik menikmati makanannya. Ada seorang wanita yang duduk di tepat di hadapannya. Lalu wanita itu memberikan rekaman suara....


Isi rekaman tersebut.


"Sebenarnya anak ini adalah anak dari Sugar Daddy yang disembunyikan identitasnya. Tapi gue gak mau dia tanggung jawab, gue maunya Gevan yang tanggung jawab." Jelas Tiffany.


"Mona." Kata Gevan.


"Kalo kamu mau rekaman ini kamu harus temenin aku di club yang biasa kita datangi. Gak macam macam kok, kamu cuma harus temani aku mabuk dan pesta." Mona memberi syarat.


"Jangan gila kamu Mon, aku sudah tidak mabuk lagi."


"It's okay, kalo kamu gak mau aku akan hapus rekaman ini. Dan kalo kamu menyetujuinya aku bisa bantu kamu cari siapa ayah anak yang Tiffany kandung." Mona memberikan kesepakatan.


"Beri aku waktu." Ucap Gevan.


"Oke, selagi aku cari bukti lain kamu harus mutusin dalam waktu satu Minggu." Ancam Mona.


...Lalu Mona meninggalkan Gevan, dan Geva pun sudah tidak berselera untuk melanjutkan makan siangnya....

__ADS_1


"Gue harus ngapain ya, gue bingung." Gumamnya. Lalu Gevan mengirim pesan kepada Brian.


Isi pesan..


"Brian, gue perlu bicara sama Lo." Pesan Gevan.


"Kapan?" balas Brian.


"Nanti gue kabarin lagi." Balas Gevan kembali.


Gevan memutuskan untuk kembali ke kantor.


Sementara itu..


...Hesti, istri Reno memutuskan untuk pergi ke rumah ibunya. Ia merasa tidak enak hati tinggal bersama suaminya untuk saat ini. Ia membawa anaknya yang terakhir....


"Saskia, mama pergi untuk sementara waktu ya! Kamu selesaikan sekolah kamu dulu disini." Kata Hesti sembari menangis.


"Mah, mama jangan tinggalkan aku sama papa. Aku ingin ikut mama." Sahut Saskia.


"Maafkan mama sayang, untuk saat ini mama perlu menenangkan diri sejenak. Untuk merenungkan salah mama dimana hingga papa kamu mendua."


"Mama jangan bilang kalo mama salah, ini murni salah papa. Dia yang kurang bersyukur." Ucap Saskia penuh dengan amarah.


"Sayang, mungkin papa kamu bukan suami yang baik. Tapi percayalah dia adalah sosok ayah yang sempurna untuk anaknya." Hesti masih saja memuji Reno.


"Sayang.. Kamu mau kemana?" Tanya Reno yang baru saja sampai.


"Mas, aku harus pergi untuk sementara waktu ini. Aku akan merenungkan ini semua. Berbahagialah dengan kekasih kamu saat ini. Aku akan membuat keputusan untuk pernikahan kita." Ucap Hesti.


"Sayang, aku mohon kasih aku kesempatan untuk hubungan kita. Aku berjanji akan memperbaiki semuanya sebelum terlambat. Hubungan aku sama dia belum terlalu dalam sayang, Tolong kasih kesempatan aku sekali lagi." Reno memohon hingga berlutut dihadapan Hesti.


"Mas, sudah cukup untuk ini. Aku selalu berusaha untuk tutup mata dan telinga agar tidak percaya omongan diluar sana. Tapi untuk kali ini aku capek. Aku mau hidup tenang tanpa memikirkan kamu diluar bersama wanita lain." Ucap Hesti yang sudah muak.


"Sayang, ia aku paham. Tapi tolong ini yang terakhir kalinya aku memohon sama kamu. Ini semua demi pernikahan kita dan anak anak sayang. Aku bersumpah untuk setia sama kamu sampai akhir hayat." Ucap Reno berusaha meyakinkan Hesti.


Hesti kembali ke kamarnya dengan membawa koper dan anak bungsunya. Sementara itu Saskia terus saja menangis melihat kedua orangtuanya yang sedang bertengkar. Disisi lain Saskia merasa kasihan terhadap ibunya, tapi tidak ada yang bisa memisahkan antara anak dan ayah ini.


Saskia memeluk Reno.


"Pa, berjanjilah untuk tetap setia sama mama. Agar aku tidak takut mempunyai hubungan dengan laki laki di masa depan." Pesan Saskia.


"Maafkan papa nak, tanpa papa sadari telah membuat luka di hati kalian. Papa benar benar menyesal." Reno memeluk erat anak sulungnya.


...Hesti menyimpan kembali baju bajunya ke tempat asalnya. Ia berpikir untuk memberi kesempatan kedua untuk suaminya, walaupun ia tahu gelas pecah tidak dapat dikembalikan ke bentuk yang semula. walaupun tetap menjadi gelas akan ada goresan goresan digelas tersebut. ...

__ADS_1


__ADS_2