Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Tingkah aneh


__ADS_3

Tiffany bergabung dengan yang lainnya, Clara menatap tajam ke arah Tiffany. Tak lama setelah itu Gevan datang dengan raut wajah yang senang.


"Kalian udah mau balik? Tanya Gevan.


"Iya nih, udah malem kasian juga anak orang." Ucap Brian. Diapun di sikut oleh Sonya.


"Yaudah kita pulang duluan ya! makasih untuk makan malamnya." Ucap Sonya kali ini.


"Sama sama Sonya, lain waktu kita bikin rencana lagi buat makan makan kek gini." Kata Adara.


"Iya, next time kita bikin jadwal lagi ya." Timpal Clara.


"Oke kalo gitu, see you next time." Brian menggandeng tangan Sonya dan pulang.


Disusul oleh Lucky dan Clara yang pamit untuk pulang.


"Dara, aku pulang ya! Ucap Clara.


"Iya Clar, titip salam buat mama sama papa ya! Aku udah lama gak ketemu soalnya."Adara menitipkan salam.


"Iya Dara, yaudah aku pamit ya." Clara memeluk Adara.


"Kita pamit ya Ge."Ucap Lucky.


"Yoi, hati hati bro."Sahut Gevan.


"Kita pulang juga yuk cel. Udah malem."Tiffany menimpal.


"Iya Fan, kita pamit ya Ge, makasih juga loh dara udah masakin makanan yang enak buat kita."Ucap Excel.


"Sama sama, hati hati ya! Sahut Adara.


"Gevan, aku pulang ya! Ucap Tiffany lembut.

__ADS_1


"Iya fan, hati hati ya! Cel awas jagain anak orang jangan Ampe lecet."Ucap Gevan melontarkan candaan.


Excel dan Tiffany hanya tersenyum, lalu mereka pergi meninggalkan rumah Gevan.


"Sayang, aku ke kamar duluan ya! Ucap Gevan.


"Iya sayang, aku mau bantuin Bu Sumi untuk beres beres dulu." Jawab Adara.


"Udah besok aja sayang, udah malem." Ucap Gevan.


"Gapapa sayang, kasian bibi beres beres sendirian."Ucap Adara.


Adara meninggalkan Gevan menuju rooftop untuk membantu bi Sumi. Dan Gevan pergi ke kamarnya menelpon seseorang.


Setelah selesai Adara yang melewati kamar mendengar percakapannya sekilas.


"Makasih ya udah dateng, kapan kapan boleh lah kita ketemu lagi. Udah lama juga kan gak ketemu semenjak kamu di Melbourne." Kata Gevan berbicara dengan telepon.


Namun adara tidak ingin berfikir macam macam, ia akan memastikannya nanti agar tidak ada salah paham.


Setelah selesai Adara langsung pergi ke kamarnya dan berniat untuk menanyakan sesuatu yang ia dengar, namun Gevan ternyata sudah tertidur.


"Udah tidur ternyata, hmm pasti kamu capek ya sayang."Kata Adara menyelimuti Gevan yang tidur tanpa selimut.


Adara menyusul Gevan untuk tidur dan memeluknya dari belakang. Dan berbisik "Selamat malam sayang".


Pukul 05.10 Alarm berbunyi dan Adara melihat ke hpnya untuk mematikan alarm yang berbunyi. Seraya melihat sekilas ada pesan masuk ke hp Gevan.


Unknown number.


"Nanti siang kita ketemu ya van." Isi pesan tersebut.


"Mungkin ini temanya Gevan kali yah."Gumam Adara.

__ADS_1


Adara tidak menghiraukan chat tersebut, karena tidak ada hal yang mencurigakan terhadap suaminya. Mana mungkin Gevan mengkhianatinya lagi, karena ia telah berjanji untuk mempertahankan pernikahan ini.


Justru yang Adara takutkan adalah Clara, ia belum percaya sepenuhnya terhadap Clara.


Adara bersiap untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya, meskipun ada bi Sumi namun Adara memilih untuk menyiapkannya sendiri.


beberapa saat kemudian, Adara menuju kamar untuk membangunkan suaminya, dan melihat Gevan ternyata sudah bangun dan sedang memegang hp dengan bibir tersenyum.


"Sayang."Seru Adara.


"Eh sayang, kamu dari mana? Tanya Gevan yang buru buru menyimpan hpnya di meja.


"Aku udah siapin sarapan untuk kamu, sekarang kamu mandi dan aku akan siapkan baju untuk kamu ke kantor hari ini." Ucap Adara.


"Iya sayang, aku ke kamar mandi dulu ya!."Gevan beranjak dari tempat tidur kemudian Adara membereskan tempat tidurnya.


Kemudian Adara menyiapkan baju kerja untuk Gevan, dan menyimpannya di ranjang. Setelah itu Gevan keluar dari kamar mandi dan akan bersiap untuk ke kantor.


Adara juga menyiapkan tas kantor Gevan yang ada di ruang kerjanya, kemudian pergi ke meja makan dan menyimpan tas dan jas di kursi meja makan.


Gevan datang dan langsung menyantap makanannya, Gevan pagi ini tidak banyak bicara. Dan buru buru menghabiskan makanannya.


"Sayang, aku berangkat ya! Kamu hati hati di rumah. Kalo kamu bosen kamu jalan jalan sama temen temen kamu, Asalkan jangan sama Adit."Pesan Gevan kepada Adara sembari meneguk minum.


"Iya sayang, kamu juga hati hati kerjanya. Jangan telat makan siang, nanti aku bawain lagi makan siang ya."Ucap Adara.


"Eh gausah sayang, kayaknya nanti siang aku makan di luar. Karena ada meeting sama klien dari kemarin sekertaris aku ngabarin kalo siang ini ada meeting di luar kantor." Gevan beralibi.


"Oh gitu, yaudah kalo gitu. Jangan ngebut ngebut bawa mobilnya ya!." Adara mencium tangan suaminya dan mengambil jas untuk dipakaikan ke Gevan.


"Iya sayang." Gevan mencium kening Adara dengan lembut.


Kemudian Gevan berangkat dengan menggunakan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2