
Adara menantikan Gevan pulang, bahkan sampai jam 11 malam pun ia belum juga ada di rumah mamanya "Kenapa gevan belom sampe jm segini ya, apa ada sesuatu? hmm, sudahlah lagi pula gak mungkin gevan berbuat seperti itu lagi, toh dia hari ini bersikap manis sama gue dan cuek sama Clara." gumamnya.
Gevan sampai di rumah mamanya, dan ia tidak membawa apapun di rumahnya, kecuali muka lusuh dan kemeja dengan kancingnya yang tidak dipasangkan beberapa.
Adara beranjak dari sofa "Loh Van, baju sama yang lainnya gak kamu bawa? Tanya Adara
"Baju? emang kamu nyuruh aku bawa baju? tanya balik Gevan
"Van.. "
"Yaampun maaf dar, aku lupa." Ucap Gevan santai.
"Lupa? Van kita sama sekali gak bawa apa apa kesini, cuma baju yang kita pake aja. Aku nungguin kamu dari tadi, Lho." Adara menggerutu kesal
"Apaan si dar, ribet banget jadi cewek." Gevan berdengus
Adara hanya mendiamkannya lalu pergi ke kamar. "Sekejap itu dia berubah." Gumamnya sambil berjalan ke arah kamarnya.
Adara yang berharap Gevan datang ke kamar dan meminta maaf, namun Adara keluar dan melihat Gevan tidur di sofa.
Keesokan Paginya~~
Anggita hendak ke dapur untuk menyiapkan makanan, "Van, kamu tidur disini? Tanya Anggita yang melihatnya sedang tidur di sofa.
"Ma? Gevan mengumpulkan tenaga untuk membuka matanya.
"Kenapa tidur disini? tanya Anggita sekali lagi.
"Ketiduran ma," Gevan berganti posisi dan kembali tidur.
"Adara udah pulang duluan tadi." Ucap Anggita membuat Gevan kaget dan refleks terbangun sampai membuatnya pusing.
"Aduhhhh." Gevan meringgis sambil memegang kepalanya
__ADS_1
"Vaan, kalo mau bangun tuh pelan pelan, jadinya pusing kan."Tegur Anggita.
"Kalo gitu Gevan sekarang pulang ya, mah." Gevan tergesa-gesa untuk pulang.
Gevan takut Adara pulang dan melihat kamarnya yang berantakan bekas bercumbu dengan Clara tadi malam.
**Sampai di rumah~~
"Hai sayang." Sapa Clara.
"Hai, oh iya Adara sudah sampai rumah? tanya Gevan
"Adara? dia gak kesini sayang."Jawab Gevan.
"Lah terus kemana? aku belom beresin kamar bekas semalem sayang." ucapnya.
"Tenang, Aku udah beresin semuanya kok." Balas Clara dengan mengedipkan satu matanya.
"Makasih yaa sayang." Ucap Gevan dan langsung memeluk Clara.
Sementara di balik pintu Adara sudah mendengarnya dan melihat kamarnya yang berantakan tanpa sepengetahuan mereka.
Adara menenangkan dirinya di taman dekat rumahnya, dan setelah tenang barulah ia pulang ke rumah sekitar jam 8 Pagi.
Adara melihat Gevan yang sedang makan bersama Clara di meja makan.
"Adara? Sini kita sarapan bareng." Sapa Clara basa basi.
"Nanti aja." Ucap Adara lurus.
"Kamu dari mana? tanya Gevan.
Adara tidak menghiraukan pertanyaan Gevan, ia langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Selalu saja begitu, Cewek itu ribet." Ucap Gevan lempeng
"Ekhem, Aku juga cewek Van." Tegur Clara.
"Eh maaf say..." ucapan Gevan terpotong karena salah sebut.
"Stttt, nanti ketahuan istri kamu van." Tegur Clara lagi.
"Udah ah aku mau berangkat kerja dulu," Gevan membawa tas kerjanya " kamu jaga diri ya Clar, aku berangkat." Ucap Gevan, sambil mencium tangannya.
"Hehe, iya Van." Balas Clara.
Lagi lagi Adara melihatnya, "Sampai kapan mereka terus begini? atau aku yang harus mundur?." Gumamnya dengan airmata berderai dan sekarang Adara berdiam diri di kamar.
Sampai di kantor~~
*Gevan langsung di suguhkan dengan beberapa jadwal meeting dan banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini.
"Pekerjaan ini membuatku muak." Gevan mengacak ngacak rambutnya.
Adara datang ke ruangan Gevan.
"Ada yang bisa aku bantu? Tanya Adara sambil berpakaian rapih
"Dara? kamu ngapain kesini? pake baju kayak sekertaris gitu." tanya Gevan heran.
"Aku udah kerja sekarang, di perusahaan milik pak Anjas, dan sekarang jadi sekertaris Brian." Ucap Adara membuat Gevan kaget.
"Sekertaris brian? kapan kamu ngelamar pekerjaan kesana? Brian gak ngasih tau aku." Ucap Gevan
"Aku sengaja gak bilang sama kamu, dan Brian juga baru tau tadi setelah aku masuk." Balas Adara.
Gevan hanya terdiam, "Yaudah, aku pergi ya kalo kamu mau lunch suruh Clara untuk kirim kesini aku gak sempet."Ucap Adara sambil meninggalkan kantor Gevan.
__ADS_1
Adara sebelumnya melamar ke beberapa perusahaan namun sayang lamarannya di tolak karena mengetahui Adara adalah anak Wisnu***.