
🤗HAPPY READING GUYS🤗
......................
"Gue gamau maafin dia sebelum dia yang minta maaf langsung ke gue, lo bilangin ke sepupu lo yg songong ituu. Kalo dia gamau minta maaf sama gue langsung, dia bakalan tau akibatnya" kesal Daffa sambil menunjuk-nunjuk ke arah Allyn sebagai pelampiasannya
"Iya kak, nanti aku bakal bilangin ke Aida. Tapi aku mohon kak jangan sakitin dia, dia gak salah kok ka, kalo mau hukum aku aja kak, jangan hukum dia" ucap Allyn dengan nada yang sedikit bergetar menahan tangisannya
"Lo liat aja gimana nantinya. Udah lu sono masuk kelas, entar malah dicurigain lagii sama yang lain kalo kita berduaan disini" ucap Daffa yang mulai meredam amarahnya tak tega mendengar suara Allyn yang sedikit bergetar itu, sambil berlalu meninggalkan Allyn sendirian
"Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya Kak Daffa pergi juga, Aida nanti nasibnya gimana yaa, aduhhh Aida kamu cari masalah aja sihh" ucap syukur Allyn dalam hati sambil berjalan menuju kelas yang ditugaskan kepadanya
......................
Sementara itu di kelas Aida, tiba-tiba saja dihebohkan dengan kedatangan sang primadona siswi. Siapa lagi kalau bukan sang ketua osis yang tampan dan tegas itu. Ternyata Daffa menjadi kakak pembimbing di kelas yang ditempati oleh Aida.
Aida pun langsung menoleh ke arah pusat perhatian saat ini, dan betapa terkejutnya Aida ternyata itu adalah orang yang baru saja bermasalah dengannya.
Aida pun pura-pura menunduk dan menyibukkan dirinya agar tidak diketahui keberadaannya oleh Daffa, namun ternyata Daffa telah lebih dulu melihat Aida ada disana.
Daffa pun menghampiri Aida, dan tindakannya juga tak luput dari pasang mata para siswa-siswi baru dan kakak pembimbing yang menatapnya keheranan.
"Lo ikut gue!" ucap Daffa dengan nada yang sedikit meninggi pada Aida sambil menunjuk Aida yang sedang ketakutan
Aida pun akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap mata tajam milik Daffa. Keduanya diam sebentar dan larut dalam tatapannya masing-masing.
"Ehemm" sampai ada suara deheman lelaki yang menyadarkan mereka, dia adalah teman Daffa, Rendy namanya. Akhirnya Daffa dan Aida pun memutus pandangan mereka dan keduanya menjadi salah tingkat dibuatnya.
"Ngapain gue harus ngikutin lo?!" ucap Aida menghilangkan rasa kegugupannya.
"Lo tuh udah salah masih aja ga ngakuin kesalah lo" bentak Daffa membuat siswa dan siswi lainnya merasa takut
Hal itu pun membuat Aida merasa tidak nyaman karena telah mengganggu kenyamanan siswa-siswi lainnya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti apa keinginan Daffa.
__ADS_1
"Yaudah gue ikut sama lo" ucap Aida dengan nada pasrahnya
"Nahh gitu dong dari tadi" ucap Daffa lega, karena Aida mau mengikuti perintahnya
Mereka pun akhirnya pergi dari kelas itu dan berjalan menuju perpustakaan. Karena hanya tempat itulah yang terlihat sepi dan jarang orang berlalu lalang disana.
Dengan rasa gugup dan takutnya, Aida menghampiri kursi yang ada di hadapan Daffa dan duduk disana. Aida hanya menunduk saja karena dari tadi Daffa hanya diam dan menatap Aida dengan lekat.
"Kakak mau apa?" ucap Aida gelisah sambil memainkan jari-jari tangannya di bawah meja sana
"Hahaa... Giliran sekarang aja lo ngomongnya lembut" ucap Daffa sambil tersenyum sinis dan mengalihkan pandangannya ke arah lain
Tak ada jawaban dari Aida, dia hanya menunduk saja merasa gelisah dengan keadaan saat ini
"Lo minta maaf ke gue sekarang!" perintah Daffa membuat Aida seketika mengangkat kepalanya
"Buat apa gue minta maaf sama lo?! Jelas-jelas tadi tuhh lo yang salah yaa! Lo yang udah bentak Kak Allyn, padahal dia ga salah apa-apa" akhirnya semua kekesalan Aida ia tumpahkan juga pada Daffa
"Cepet banget yaa cewe berubah gitu sifatnya. Tadi lembut, sekarang bentak-bentak lagi" senyum sinis itu timbul lagi dari bibir Daffa
Mendengar hal itu, Aida langsung menghentikan langkah Daffa. Ia tidak mau terjadi apa-apa pada saudara perempuan satu-satunya itu.
"Tunggu!" perintah Aida pada Daffa
"Yaudah yaudah, gue minta maaf sama lo" ucap Aida seketika membuat Daffa berbalik menatapnya
"Tapi gue gamau denger itu sekarang, gue mau lo minta maaf sama gue waktu upacara penutupan MOS" ucap Daffa sambil meninggalkan Aida yang bengong disana memikirkan apa yang akan terjadi padanya hari jum'at nanti
Aida pun sadar dari lamunannya dan langsung menuju kelasnya mengikuti segala kegiatan MOS yang dipimpin oleh para kakak pembimbing termasuk Daffa juga ada disana.
......................
Hari sudah menunjukkan pukul 12.00, itu artinya kegiatan MOS telah selesai. Semua calon siswa dan siswi itu keluar dari kelas masing-masing dan bergerombol menuju gerbang.
__ADS_1
Aida duduk di tempat tunggu sambil menghubungi abangnya meminta menjemputnya.
"Hallo Assalamu'alaikum bang, jemput Aida sekarang!" ucap Aida dengan nada lesunya
📞 "Wa'alaikumussalam de, duhh sorry banget nihh abang ga bisa jemput. Mau kerkom soalnya abis sholat"
"Yahh abang, terus Aida pulang sama siapa?"
📞 "Sama Allyn aja"
"Kak Allyn udah pulang duluan tadi"
📞 "Yaudah pake ojol kan bisa. Udah ahh abang buru-buru nihh ditungguin temen. Assalamualaikum adek abang yang cantikkk" ucap Adnan dan seketika mematikan ponselnya sepihak karena tidak mau terlibat perdebatan panjang bersama Aida yang cerewet itu.
"Ihh abang apa-apaan sihh main matiin telponnya gitu ajaa, mana uang aku habis lagi, dompet juga ga boleh dibawa kemana-mana sama bunda, jadinya gini kan kalo dompet ga dibawa" kesal Aida berbicara terus pada dirinya sendiri membuat siswa-siswi lain menatapnya keheranan
"Telpon bunda aja dehh, semoga aja bunda jawab" harap Aida pada bunda dan mencoba menghubunginya
Tuttt.... Tuttt.... Tuttt....
Tak ada jawaban dari sana setelah beberapa kali Aida mencoba menghubunginya
"Ahh ga diangkat-angkat lagii, kebiasaan nihh bunda jam segini pasti tidur" Aida sudah tau kebiasaan bundanya, oleh karena itu dia jarang meminta jemput pada bunda, hanya di waktu darurat saja. Karena nantinya dia pasti di marahin karena mengganggu waktu tidur bundanya
"Masa iya aku telpon ayah" ucap Aida sambil berpikir
"Ehh tapi ini kan jam istirahat, kali aja ayah ga sibuk di jam segini" Aida pun mencoba menghubungi ayahnya
Tutt... Tutt....
📞 "Assalamu'alaikum Shanum sayang, ada apa nih kamu nelpon ayah? tumben banget"
"Ahh ayahh, panggil aku Aida bukan Shanum" kesal Aida mendengar ucapan ayahnya dan menekankan kata Aida pada perkataanya.
__ADS_1
Bersambung....
Bagaimanakah tanggapan Aida soal panggilan ayah terhadap dirinya?