Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Lembur


__ADS_3

**Dikantor Brian~~


"Dara? ." Sapa Brian.


"Iya pak Brian." Sahut Adara.


"Sebenarnya motivasinya apa kamu kerja disini? Kan keluarga kalian kaya, apalagi Gevan punya perusahaan yang cukup untuk warisannya." Ucap Brian meminta penjelasan.


"Justru itu, aku gak mau menggantungkan hidup sama mereka, lebih ke mau mandiri aja si, lagian di rumah juga ngapain. Memenuhi kebutuhannya aja ada Clara." jelasnya.


"Iya si gue tau, emang si Gevan tuh keterlaluan banget Dar, dari dulu gk bisa lepas sama namanya Clara." Ucap Brian membuat Adara semakin kecil niatnya untuk membuat Gevan mencintainya.


"Iya, makanya gue kerja. Dan pekerjan ini membuat gue merasa bebas. Eh maksudnya aku." Ucap Adara.


"Gapapa santai aja," Brian mengusap tangan Adara.


Hari ini pertama Adara kerja dan langsung di suguhkan kerja lembur.


**Di rumah~~


Gevan masuk ke rumah dan mencari Adara, yang biasanya sudah menyiapkan masakan khasnya. Namun nampaknya belum ada satupun masakan yang terhidang di meja makan.


Lalu, Clara datang dengan membawa makanan siap saji yang ia beli di restoran setelah ia pulang dari boutique.


"Hai Van," Sapa Clara.


"Clara? kamu baru pulang? Tanya Gevan.

__ADS_1


"Iya van. tadi aku survei salah satu rumah calon pengantin yang sewa baju di aku." jelas Clara.


"Ohh, Adara kenapa belum pulang ya? Gevan bertanya ke Clara.


"Ooh belum," Clara mendekat ke Gevan "Bagus deh, kita bisa.." bisiknya ke Gevan.


"Aku cape Clar, aku mau mandi dulu." Ucap Gevan berusaha menjauh.


Clara mendengus kesal, Biasanya dengan kode seperti itu Gevan langsung mengerti.


Gevan pergi ke kamarnya dan Clara juga ke kamarnya, Gevan berusaha menghubungi Adara namun apalah daya gengsi membuatnya mengurungkan niat.


Di kantor~~


"Kopi Dar! Brian menyodorkan secangkir kopi susu ke meja kerja Adara.


"Dara, jangan panggil 'pak' Panggil aja 'Brian'. Seraya tersenyum


"hehe, iya Brian." ucap Adara dengan senyuman manis.


Adara membereskan pekerjaannya dan segera pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.


"Aku pulang ya Brian, makasih udah nemenin aku." Ucap Adara.


"Sama sama Adara, kan saya sebagai atasan kamu perlu melihat kinerja pertama kamu kerja disini." Kata Brian.


Lalu Adara pulang, Dan sampainya di rumah ia berharap dua manusia itu tidak berduaan disaat dirinya tidak ada di rumah.

__ADS_1


Ceklek! pintu di buka oleh Adara.


Adara pergi ke kamarnya dan mendapati Gevan yang sudah menyambutnya di ranjang dengan telanjang dada.


"Van, lo gila ya? cepet pake baju! Tegur Adara.


"Udahlah ayo sini kita tidur." Ucap Gevan sambil menepuk ranjang sebagai tanda menyuruh adara tidur di dekatnya.


"Gak mau, Capek banget." Jawabnya simpel.


"Kan kata gue juga sini, kita tidur gue tau lo capek kerja seharian." Ucap Gevan membuat Adara malu karena salah menduga.


Adara tidak berkata apapun, ia langsung ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Kemudian dia berbaring di sebelah Gevan dengan membelakanginya.


Ternyata Gevan merangkulnya membuat dirinya merasa bahagia sekaligus takut. Nafasnya sangat terasa menghembus di telingaku.


Keesokan paginya~~


Adara bagun lebih awal untuk menyiapkan sarapan untuk Gevan sekaligus bersiap ke kantor.


"Selamat pagi! Sapa Clara yang menuruni tangga dan di susul oleh Gevan


"Pagi Clar, Selamat pagi istriku." Sapa Gevan.


"Pagi Van, pagi Clara." Sahut Adara yang sudah siap untuk sarapan.


Langkah Clara terhenti, "Apa yang barusan gue denger? istriku?. " Gumamnya.

__ADS_1


"Clar, kok ngelamun? ada apa? tanya gevan memecahkan lamunan Clara.


__ADS_2