
...Malam ini, Gevan dan Adara beristirahat di kamar Gevan. Masih dengan suasana lama, kamar itu dipenuhi oleh poster poster musisi luar negeri kesukaannya....
"Emang kamar cowok gini ya." Kata Adara.
"Yaa kan aku cowok normal, jadi wajar aja banyak poster kayak gini. Kalo kamar cewek pasti banyak foto foto selfie."
"Gak yaa."
"Masa sii."
"Ada si, cuma beberapa aja."
"Tuh kan gak mungkin gak ada."
"Udah ah sekarang kamu ganti baju, baru kita tidur ya! Kamu jangan kemalaman tidurnya." Kata Adara.
"Kan kita mau melepas kangen dulu sayang, jangan tidur dulu." Ucap Gevan manja.
"Kamu masih belum stabil sayang, jadi gak boleh kecapekan dulu."
"Hmm yaudah deh, aku ganti baju dulu."
"Iya Van, aku mau ke kamar mandi dulu."
...Adara pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu ia berganti baju....
...Setelah selesai, Gevan dan Adara segera pergi tidur....
...Gevan memeluk Adara dan mereka saling bersandar di kasur, Gevan menciumi rambut Adara dengan lembut. Dan Adara mengusap dada bidang Gevan....
"Sayang, Aku rindu momen seperti ini." Kata Gevan.
"Iya Van, aku juga rindu. Kamu harus janji sama aku tidak ada lagi kata mendua dalam pernikahan ini. Aku ingin selamanya dengan kamu sayang."
"Aku janji sayang, kamu akan jadi wanita terakhir dihidup aku. Kali ini aku seperti benar benar menemukan rumah ternyaman untuk aku pulang." Kata Gevan membuat Adara merasa seperti berharga dalam hidup suaminya.
...Malam telah berlalu, berganti dengan cerahnya suasana pagi. Terlalu nyaman mereka terjatuh dalam pelukan, hingga tak menyadari jika masih banyak lagi masalah yang akan dihadapi oleh kedua pasangan ini....
...Rasanya sukar untuk beranjak dari tempat tidur, Adara menatap wajah suaminya yang masih terlelap. Ia melihat mata hidung bibir merasa sepenuhnya Gevan adalah miliknya....
...Tak perduli dengan masalah yang akan datang, mereka akan melalui masa masa itu sebagai ujian kesetiaan masing masing....
"Sayang, bangun yuk." Kata Adara berbisik di telinga Gevan.
...Gevan melek, ia melihat wajah istrinya tepat di depannya. Ia merasakan nafas hangat Adara membuatnya merasa sangat nyaman....
...Tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa cantiknya Adara, Menatap wajah indahnya, Gevan hanya terdiam dan terpaku. Begitu banyak wanita yang mengelilinginya, hanya Adara lah yang mampu membuatnya berhenti untuk mencintai wanita lain....
...Seberuntung itukah Gevan mendapatkan istri yang hanya mencintainya....
"aku malas bangun sayang." Ucap Gevan.
__ADS_1
"Kamu harus sarapan dulu, Habis itu minum obat ya!"
"Yaudah deh. tapi aku mau disuapi boleh?"
"Iya iya, sekarang kamu cuci muka dulu aku ambil sarapanya kesini ya!" Adara pergi ke ruang makan untuk membawa makanan ke kamar.
"Loh, sayang Gevan mana?." Tanya Anggita.
"Gevan di kamar ma, aku mau ngambil makan untuk Gevan."
"Oh gitu, yaudah."
"Iya ma." Adara membawa makan dan minum untuk Gevan.
...Sampainya dikamar, Gevan tengah berada duduk di sofa dekat jendela dengan sorotan Matahari menghangatkannya....
"Gimana ya gue cerita sama Adara soal Tiffany. Gue gak kepikiran harus gimana." Gumamnya.
"Kamu lagi mikirin apa Gevan? Kita makan ya!" Kata Adara membuyarkan pikiran Gevan.
"Nggak sayang, kita makan bareng aja ya." Kata Gevan.
Adara menyuapi Gevan terlebih dahulu setelah itu barulah Adara. Sebuah pesan masuk ke hp Adara.
"Adara, aku minta Gevan dan keluarganya jangan dulu buka sosial media." Pesan Brian.
...Adara bingung apa maksud pesan Brian, lalu ia ingin menelpon Brian untuk meminta kejelasan....
"Sayang bentar ya! Aku mau angkat telpon dulu." Kata Adara sampai ia harus keluar kamar.
Ditelepon..
"Hallo Brian, maksud kamu kirim pesan tadi ada apa? Apa yang terjadi di sosial media."
"Adara, berita tentang Gevan sama Tiffany sudah masuk ke sosial media. Aku rasa akan sampe ke TV nasional deh."
"Seriusan? Terus gimana, apa yang harus kita lakukan?"
"Aku juga bingung dara, dia posting di sosial media ya sendiri. Jadi susah untuk di take down, tapi gapapa kamu tenang dulu biar aku cari cara. Kamu fokus aja untuk kesembuhan Gevan ya!
"Makasih ya Brian. Kalo gitu aku tutup dulu telponnya, takut Gevan curiga."
"Iya Adara ."Telepon dimatikan.
...Adara kembali ke kamar dan melihat Gevan sudah minum obat....
"Kamu habis telpon sama siapa?"
"Ini temen aku sayang, udah minum obatnya?"
"Udah sayang, oh iya hp aku mana ya? Udah lama gak pengang hp."
__ADS_1
"Gevan kamu gak boleh pegang hp dulu ya!"
"Kenapa sayang, aku bosen."
"Takutnya cahaya hp mengganggu sensorik kepala kamu. Jadi sebaiknya ditahan dulu ya. Mending kita jalan jalan ke taman." Bujuk Adara mengalihkan Gevan.
"Oke deh, kita jalan jalan."
...Adara membawa Gevan jalan jalan dan berjemur dipagi hari....
"Kalian mau kemana pagi pagi gini?" Tanya Bimo.
"Kita mau jalan jalan pa, ketaman aja yang deket." Ucap Adara.
"Yaudah hati hati ya, papa hari ini mau ke kantor. Kalian baik baik disini ya!." ucap Bimo.
"Iya pa, Aku sudah sembuh." Kata Gevan.
"Iya luar kamu emang gapapa tapi kan didalam kepala kamu, pasca operasi harus banyak banyak istirahat." Tegur Bimo.
"Iya pa iyaa."
Mereka jalan jalan disekitaran taman dekat rumah.
"Sayang, apapun masalah yang akan kita hadapi kedepannya harus tetap bersama ya! Aku akan selalu support kamu."
"Makasih ya, istriku. kita baru aja memulai pernikahan, itu tandanya akan banyak lagi ujian yang akan kita hadapi. Aku belajar dari papa, bagaimanapun dia sekeras apapun dia kepada orang lain tapi selalu menghormati istrinya tanpa ada kata takut jika di katakan suami takut istri."
"Iya sayang, aku percaya kok didikan seorang ayah akan selalu nempel walaupun sejauh mana kamu berjalan."
"Iyaa, sayang."
Adara melihat sosial medianya, ia mendapati berita yang tadi dikatakan oleh Brian. Benar saja Tiffany tidak takut dengan ancamanya, ia benar benar melakukan itu.
Seorang putra pengusaha berinisial G.S telah menghamili seorang selebgram berinisial T.S.
...Isi berita itu membuat Adara kaget, bisa bisanya sampai segininya Tiffany membuat berita untuk menggertak Gevan....
Adara pun mendapat pesan dari akun Tiffany.
^^^Isi pesan tersebut..^^^
"Ini baru inisial loh! di komentar aja udah menjurus ke Gevano Sumendra. Siapa lagi kalo buka Anak dari Bimo Sumendra. Pengusaha ternama di kota ini."
"Lo benar benar sakit Tiffany, lihat aja kalo sampe sesuatu terjadi sama keluarga Gevan gue gak akan tinggal diam ya!."
"Gue lihat sampe mana Lo bisa bertindak. Tidak ada yang bisa melawan gue, dengan banyaknya pengikut gue di sosial media memudahkan gue untuk membuat berita apapun yang ingin gue naikan."
Adara merasa geram melihat tingkah Tiffany yang semakin berani hanya untuk bisa menjadi mili Gevan. Entah hal apa yang ia inginkan dari Gevan.
"Sayang, kita pulang aja yu."
__ADS_1
"Sekarang? Yaudah ayok."
Adara mengajak Gevan untuk pulang dan membiarkan Gevan beristirahat setelah minum obat.