Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Takdir


__ADS_3

...Gevan langsung dibawa ke ruang IGD untuk diperiksa lebih lanjut, melihat kondisinya yang sangat parah. Suster segera menggunting baju Gevan untuk melihat luka apa saja yang dialaminya....


...Ada beberapa robekan di tubuhnya akibat goresan kaca mobil. Dan luka parah di bagian kepala, dokter menyarankan untuk menghubungi keluarga korban untuk meminta persetujuan untuk melakukan operasi pada Gevan....


"Sus, tolong hubungi keluarga korban. Pasien harus segera di operasi."


"Baik dok." Suster berjalan keluar ruangan.


...Ia meminta informasi dari polisi tentang korban kecelakaan. Dimana ada Hp Gevan yang masih utuh namun tidak bisa melihat isi hp tersebut....


...Tak lama kemudian Adara menghampiri dan mencari suaminya yang menjadi korban kecelakaan....


"Sus... Suster..., mana suami saya??." Tanya Adara histeris.


"Maaf Bu, suami ibu atas nama siapa?." Tanya suster itu.


"Gevan sus.. Katanya suami saya kecelakaan.. Gimana kabar dia sekarang sus, baik baik aja kan." Adara terus mencecar suster itu.


"Adaraa.. tenang dulu.. Kita cari tahu dulu." Aditya mencoba menenangkan Adara.


"Gevan, Dit.." Adara kembali menangis.


"Bu, kebetulan saat ini korban harus melakukan operasi. Dan saat ini kami membutuhkan tanda tangan untuk melakukan operasi." Kata Suster.


"Lakukan yang terbaik sus, saya mohon selamatkan suami saya." Ucap Adara memohon.


"Baik Bu, silahkan untuk tanda tangan dibawah ini. Pasien harus segera di operasi."


...Adara langsung mendatangani surat persetujuan....


...Gevan dipindahkan keruang operasi, melihat Gevan yang tidak berdaya rasanya Adara juga ikut menderita, ia tidak menyangka jika keputusannya pergi meninggalkan suaminya akan berakibat fatal seperti ini. Hingga membuat suaminya kecelakaan....


...Adara menyalahkan dirinya sendiri untuk kecelakaan yang Gevan alami, Karena dirinya memaksakan kehendaknya untuk meninggalkan Gevan....


...Hanya karena kekecewaannya dan keegoisannya membuat Gevan sedang berada dalam masa kritis saat ini....


...Tak lama kemudian Wisnu datang dan di susul oleh Bimo dan Anggita yang baru saja sampai....


...Anggita heran mengapa Bimo membawanya kerumah sakit....


"Pah, kok kita kesini?."


"Nanti mama tahu sendiri, tapi mama harus tenang ya!." Ucap Bimo.


...Anggita mulai tidak enak hati, ia lantas masuk ke rumah sakit itu. dan menyusuri setiap ruangan, hingga tiba lah di sana Adara dan seorang laki laki sedang berada di ruang tunggu dengan keadaan Adara yang terus saja menangis....

__ADS_1


"Adara.. Kamu kenapa? siapa yang sakit nak?. Kamu gapapa kan?." Tanya Anggita.


"Maaa ... " Adara menghampiri Anggita dan mulai menangis lagi.


"Ada apa nak ."


"Gevan maa, Gevan kecelakaan.. sekarang dia lagi operasi ma, ada pendarahan didalam kepalanya." Ucap Adara sembari bercucuran air mata.


"Maksud kamu apa Adara? tadi dia baik baik aja! Itu gak mungkin. Anak mama gapapa kok." Ucapnya meyakinkan jika tidak ada sesuatu yang terjadi kepada anaknya.


"Tante, tadi saat saya dan Adara dalam perjalanan ke bandara tiba tiba saja ada kecelakaan. Kami tidak tahu jika itu adalah Gevan, tapi tadi kita lihat sendiri Gevan dibawa keruang operasi Tan." Jelas Aditya.


"Kamu siapa?. kenapa bisa sama Adara, apa kamu selingkuhannya." Tanya Anggita.


"Maa, kok mama ngomong nya gitu? Dia sahabat aku ma, aku gak mungkin selingkuhi Gevan. Mama tahu itu." Semprot Adara.


"Paa, Gevan paa. Anak mama." Anggita mengalihkan pembicaraan. lalu memeluk Bimo.


"Mama yang tenang, dokter pasti akan lakukan yang terbaik untuk anak kita." Ucap Bimo menenangkan.


"Ini semua gara gara kamu Adara. Coba aja kalo kamu kasih kesempatan sama Gevan pasti ini semua gak akan terjadi." Ucap Anggita menyalahkan Adara.


"Ma, aku juga gak mau ini terjadi sama Gevan. Tapi mama benar, Gevan begini karena aku. Aku yang egois, aku yang hanya mementingkan perasaanku saja. Mama boleh menyalahkan aku atas kejadian ini." Adara hanya pasrah dengan ucapan Anggita yang menyalahkannya.


...Bagaimanapun Gevan begini karena ingin menyusulnya ke Bandara untuk menghentikan keputusan yang Adara buat. Namun apalah daya takdir lebih menginginkan Gevan untuk kecelakaan. Apakah ini cara Tuhan untuk menyatukan kembali dua insan yang hendak berpisah?...


"Maaf kan saya mas, karena saya yang sudah memberitahu Gevan untuk menyusul Adara ke Bandara. Tapi saya sungguh tidak menyangka jika akan ada kejadian seperti ini menimpa Gevan." Ucap Wisnu.


"Udah mas, gapapa ini semua kehendak Tuhan. Kita gak tahu kedepannya akan gimana kan." Tambah Bimo.


"Papa... suamiku.." Adara memeluk Wisnu dengan erat dan tangisan.


"Sabar ya sayang, mungkin ini cara Tuhan untuk tidak memisahkan kamu dengan Gevan." Wisnu mengusap air mata Adara.


"Kenapa harus Gevan yang celaka? Kenapa gak kamu aja! Mama sudah memohon untuk kamu maafin Gevan, tapi kenapa kamu keras kepala Adara. Kalau sudah begini kamu baru menyesal." Ucap Anggita yang semakin marah kepada Adara.


"Ma udah ma, istighfar harusnya kita berdoa untuk kesembuhan Gevan. Saat ini Gevan lagi berjuang di ruang operasi." Kata Bimo membuat Anggita tersadar. Saat ini Gevan membutuhkan doa seorang ibu untuk kesembuhannya.


...Seketika suasana hening. ...


...Gevan dibawa keruang Recovery untuk pemeriksaan lebih lanjut, untuk menunggu kesadaran korban. ...


"Pak.. Bu.. Pasien sudah berhasil di operasi. Saat ini pasien harus dibawa ke ruang recovery untuk observasi lebih lanjut selama 2 jam. Apabila tidak ada perubahan maka harus di pindahkan keruang PACU. Tapi kita berdoa agar pasien segera sadar." Jelas Dokter.


"Dokter, apa saya bisa menemui anak saya? Saya ingin sekali bertemu dengan anak saya dok." Tanya Anggita.

__ADS_1


"Boleh Bu, tapi satu orang secara bergilir. Dan dimohon untuk tidak membuat keributan atau semacam tangisan yang bisa mengganggu pasien." Jelas Dokter itu.


"Makasih dok." Ucap Anggita.


...Anggita menghampiri Adara....


"Adara, maafkan mama ya! Mama terlalu khawatir sama Gevan. Maafin mama jadi emosi sama kamu." Anggita memeluk Adara. Ia sadar jika dirinya sudah kelewat batas.


...Namun di diri Anggita ia masih menyayangi Adara, hanya saja ia terbawa emosi sesaat....


"Gapapa ma.. Aku yang harusnya minta maaf sama mama." kata Adara.


"Udah sayang, gapapa sekarang kamu mau kan maafin Gevan? Kita rawat sama sama sampai Gevan sembuh. Ya." Kata Anggita membuat Adara terharu.


"Iya ma.. Sekarang mama masuk aja duluan. Nanti giliran aku." Usul Adara.


"Iya sayang."


...Anggita masuk keruangan Gevan. Ia melihat anaknya yang sedang terbaring tak berdaya membuatnya merasa kehilangan separuh jiwanya. Gevan adalah anak satu satunya Anggita, Itu membuat Anggita selalu memanjakan Gevan....


"Gevan, sayang kamu harus sembuh Ya! Lihat sekarang Adara sudah maafin kamu. Ini kan yang kamu inginkan, untuk itu kamu bangun ya!! Mama, papa, Adara nunggu kamu untuk sehat seperti biasanya."


"Mama sayang sama kamu nak, walaupun kemarin-kemarin mama marahin kamu. Itu karena mama sayang sama kamu, mama tidak mau kamu kamu terjerumus dalam dosa."


"Mama takut jika yang papa lakukan sama mama kamu lakukan lagi sama Adara. Mama tahu sakitnya di khianati."


"Mama harap kamu mendengar mama ya! Mama sayang kamu. Papa juga sayang sama kamu. Bahkan Adara juga bilang sama mama kalo dia sayang banget sama kamu."


"Bangun ya sayang.."


...Anggita terus mengajak anaknya bicara, meski ia tahu jika Gevan belum bisa bicara atau bahkan belum bisa mendengar apa yang ia katakan. Tapi Anggita menaruh harapan yang sangat besar untuk kesembuhan Gevan. Ia tak bisa membayangkan jika Gevan meniggalkannya untuk selamanya....


...Itu bahkan tidak terpikirkan oleh nya. Ia hanya ingin Gevan sembuh dan kembali kepelukan keluarganya....


Sementara diluar ruangan..


"Adara, lebih baik kamu jangan pergi! Kamu harus disini jagain Gevan sampai dia sembuh. Untuk masalah tiket gapapa biar aku minta refund." Ucap Aditya.


"Iya Dit, Aku gak jadi pergi. Aku mau ngurusin Gevan. Aku akan memulai hidup baru bersama Gevan." Ucap Adara.


"Yaudah kalo gitu aku berangkat ya! Semoga Gevan cepat sembuh. Kamu disini baik baik ya!." Ucap Aditya yang harus pergi sekarang karena ada kerjaan yang menunggunya.


"makasih buat semuanya ." Ucap Adat kemudian melambai ke Aditya.


"Aku pamit ya!! Mari om." Aditya pamit kepada Wisnu dan Bimo.

__ADS_1


Aditya akhirnya pulang ke Australia untuk memulai kembali kerjaanya.


__ADS_2