Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
merusak pagi


__ADS_3

...Suasana pagi yang hangat, matahari menyorot ke arah jendela kamar pasutri itu....


"Morning sayang." Sapa Adara membangunkan Gevan.


"Morning to." Gevan mencium bibir Adara.


"Mau aku mandi dulu atau kamu?" Adara memberi pilihan.


"Gimana kalo bareng aja." Usul Gevan.


"Sayang, tidak ada waktu untuk itu. Kamu aja deh duluan, biar aku beresin tempat tidurnya." Kata Adara.


"Yaudah, iya." Gevan beranjak dari posisinya lalu membawa handuk untuk mandi.


...Gevan masuk ke kamar mandi, sementara itu Adara membereskan tempat tidurnya lalu menyapu kamar. Saat ia keluar kamar Adara bertemu dengan Yassa, Melihat Adara yang memakai piyama pendek terkesima....


...Ia tak menyangka dapat melihat lekukan tubuhnya yang selama ini tertutupi baju dan celana panjang....


"Maaf, saya kesini cuma mau kasih tahu kalo di luar ada seorang perempuan. Soalnya ibu sama bapak tidak ada." Kata Yassa.


"Papa sama Mama kemana?" Tanya Adara.


"Tadi bilangnya mau nengok kerabatnya." Sahut Yassa.


"Gitu ya, eh kamu tanya gak dia siapa?"


"Nggak teh, cuman tadi bilangnya mau ketemu sama AA Gevan." Ucap Yassa, dengan campuran bahasa Sunda.


"Yaudah, biar saya lihat."


"Kalo begitu saya pergi teh."


"Iya makasih."


...Adara melihatnya di lantai atas, rupanya Tiffany datang kerumah ini untuk bertemu Gevan....


"Sayang.." Teriak Gevan dari dalam kamar.


"Iya.." Adara masuk kembali kedalam kamar.


"Baju aku udah siap?" Tanya Gevan.


"Aku lupa, bentar. Kamu keringin rambut aja dulu." Adara menyiapkan baju untuk Gevan.


"Tadi kamu ngomong sama siapa?" Tanya Gevan.


"Yassa, mama sama papa katanya pergi Van. nengokin kerabatnya katanya, siapa ya?"


"Kerabat yang mana, kok mereka gak bilang dulu."


"Gak tau, di bawah ada Tiffany." Ucap Adara sembari cemberut.


"Hah, ngapain dia kesini pagi pagi."


"Mana aku tahu, udah habis kamu pake baju. Kamu temui dia aku mau mandi dulu." Gerutu Adara.


"Dih kok gitu, kita temui bareng bareng lah."


"Iya kamu duluan, aku mau mandi." Adara masuk ke kamar mandi.


...Gevan memakai bajunya, lalu ia bersiap merapihkan diri dan menyisir rambutnya. Lalu ia pergi ke bawah untuk menemui Tiffany....

__ADS_1


"Gevan, kok lama banget si." Gerutu Tiffany.


"Ngapain Lo kesini? Jangan ganggu gue, perempuan menjijikan." Gevan memberikan hinaan kepada Tiffany.


"Kok gitu ngomongnya, aku kesini kangen aja sama kamu. Mungkin anak ini juga kangen." Tiffany mengelus perutnya.


"Jangan ngayal Lo, gue nanem benih juga kagak." Kata Gevan.


"Tapi aku maunya kamu yang jadi ayah anak ini, gak peduli siapapun ayah dari anak ini. Karena aku terakhir bersama kamu." Kata Tiffany.


"Najis, gue tahu anak itu gak berdosa. Tapi gue gak sudi kalo lo yang jadi ibu anak itu, lagi pula bapaknya pasti banyak." Gevan memaki.


"Ini cara kamu memperlakukan perempuan? padahal ibu kamu juga perempuan Van. Aku kecewa sama kamu."


"Bodoh amat, gue gak perduli. Mau kecewa atau jijik sama gue pun, yang terpenting gue bisa jauh dari Lo." Kata Gevan.


Tiffany memeluk Gevan, "Aku mohon Van, terima anak ini."


...Namun Gevan terdiam, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menghadapi Tiffany. Namun ternyata Adara melihat hal itu di tangga, ia merasa jika Tiffany sudah keterlaluan....


...Adara menghampiri Gevan dan Tiffany, lalu menarik tangan Tiffany untuk melepaskan pelukannya kepada Gevan. Lalu ia menampar Tiffany....


"Awwhh.." Tiffany meringis.


"Dasar wanita tidak tahu malu, dimana harga diri kamu sebagai perempuan. Saya tidak habis pikir, kenapa kamu nekat melakukan semua ini dengan mengatas namakan anak yang tidak bersalah." Adara menghardiknya.


"Kamu yang harusnya mengalah, relakan Gevan untuk hidup bahagia bersama aku dan anak ini." Kata Tiffany membuat Adara semakin marah.


"Tiffany, cukup ya! Saya muak dengan semua ini. Kamu pergi dari sini sebelum saya membuat kamu kehilangan bayi kamu, sama seperti saat Excel membunuh calon bayi kami. Pasti kamu tidak lupa itu kan." Adara mengancamnya.


...Tiffany merasa takut jika Adara nekat menyakiti dirinya dan calon bayinya, lantas tanpa basa basi Tiffany pergi begitu saja....


"Ini semua adalah ujian pernikahan kita, agar aku menjadi istri yang lebih sabar lagi. Dan kamu sebagai suami yang setia lagi." Kata Adara.


...Lalu Gevan pamit pergi ke kantor, tinggalan Adara sendiri di rumah....


Adara menelpon Anggita dan menanyakan keberadaannya.


"Hallo mam, mama dimana?"


"Adara, mama saat ini sedang di rumah sakit. Sebentar lagi mama pulang kok."


"Siapa yang sakit mam? Kalian baik baik aja kan?"


"Kami baik baik aja Adara, nanti mama jelasin di rumah ya! Kamu disana sendirian?"


"Iya, mam. Gevan baru saja berangkat ke kantor ."


"Yasudah, kamu hati hati dirumah ya! sebentar lagi mama pulang kok."


"Iya mam, mama udah makan belum? Kalo belum biar aku masak."


"Mama sudah makan sayang."


"Gitu ya mam, yaudah mam hati hati dijalan."


"Iya sayang."


Adara menutup telponnya, saat ia berbalik ia melihat Yassa yang berdiri dibelakangnya.


"Aaaahh, Yassa. Yaampun aku kaget." Adara terkejut.

__ADS_1


"Maaf teh, saya cuma mau pamit."


"Kamu udah sarapan?" Tanya Adara.


"Belum teh, biar saya sarapan di kantor aja." Yassa menolak.


"Tunggu dulu, kita makan bareng aja disini. Biar saya panasin dulu lauk instannya." Seru Adara membuat Yassa senang.


"Saya takut ngerepotin teteh." Ucap Yassa.


"Santai aja Yassa." Ucap Adara.


...Adara mengambil lauk instan, lalu memasukannya kedalam microwave untuk menghangatkannya. Lalu menyiapkan nasi....


"Berasa di sediakan istri." Gumam Yassa pelan.


"Kenapa Yas?" Adara mendengar sayup.


"Nggak teh, kenapa A Gevan gak sarapan."


"Gevan mau belum mau sarapan, katanya nanti siang sekaligus di kantor."


"Gitu ya teh, kalo boleh tahu perempuan tadi siapa kak? Kok peluk A Gevan."


"Cewek gila Yas, kamu kalo cari cewek disini harus hati hati. Jangan sampai tergiur sama yang cantik doang."


"Gitu ya teh, kalo cari yang kayak teteh disini bisa gak yah."


"Kamu bisa aja, saya kan cuma satu. Intinya jangan dilihat cantiknya aja, lihat juga hatinya."


"Saya tidak berpengalaman memilih perempuan teh, dari dulu saya selalu tertipu oleh penampakan. Mau yang cantik atau standar tetep aja kalo gak bisa berkomitmen mah." Kata Yassa, yang mana sebaliknya ia selalu Gonta ganti pasangan.


"Kamu belajar sama Gevan tuh, tanya gimana caranya dapetin aku." Adara tertawa bersama dengan Yassa.


...Lalu Adara dan Yassa makan berdua, tidak ada kecanggungan diantara mereka. Adara hanya berfikir jika Yassa sudah seperti adiknya karena umurnya yang berada dibawahnya....


...Tak lama kemudian Yassa pergi ke kantor dan Anggita sampai dirumah bersama Bimo....


"Ma, papa langsung ke kantor ya!"


"Iya pa, hati hati dijalan." Bimo pergi lagi ke kantor setelah dari rumah sakit.


...Anggita masuk ke rumah, tampak Adara yang sedang menonton TV dipagi hari....


"Pagi, sayang." Anggita duduk disebelah Adara.


"Pagi ma, mama pergi jam berapa? Kok pagi pagi sudah gak ada ." Tanya Adara.


"Mama pergi jam 05:00 Pagi sayang. Mama dapat kabar kalo semalam Hesti ditabrak sama orang yang gak dikenal." Jelas Anggita.


"Hesti siapa mam?" Tanya Adara


"Hesti istrinya Reno itu loh, yang katanya selingkuh sama Tiffany."


"Hah serius mam, terus gimana kabarnya sekarang?" Tanya Adara.


"Hesti harus memakan gips karena mengalami patah tulang di kaki yang sebelah kanan."


"Kasihan banget Tante Hesti, itu kenapa bisa ketabrak gitu mam?"


"Malam kemarin Hesti berniat pergi ke minimarket didekat rumahnya, kejadian itu sangat tiba tiba. Sebuah mobil menabraknya dari depan, mereka merasa ini bukan kecelakaan yang biasa."

__ADS_1


__ADS_2