Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
keputusan


__ADS_3

"**Nggak, aku gak mau pergi dari sini Van! Susah payah aku berjuang untuk bisa bersama kamu. Tapi setelah kita hampir bersama kamu malh buang aku begitu aja." Bentak Clara


"Clara! aku sadar sekarang ini membuat Adara sakit hati. Aku adalah orang yang sangat menyesal telah menyakitinya. Aku melihat air matanya jatuh untuk menangisi ku." Ucap Gevan membuat Clara terdiam.


"Lalu ini apa? aku menangis karena menangisi kamu yang lebih memilih dia! Kamu gak lihat aku sedikitpun. Kamu egois Van! Ucapnya dengan penuh penekanan.


"Terserah, yang penting aku mau kamu tinggalin rumah ini! aku gak mau semakin banyak orang yang aku sakitin. Termasuk kamu." Ucap Gevan.


Dengan air mata yang membasahi pipinya Clara langsung pergi ke kamarnya dan mengemasi semua barang-barangnya. Lalu pergi


"Maafkan aku Clara! Ini yang terbaik buat kita. Lebih baik kamu cari laki laki yang lebih baik dari aku. Yang bisa mencintai kamu sepenuhnya dan bisa membahagiakan kamu. Karena jujur aku gak bisa hidup dengan dua hati sekaligus." Ucap Gevan dengan penuh penyesalan karena memilih untuk melanjutkan hubungannya dengan Clara.


"Gapapa, harusnya aku sadar diri dari dulu! aku gk bisa buat kamu bahagia bahkan dari dulu. Dan bahagianya kamu bukan dengan aku melainkan bersama Adara. Istri kamu."Ucap Clara.

__ADS_1


Kemudian Gevan mendekati Clara.


Gevan mengusap airmata Clara. " Maaf, aku udah bikin kamu sakit hati. Tapi aku gak bisa buat kamu selalu menderita melihat aku bersama Adara, begitupun saat Adara melihat aku bersama kamu." Ucap Gevan dan langsung memeluk Clara.


Itu membuat Clara semakin tidak bis lepas darinya. "Makasih udah buat aku sadar kalo kamu bukan yang terbaik buat aku." Ucap Clara dengan membalas pelukan Gevan..


"Yaudah aku anterin kamu dulu ya! ini untuk terakhir kalinya kita gini. Sebagai tanda permintaan maaf aku sama kamu." Ucap Gevan yang ikut menangis


Baru kali ini Gevan menangis karena wanita, yang pertama melihat istrinya yang mencintai dirinya dan Clara yang harus mengikhlaskan dirinya dengan Adara.


"Gue jahat, gue nyakitin hati dua wanita sekaligus. Ini semuanya salah gue gue brengsek gue anj*** .. Gumamnya.


Ting... Suara bel rumahnya berbunyi lalu Gevan yang tengah kesal membuka pintunya itu ternyata Excel dan Brian yang datang membawa minuman beralkohol.

__ADS_1


Suasana itu seakan mendukung kegalauan Gevan yang saat itu memikirkan dua hati sekaligus.


"Ngapa muka lu kusut amat? Ah pasti belum ada asupan ya! Goda Excel.


"Pastinya nih, semenjak dia menikah kita jarang banget ngumpul cuy apalagi sampai minum minum gini." Sambung Brian.


"So tau lu pada, gue mikirin soal kerjaan gue pusing banget ni pala gue mikirin kerja mulu dari pagi ampe malem." Ucao Gevan berbohong karena kalo mereka tau pasti akan menjadi bahan ejekan.


"Mainan lo kemana? Tanya Excel.


"Maksud lo siapa? tanya balik Brian.


"Adara! dia kan mainannya si Gevan."Ucao Excel membuat Gevan tersinggung.

__ADS_1


"Sialan lo." Gevan langsung beranjak dari kursi dan menarik kerah baju Excel. "Sekali lagi lo bilang klo adara itu mainan, lo gak akan gue ampunin." Ucap Gevan lalu mendorong Excel**.


__ADS_2