Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Yogyakarta


__ADS_3

Cahaya kemerah-merahan tampak di langit sebelah timur. Adara dibangunkan dengan nada dering alarm yang ia pasang di jam 05.15.


"Hoammmm...." Adara membuka selimutnya dengan tangan suaminya melingkar di pinggangnya


Adara langsung bergegas untuk ke kamar mandi, dan berniat untuk menyiapkan sarapan dan membersihkan rumahnya untuk membantu bi Sumi.


Itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari, dari mulai menyiram tanaman hingga memasak. Adara nampak senang melakukannya meskipun sudah ada bi Sumi yang membereskan rumah namun Adara tidak pernah diam. Kecuali jika dirinya merasa lelah ataupun tidak enak badan.


Waktu menunjukan pukul 06.00, Gevan terbangun karena suara alarm yang ia pasang sendiri. Ia meraba bagian sisi ranjangnya untuk membangunkan Adara.


"Sayang.. Ba..." Gevan membuka matanya.


"Udah gak ada, Adara kemana ya."Gumamnya.


Sementara itu Adara yang sedang memasak dikejutkan oleh benda jatuh di belakangnya.


"Brakkkkk....."


"Astaghfirullah, Bibi..."Ucap Adara kaget.


"Non maaf bibi tidak enak badan, sedikit pusing tadi. Maaf ya non."Kata Bi Sumi yang sedang membereskan barang yang jatuh.


Adara menghampiri Bi Sumi dan membantunya untuk membereskan barang yang terjatuh.


"Ya ampun, kalo bibi sakit. bibi istirahat aja bi gak usah beres beres, Udah bibi sekarang ke kamar terus minum obat. Itu di kotak P3K ada obat lengkap disana, ini biar aku yang beresin."Ucap Adara yang sedang membantu bi Sumi.


"Sayang, ada apa ini? Tanya Gevan panik melihat piring yang pecah berserakan.


"Aw..."Adara meringis.


"Ya ampun non, tangannya berdarah. Gapapa biar bibi selesaikan dulu ini habis itu bibi istirahat non."Timpal bi Sumi.


"Sini biar aku obati sayang. Bibi tolong beresin dulu ya!Gevan memerintah.


"Iya den."Sahut bi Sumi.


Gevan merangkul Adara yang sedang memegang tangannya yang terkena serpihan kaca dan membawa Adara ke sofa, Setelah itu Gevan mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Adara.


"Kamu itu harusnya hati hati sayang! Perih gak?."Ucap Gevan yang sedang membasuh luka Adara dengan alkohol dan meniup perlahan untuk mengurangi rasa sakit.


"Aw... Sssss..perih sayang pelan pelan. Tadi bi Sumi gak sengaja ngejatuhin piring karena bibi sedang pusing sayang. Terus aku bantu bibi bersihin seripihannya terus kamu datang, aku nengok kamu dan gak sengaja ketusuk."Jelas Adara.


"Maaf ya, gara gara aku kamu jadi terluka."Kata Gevan.

__ADS_1


"Ini bukan salah kamu sayang, aku aja yang kurang hati hati."Ucap Adara.


Gevan selesai mengobati luka Adara.


"Makasih ya sayang!."Kata Adara,kemudian Adara mencari obat untuk bi Sumi.


"Bi... Bibi ...."Teriak Adara.


"Iya non,." sahut bi Sumi menghampiri Adara.


"Ini obatnya, habis itu bibi langsung istirahat ya! Kalo sudah baikan baru bibi boleh mengerjakan yang lain."Pesan Adara.


"Terimakasih banyak non."Bi Sumi mengambil obat dari tangan Adara.


Gevan pun tertegun melihat Adara yang begitu baik dan tidak pernah membeda bedakan statusnya.


"Yaudah, sayang aku siap siap untuk ke Yogyakarta ya."Kata Gevan.


"Iya sayang, baju udah aku siapin. Sekarang aku mau masak lagi buat kamu sarapan."Sahut Adara.


"makasih ya sayang."


Adara mengangguk dan tersenyum, setelah itu ia langsung melanjutkan pekerjaannya. Sementara itu Gevan tengah bersiap untuk pergi ke Yogyakarta.


"Makan yang banyak sayang."Ucap Adara.


"Pasti sayang, apalagi sama masakan kamu yang enak ini. Pasti lahap makannya."Ucap Gevan memuji.


"Makasih sayang atas pujiannya."Kata Adara.


Gevan dan Adara makan, setelah selesai makan Gevan pamit untuk pergi.


"Sayang, kamu jaga diri baik baik ya! Aku akan merindukanmu. walaupun aku gak lama tapi rasanya berat ninggalin kamu, apalagi bi Sumi sedang sakit jadi aku gak tenang sayang."Kata Gevan memeluk Adara.


"Sayang, kmu itu lebay deh. Cuma 2 hari kan? Kamu juga harus hati hati disana, atur jam makan kamu jangan sampe telat makan. nanti yang ada aku yang khawatir sama kamu."Ujar Adara.


"Aku bisa jaga diri kok sayang, yaudah aku berangkat ya." Ucap Gevan.


"Iya sayang."Kata Adara.


Gevan mencium Adara sebagai tanda bahwa ia menyayangi. Kemudian Adara mengantar suaminya ke luar rumah.


Gevan masuk kedalam mobil, Adara melambaikan tangan dan Gevan pun pergi.

__ADS_1


Gevan langsung menghubungi seseorang untuk bertemu di bandara.


"Hallo, kita ketemu di bandara ya! Aku sekarang udah otw ke bandara. Jangan sampe orang lain tahu."Ucap Gevan melalui sambungan telpon.


Gevan menutup telponnya dan segera menancap gas untuk pergi ke bandara.


Setelah sampai di bandara, Gevan menelpon supir untuk membawa mobilnya ke bandara. Tak lama kemudian supirnya datang dan membawa pulang mobilnya.


"Kamu sampe dari tadi? Tanya Gevan kepada seorang wanita yang sedang duduk di kursi.


"Iya van, yuk."Sahut Wanita tersebut.


Tiffany, ia berangkat bersama Tiffany. Entah ada urusan apa mereka berangkat ke Yogyakarta. Tiffany berjalan disusul oleh gevan, Namun kejadian itu di saksikan oleh Anjani.


"Gevan berangkat juga ke Yogyakarta, Tapi sama siapa ya? Oh atau jangan jangan sama sekretarisnya kali ya soalnya sikapnya biasa biasa aja gak mencurigakan."Gumam Anjani.


Anjani tidak menelpon Adara karena pesawat yang akan take off, dan memutuskan untuk memberitahukannya besok.


Didalam pesawat Anjani memutuskan untuk memastikan orang yang berada di sebelah Gevan.


"Gevan..."Sapa Anjani.


Gevan menengok ke arah Anjani dan membuka kacamata hitamnya.


"Maaf... Siapa ya? Tanya Gevan.


"Aku Anjani, temannya Adara dulu aku sempet main ke rumah kalian. Dan waktu itu kamu masih pacaran sama Clara."Ujar Anjani membuat Gevan merasa malu sekaligus kaget. Bagaimana jika hal ini diberitahukan kepada Adara.


"Oh iya iya.. saya ingat, Kamu sendirian? Tanya Gevan.


"Iya, Kamu juga sendiri? itu yang disebelah kamu siapa?."Tanya Anjani.


"Oh ini kenalin, Tiffany. Sekertaris saya, jadi saya kesana untuk melihat proyek yang hampir selesai Jan."Jelas Gevan.


"Padahal aku cuma tanya sama siapa, kok jawabannya detail ya." Gumam Anjani.


"Hai, kenalin aku Tiffany."Ucapnya.


"Oh iya, aku anjani. Salam kenal ya! Yaudah aku kesana ya."Kata Anjani.


Setelah sampai di Yogyakarta, Gevan dan Tiffany langsung membooking hotel dengan connecting room.


Kemudian, Gevan pamit untuk melihat proyek yang ia maksud. Gevan meninggalkan Tiffany, dan iapun menunggunya di hotel tersebut.

__ADS_1


__ADS_2