
Sesuai kesepakatan para orang tua bahwa hari ini adalah hari baik untuk fiting baju pengantin.
Pagi ini mobil adam sudah bertengger manis di depan rumah wendi.
"Yah, wendi berangkat dulu " pamit wendi
"Saya berangkat dulu om" timpal adam.
"Iya, kalian hati hati di jalan."
setelah berpamitan Adam dan wendi langsung menuju butik langganan keluarga adam.
Didalam mobil.
"Mau makan?" ucap adam
"Tidak." jawab singkat wendi
Kini mobil adam telah sampi di sealah satu butik kusus pengantin. Adam dan wendi turun dari mobil.
Butik.
"Selamat pagi tuan dan nona? ada yang bisa kami bantu?"
"Pagi, kami ingin melihat gaun pengantin." jawab adam
"Oh kalau begitu silahkan tuan dan nona lihat lihat dulu saja, di sini banyak sekali model terbaru, jika tuan dan nona berkenan kami akan memperlihatkan pada tuan dan nona."
"Baiklah saya ingin lihat." ucap adam
Wendi hanya diam dia tidak ingin banyak berkomentar.
Seorang pelayan membawa beberapa gaun untuk akat nikah
"Permisi, ini tuan gaun untuk akad dan ini gaun untuk pestanya." ucap salah satu karyawan toko sembari menenteng benerapa gaun keluaran terbaru.
Adam dengan telaten melihat gaun tersebut dan menyocokkan denhan jas yang akan dia kenakan.
"Menurutmu kamu suka yang seperti apa?" tanya adam ke wendi.
"Semua bagus." jawab singkat wendi
"Apa kamu enggak punya pilihan?" tanya adam
"Terserah kamu saja" jawab wendi singkat
lalu ada meminta wendi mencoba beberapa gaun pilihannya.
__ADS_1
"Hem apa ini bagus?" wendi memperlihatkan pada adam gaun yang dia pilih.
"Bagus, tapi coba kamu ganti yang lain." ucap adam meminta wendi mengganti gaunya.
5 menit berlalu wendi berada di dalam ruang ganti dan membuat adam sediki kuatir.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya adam
Tidak ada jawaban dari wendi, adam semakin rak nyaman lalu di memberanikan diri menyusul wendi ke ruang ganti.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya adam yang melihat wendi sedikit kesusahan
"Ini, resletingnya nyangkut, apa kamu bisa benahin?" ucap wendi
Dengan langkah ragu ragu adam memdekat den mulai membantu wendi..
wendi menyibakkan rambut panjangnya ke depan lalu memperlihatkan leher yang jenjang dan kulit yang kencang yang sangat mulus.
"DEG"
Jantung adam seperti mendidih. dia sangat malu
Dengan tangan gemetar pelan pelan menaribresleting ke atas.
"Sudah jawab adam."
Adam hanya mengangguk sekilas
Tak terasa acara fiting baju telah selesai kini wendi dan adam meminggalkan butik menutu restoran.
Restoran.
"Kamu mau makan apa?"
"Terserah "
"Mau baso?"
"Boleh."
Kini dua mangkok bakso telah tersaji di depan mereka.
"Makanlah" ucap adam
Wendi segera memakan sampai habis tak tersisa. sementara adam hanya melihat wendi yang tengah makan dengan lahab. sesekali adam tersenyum sangat tipis hampir tak terlihat.
"Apa kamu enggak maian?" tanya wendi yang merasa risih karena diperhatikan dari tadi.
__ADS_1
"Aku sudah selesai" jawab adam pelan
wendik mengangguk
Selesai dari resto adam mengantar wendi pulang.
Skip di mobil.
"Apa kamu tidak ingin lanjutin sekolah?" tanya adam pelan
Wendi memandang adam sebentar lalu membuang muka dambil menahan senyum yang susah di artikan.
"Kenapa?" tanya adam kembali
"Apa kamu se kepo ini?" jawab wendi
Adam mengangkat pelan bahunya.
"Kalau kita nikah, apa kamu mau ikut aku?" tanya adam sukses membuat wendi merasa berdebar
"Nikah!" jawab wendi
"Iya."
"Entahlah, aku merasa tidak tega jika ninggalin ayah sendirian."
"Bukanya ada bibi yang menemani?"
"Entahlah." jawab wendi
10 menit kemudian mobil adam masuk kedalam perkarangan rumah wendi
"Terimakasih." jawab wendi
"Apa kamu enggak ada yang kelupaan?" tanya adam
Wendi hanya mengerutkan keningnya
"Apa yang aku lupa?" tanya wendi
Adam memeberikan tangan kanannya
"What? sedang ap dia?" batin wendi
"Apa kamu tidak ingin mencium punggung tangan calon suamimu?" tanya adam
"Ogah " jawab wendi lalu segera pegi meninggalkan adam yang berharap wendi mau mencium punggung tangan adam
__ADS_1