
Malam pun tiba, Brian dan Excel datang bersama pasangannya masing-masing.
Brian bersama Sonya dan Lucky bersama Clara, Sementara itu Adara yang melihat Clara kaget.
"Clara? Ucap Adara spontan.
"Adara..." Clara menghampirinya, "Maafin aku ya Dara, kemarin kemarin aku sempat mengikhianati kamu. Sejak hari itu aku sadar kalo aku salah mencintai Gevan setelah ia menikah. Bahkan aku sadar sekarang cinta aku itu lucky." ucap Clara mengungkapkan isi hatinya.
Adara hanya terdiam seraya berfikir apa benar penyesalan yang Clara rasakan itu tulus, atau hanya untuk bisa dekat lagi dengan Gevan lagi seperti dulu...
"Dara, aku tahu kamu belum yakin atas penyesalan aku ini. Tapi satu yang harus kamu tahu, mulai saat ini aku memilih lucky. Dan bahkan kita akan menikah dalam waktu dekat ini." Clara menggenggam tangan Adara.
"Sayang, makannya aku adakan makan malam ini khusus untuk permintaan maaf dari kita untuk kamu. Dan sebagai saksi lucky melamar Clara." Timpal Gevan.
"Aku akan berusaha percaya sama kamu Clar, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kita. Semoga keputusan kamu untuk menikah dengan lucky itu benar."Sahut Adara.
"Makasih Dara, gak salah Gevan pilih kamu. Kamu itu orang baik." Clara memeluk Adara dan Adara membalas pelukan Clara, meskipun hatinya masih ragu. Ia meyakinkan dirinya sendiri agar melupakan sesuatu yang terjadi dimasa lalu.
"Yaudah, kita sekarang ke rooftop." Ucap Gevan.
Mereka semua naik ke rooftop yang sudah Gevan siapkan untuk makan malam, semuanya sudah berkumpul namun ada yang ditunggu lagi oleh Gevan.
"Sayang, kamu cari siapa? Tanya Adara yang heran melihat Gevan seperti cemas.
"Eh..itu sayang.."Gevan nampak mencari alasan.
Adara terus menatap membuat Gevan salah tingkah.
"Itu, Excel belum datang." Ucapnya.
"Hey bro sorry telat."Ucap Excel dari belakang mereka.
"Lo sendiri? tanya Gevan.
"Gue sama seseorang." Sahut Excel.
Seseorang berjalan dibelakangnya, dan.....
Tiffany, ternyata Excel datang bersama Tiffany dan Gevan tersenyum.
"Excel datang bersama Tiffany? Tanya Clara dalam hati.
Lucky dan Brian saling tatap dan memberi kode, ada apa sebenarnya ini.
__ADS_1
"Kenapa bro? tanya Excel yang melihat semuanya terdiam.
"Silahkan duduk." Ucap Adara memecah keheningan.
Tiffany dan Excel duduk, raut wajah Gevan yang berubah menjadi berseri seri dilihat oleh Clara.
"Oh iya, thanks udah dateng. Sebenarnya acara ini gue siapin untuk Lucky dan Clara. dan sekaligus untuk mendamaikan Clara dan Adara." Ucap Gevan membuka kata.
"Syukur kalo semuanya sudah selesai, gue harap gak ada lagi huru hara dalam rumah tangga Lo Ge. semoga juga Clara bisa lebih baik lagi bersama lucky." Kata Brian.
"Iya Bi, gue juga seneng semua masalah sudah selesai. Dan gue mau hidup lebih baik lagi, terutama menjadi lebih sehat lagi jauh dari gemerlapnya dunia malam."Jelas Gevan.
"Secara kan kita udah dewasa, sudah waktunya kita berubah menjadi orang yang lebih baik lagi." Timpal Lucky.
Setelah berbincang bincang, Bi Sumi menyiapkan makanan yang sudah ia siapkan bersama Adara.
"Silahkan dimakan, ini masakannya non Dara." Ucap Bi Sumi.
"Bibi, ini kan kita yang masak bukan aku aja." sahut Adara yang merasa malu.
"Bibi cuma bantu non." Tandasnya.
"Aku sudah pernah merasakan masakan kamu Dara, dan itu enak banget tau."Clara memuji.
Mereka menikmati makanannya, Brian berdecak kagum dengan Adara.
"Fan, ayo makan! Ucap Gevan tiba-tiba.
"I-Iyaa Van," Sahut Tiffany.
Clara memperhatikan gelagat Gevan, ia paham betul karakter Gevan.
Sementara itu Adara tidak menaruh curiga apapun kepada Gevan, justru yang ia perhatikan adalah Clara karena dirinya belum percaya betul dengan perubahan Clara yang mendadak.
Adara melihat Clara yang tengah memperhatikan Gevan, dan Adara pun menegur Clara.
"Clar, kamu melamun ya? Tanya Adara memecahkan perhatian Clara terhadap Gevan.
"Nggak, Dara cuma lagi nikmatin makanannya aja." Ucap Clara.
"Aku tahu kamu berbohong Clara, kamu sedang memperhatikan suami aku."Gumam Adara. tanpa sadar ia tidak memperhatikan Gevan yang sedang bertatapan dengan Tiffany.
Clara memegang tangan lucky seakan memberi kode untuk melihat momen itu. Namun lucky tidak menyadari hal itu.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa? kayak ada sesuatu." Ucap lucky membuat semuanya mengarah ke Clara.
"Itu sayang, aku mau ke kamar mandi. Anterin aku yuk." Clara beralasan. Adara hanya mengerutkan dahi.
"Yaudah ayok."Sahut lucky.
"Yaelah pake di anterin segala, emang lagi bucin ya Lo pada." Sindir Excel.
Clara tidak menghiraukan Excel dan langsung menarik tangan Lucky. Kemudian sampailah di kamar mandi, Clara memberitahukan apa yang ia lihat.
"Sayang, aku kok lihat Gevan sama Tiffany kayak ada apa apa ya, dilihat dari tatapannya sampe waktu tadi sebelum dia datang Gevan kayak cemas gitu."Clara menyampaikan kecurigaannya kepada Lucky.
"Sayang, kamu jangan berburuk sangka dulu sama orang. Belum tentu kan hal yang kamu curiga kan itu benar atau tidak. Justru kalo nanti kamu nuduh mereka yang ada kamu yang di curigai."Lucky memberikan penjelasan kepada Clara.
Lucky orang yang sangat dewasa, itu yang membuat Clara mulai mencintainya lagi.
"Curiga kenapa? Tanya Clara.
"Kan kamu dulu ada skandal sama Gevan, nanti tuduhan itu akan berbalik ke kamu. Nanti mereka berfikir kalo kamu masih menaruh harap kepada Gevan. Yang ada mereka gak percaya kalo kamu udah melupakan Gevan sayang." Ucap lucky dengan lembut.
"Nanti deh kita cari bukti sama sama ya! Aku gak mau terjadi salah paham, karena aku gak mau kalo Adara disakitin lagi sama Gevan. Aku tahu Gevan itu orangnya kek gimana, Kamu juga tahu itu kan? Ucap Clara.
"Iya sayang, iya. nanti kita cari bukti sama sama ya." Ucap Lucky mengelus pipi Clara.
Setelah berbincang bincang, Clara dan lucky memutuskan untuk kembali ke rooftop.
dan Setelah selesai, akhirnya mereka pamitan untuk pulang.
semuanya berjalan ke lantai bawah hingga yang terakhir adalah Tiffany dan Gevan. Mereka saling melempar senyum satu sama lain.
Semuanya sudah berada di bawah namun Gevan dan Tiffany belakangan.
"Makasih ya udah pada datang, jangan kapok loh makan makan disini." Ucap Adara.
Mereka menjawab sama sama seraya mengobrol menunggu kedatangan Tiffany.
"Kok lama banget mereka." Bisik Clara kepada Lucky.
kemudian lucky mengelus punggung Clara,"Sayang." ucapnya.
Tak lama, Tiffany datang sendiri tanpa adanya Gevan.
"Gevan mana ya? tanya Adara dalam hatinya.
__ADS_1
See you next time❤️