Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
kecelakaan hesti


__ADS_3

Hari ini lucky akan bertemu keluarganya untuk membicarakan perihal pernikahannya dengan Clara.


"Sayang, kamu siap untuk ketemu orang tua aku sekarang?" Tanya Lucky.


"Aku yakin sayang, apapun hasilnya aku gak peduli. Tapi kalo keluarga kamu tidak setuju apakah kamu akan tetap memilih aku?" Tanya Clara.


"Aku akan memperjuangkan kamu walaupun satu dunia menolak. Aku gak bisa lepas dari kamu Clara, kamu satu satunya wanita yang aku cintai didunia ini." Kata Lucky, memang benar tidak ada wanita manapun yang dapat membuka hatinya selain Clara.


"Promise?"


"Ya." Lucky memeluk Clara.


Clara merasa beruntung mendapatkan laki laki yang mencintainya dengan tulus, setelah ia kehilangan Gevan, Lucky mampu membuat Clara melupakan cintanya untuk Gevan.


"Kita akan pergi sekarang." Ucap Clara.


"Iya sayang."


Clara dan Lucky pun pergi ke rumah Lucky untuk meminta restu kembali.


Dirumah sakit..


Reno menemani istrinya yang terbaring di ranjang rumah sakit, ia berfikir jika Tiffany lah yang membuat istrinya tidak berdaya. Beberapa hari kebelakang keluarganya seperti diteror oleh orang misterius, bahkan hampir saja membuat anak bungsunya celaka.


Mengingat jika Tiffany mengancamnya akan menghancurkan keluarganya.


"Pa, aku mau pergi sekolah ya." Ucap Saskia.


"Jangan dulu kia, kita harus waspada untuk saat ini. Papa takut kamu kenapa napa." Reno melarangnya.


"memangnya ada apa pa?" Saskia bertanya.


"Kamu gak inget, kemarin Ghani di teror. Dia hampir aja racuni." Kata Reno.


"Hah.. Kapan pa?"


"Kemarin pas kamu sekolah, dia lagi asyik main di depan rumah. Tiba tiba ada yang kasih makanan tanpa sepengetahuan ibu kamu. Saat Ghani hendak memakannya namun makanan itu jatuh dan kucing kita memakannya. Tak lama setelah itu Ketty (Kucing) mati." Jelas Reno.


"Aku gak tahu cerita ini, pantas saja Ketty tidak ada dirumah."


"Papa sudah menguburnya, kamu harus hati hati. Papa curiga ini ulah Tiffany."


"Cewek simpanan papa?"


"Sudah tidak kia, maafkan papa. Karena papa keluarga kita seperti ini."


"Udah terlanjur pa, gak ada yang perlu disesali. Beruntung papa cepat sadar."


"Iya sayang, papa janji ini yang terakhir kalinya papa mengkhianati kalian."

__ADS_1


"Iya pa, makasih sudah mau berubah."


"Papa yang makasih, karena kalian mau menerima papa kembali."


"Iya pa." Saskia memeluk Reno.


Reno menitipkan anak bungsunya di keluarga Hesti, sementara saat Hesti saat ini di rawat karena mengalami patah dibagian kaki.


Di kantor..


Hari ini adalah hari pertama bagi Yassa untuk bekerja diperusahaan besar milik Bimo, namun di hari pertamanya Yassa tidak fokus bekerja. Ia terus memikirkan Adara, apalagi saat sarapan tadi pagi.


"Yassa, kamu dengar saya." Kata Celine, sekertaris Bimo.


"Maaf, kak saya kurang paham." Sahut Yassa.


"Padahal saya sudah bicara panjang loh Yassa, kok bisa ya pak Bimo merekrut kamu untuk menjadi karyawannya. Sekelas kamu harusnya merintis dari bawah loh." Gumam Celine, Yassa mendengar itu membuatnya malu.


"Maaf kak, saya perlu belajar lagi."


"Yaudah, yang paling sederhananya kamu bekerja sebagai Site Engineer. Dan tugas kamu itu secara garis besarnya kamu mengatur tim yang berada di lapangan proyek. memeriksa dan memberi jaminan bahwa semua isi kerangka acuan kerja telah memenuhi standar, dan memberi laporan pekerjaan secara berkala.


"Baik saya mengerti kak."


"Dan satu lagi, kamu bertanggung jawab penuh atas permasalahan yang terjadi di dalam proyek." Sambung Celine.


"Oke, kamu bisa kembali keruangan kamu."


...Yassa kembali keruangannya, lalu tak lama Bimo memerintahkan Yassa untuk ke proyek pertamanya yang tak jauh dari tempatnya berada....


"Yassa, untuk pertama kalinya kamu harus belajar di lapangan. Sudah di kasih penjelasan kan sama sekertaris saya." Ucap Bimo lewat telpon kantor.


"Sudah pak, kalo boleh tahu proyek nya dimana?" Tanya Yassa.


"Nanti saya kasih lokasinya, kamu kesana bersama Gevan. Dan sekertarisnya."


"Baik pak, saya akan keruangan pak Gevan sekarang."


Bimo menutup telponnya lalu Yassa menghampiri Gevan.


"Permisi pak, saya di suruh pak Bimo untuk pergi ke proyek baru bersama pak Gevan." Yassa masuk keruangannya.


"Iya, papa sudah kasih tahu kamu. Kalo gitu kita berangkat pake mobil saya." Gevan beranjak dari kursi kerjanya.


...Lalu Gevan pergi bersama Yassa dan sekertarisnya....


Didalam mobil..


"Ini karyawan yang baru itu pak?" Tanya Devina, ia baru saja masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Iya Dev, namanya Yassa." Sahut Yassa.


"Hallo, saya Devina sekertaris pak Gevan." Devina mengenalkan diri.


"Yassa, senang berkenalan dengan kakak." Kata Yassa.


"Kamu umurnya berapa? Kok panggil aku kakak?"


"25 kak."


"Kita seumuran kali, jangan panggil kakak ya. Panggil aja nama." Canda Devi.


"Iya, Devina."


"Emang ribet sekertari saya." Umpat Gevan.


Yassa dan Devina tersenyum.


"Cantik juga sekertaris Gevan, gak mungkin kalo Gevan gak tertarik sama Devina." Batin Yassa.


...Selama perjalanan tidak ada obrolan apapun yang terjadi didalam mobil hingga saatnya mereka sampai dan langsung meninjau lokasi pembangunan....


Dirumah Bimo..


"Maksudnya bukan kecelakaan biasa itu gimana mam?" Tanya Adara.


"Banyak yang terjadi setelah Reno memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Tiffany. Dari mulai anak bungsunya hampir di racun dan sampai kecelakaan yang menimpa Hesti." Jelas Anggita.


"Sampai segitunya ya mam, Apa itu ulah Tiffany? Setelah Vidionya viral dimana mana."


"Iya, sepertinya ia marah kala Reno memutuskan hubungannya. Dan asal kamu tahu Ra, Tiffany itu seperti lintah. Dia selalu meminta uang dan barang barang yang mahal kepada Reno. Da bodohnya laki laki itu memberikannya padahal keluarganya di rumah menghemat uang karena perusahaan Reno hampir Collaps." Kata Anggita.


"Ngeri ya kehidupan Tiffany, mungkin kini ia mengincar Gevan agar bisa mewarisi harta papa dengan mengatasnamakan anak yang dia kandung." Sahut Adara.


"Iya Adara, mama tidak menyangka kita bisa berurusan dengan wanita seperti dia. Ini pertama dalam hidup mama bermasalah sama perempuan seperti Tiffany."


"Iya mam, semoga permasalahan kita cepat selesai juga ya! Oh iya mam, hari ini kita berencana untuk pundak kerumah kita. Gapapa kan?" Tanya Adara.


"Cepat banget sayang, mama kesepian lagi deh."


"Kita mau belajar hidup mandiri lagi mam, dan kita lebih butuh banyak waktu berdua agar kita bisa semakin memahami satu sama lain. Dan mama tolong doakan kami agar bisa hamil lagi sampai melahirkan cucu buat mama." Ucap Adara, ia menggenggam tangan Anggita.


"Iya sayang, kalo itu Mama setuju. Kalian masih harus saling belajar memahami satu sama lain. Dan setelah itu baru kalian bisa hidup damai dan harmonis, apalagi jika kalian punya anak. Mama doakan yang terbaik untuk kalian." Ucap Anggita.


"Makasih ya mam."


Ditempat lain..


...Wisnu memutuskan untuk pergi menemui Ranti dan membawa Stela bersamanya, setelah semalam Gevan bilang bahwa Ranti menyakiti Adara ia langsung naik pitam....

__ADS_1


__ADS_2