Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Ada apa?


__ADS_3

Keesokan harinya, Gevan berangkat ke kantor dengan biasa mereka sarapan bareng. Namun yang membuat berbeda ialah Adara tidak lagi memasak untuk mereka, dikarenakan mual yang tidak karuan.


"Sayang, kamu hati hati ya di rumah! Jangan kerja yang berat berat biar bi Sumi yang kerjain semuanya, Ya bi."Kata Gevan.


"Baik den."Sahut bi Sumi.


"Iya sayang, kamu juga hati hati ya!."ucap Adara.


Kemudian Gevan pamit, sebelum itu gevan mencium kening Adara dan Adara pun mencium tangan Gevan.


Gevan berangkat ke kantor, sementara itu Adara kembali ke kamarnya. Ia mengingat pesan dokter yang berkata kalo dirinya harus istirahat total karena kandungannya yang masih lemah.


Sampainya di kantor, Gevan didatangi oleh Excel.


"Van. Gue butuh bantuan Lo!."Kata Excel tiba tiba.


"Tumben Lo Dateng kesini. Minta bantuan apa? Tanya Gevan.


"Gue mau ikut nelpon Tiffany di hp Lo! Soalnya udah 2 hari dia gak ada kabar, gue telpon gak di angkat. Di chat pun gak di bales. Bingung gue harus minta tolong sama siapa, Si Brian sama si Lucky gak bisa gue temuin. Cuma Lo yang bisa gue temuin."Kata Excel curhat.


"Kenapa harus gue si? Lo kan tau hubungan gue sama dia itu gak baik sejak dulu."Ucap Gevan.


"Iya gue tau, tapi kan dia gak mungkin tau nomor hp Lo kan? Tanya Excel membuat Gevan merasa tersindir.


Lalu Gevan mengambil hpnya dari saku, kemudian membukanya dan membuka blokiran untuk menghapus nomor Tiffany agar Excel tidak mencurigainya.

__ADS_1


"Nih, tapi bentar aja ya! Kata Gevan.


Excel membawa hpnya, kemudian mengetik nomor Tiffany dan mencoba menelponnya. Saat Excel mencoba menelpon Tiffany, tiba tiba sekertaris Gevan memanggilnya.


"Pak, ini harus di tandatangani sama bapak."Ucap Devina mengalihkan pandangan Gevan.


"Di ruangan saya! Gevan pergi meninggalkan Excel dan hpnya.


Gevan pergi ke ruangannya kemudian di susul oleh Devina di belakangnya dengan membawa dokumen.


Gevan menandatangani dokumen tersebut, setelah itu Devina pergi dari ruangan Gevan. Setelah Devina pergi barulah Excel masuk ke ruangan Gevan.


"Nih Van, gak di angkat. Atau mungkin dia emang sibuk kali ya."Kata Excel.


"Ya mana gue tau, Lo susul aja ke rumahnya. Siapa tahu dia ada di rumah."Usul Gevan.


Pekerjaan Gevan yang sibuk membuatnya tidak melirik hp sama sekali. Ia meninggalkannya di meja ruangannya kemudian Gevan pergi ke ruang meeting.


Dirumah....


Adara yang sedang tertidur tiba tiba terbangun mendengar notif hpnya yang berbunyi tanda pesan masuk. Kemudian Adara melihat hpnya dan rupanya ada pesan dari suaminya.


"Sayang, nanti jam 11 kamu Dateng ya ke apartemen Permata residence lantar 5.Aku ada kejutan buat kamu."Isi pesan tersebut.


Adara tersenyum melihat pesan tersebut, Adara tidak membalas pesan dari Gevan. Ia langsung bersiap siap untuk bertemu dengannya.

__ADS_1


Adara terus memilih baju yang terbaik untuk bertemu dengan suaminya. Kemudian Adara berangkat di antar oleh supir.


"Bi, aku pergi dulu ya!."Ucap Adara.


"Lho, non mau kemana? Cantik banget non."Puji bi Sumi.


"Bibi bisa aja, Ini bi aku di suruh Gevan ke Permata residence katanya ada kejutan buat aku."Ucap Adara dengan senyuman.


"Yasudah non, hati hati ya."Pesan bi Sumi.


"Iya Bi, bibi jaga rumah ya!."Seru Adara.


Kemudian Adara pergi ke apartemen tersebut, sesampainya di sana Adara melihat Brian keluar dari loby.


Adara tidak menghiraukan Brian, ia berfikir bahwa Brian ikut menyiapkan kejutan untuknya.


Adara masuk ke apartemen dan menuju ke lantai 5 dengan menggunakan lift.


Sampainya di ruangan tersebut Adara masuk dengan lampu ruangan yang gelap. Kemudian Adara meraba raba sekitar lalu duduk di kursi.


"Sayang..."Teriak Adara mencari Gevan.


Namun tidak ada jawaban sama sekali, kemudian Adara mencoba menelpon nomor Gevan namun tidak di angkat.


"Nyambung, tapi kok tidak ada suara telpon ya."Gumam Adara.

__ADS_1


Lampu sudah menyala, namun Adara tidak melihat ada tanda tanda Gevan di ruangan tersebut.


__ADS_2