
Malam ini Wisnu datang ke rumah Bimo untuk bertemu dengan Gevan dan.
"Assalamualaikum,." Sapa Wisnu.
"Waalaikumsalam, mas." Sahut Anggita.
"Mba, maaf saya mengganggu. Saya mau ketemu sama Gevan, apa dia ada di rumah?" Tanya Wisnu.
"Ada mas, silahkan masuk! Biar saya panggilkan Gevan." Seru Anggita.
"Terimakasih mba."
Saat Wisnu masuk, nampak Bimo yang sedang duduk di ruang tamu. Dan Wisnu langsung menyapa.
"Mas," Sapa Wisnu.
"Eh, mas Wisnu." Sahut Bimo.
"Aduh mas, maaf saya ganggu malam malam gini. Saya mau ketemu sama Gevan. Apa dia ada?"
"Ada, oh iya tadi saya lihat Adara matanya sembab. Apa ada masalah ya." Kata Bimo.
"Saya kurang tahu mas, justru saya kesini ingin tahu masalahnya apa. Katanya Gevan mau cerita." Jelas Wisnu.
"Pa.." sapa Gevan.
"Gevan.."
"Pa, kita boleh bicara di belakang?" Ajak Gevan.
"Iya Gevan."
Wisnu mengikuti Gevan sampai ke belakang rumah, lalu Gevan menceritakan semua yang terjadi kepada Adara.
"Seperti itu pa, aku minta tolong sama papa. Tolong bilang sama Tante Ranti untuk tidak menemui lagi Adara. Bahkan saya bisa juga mengusir Tante Ranti dari sana." Ucap Gevan.
"Papa gak habis pikir sama kelakuan Ranti, sudah bagus Adara masih mengingat dirinya. Dan kalian memberikan fasilitas rumah untuk Ranti? Dari awal saat kalian berniat ingin serumah papa tidak setuju Van ." Ucap Wisnu.
"Iya pa, Adara berniat membantu Tante Ranti tapi dia tidak menyangka jika sifat Ranti tidak bisa berubah. Dia masih saja berganti ganti pasangan." Kata Gevan.
"Iya papa tahu Adara sangat menyayangi ibunya walaupun dia ditinggalkan demi laki laki lain." Wisnu kembali bercerita.
"Iya pa, aku kasihan sama Adara. Apalagi tadi saat dia pegang pipinya karena kemerahan setelah ditampar Tante Ranti."
"Besok papa akan bicara sama Ranti, kamu kasih alamatnya ke papa. Biar dikasih pelajaran! Berani beraninya dia menampar anak saya. Bahkan mengurus aja nggak." Wisnu merasa emosi.
"Iya pah, kalo perlu papa bisa bilang kalo ga te Ranti tidak diizinkan lagi tinggal disana."
__ADS_1
"Iya Van, papa titip Adara ya Van! Papa sayang sama dia. Dari kecil Adara tidak dapat kasih sayang yang full dari saya maupun dari ibunya. Dulu saya harus bekerja sehingga jarang menemaninya bermain disiang hari. Jangan biarkan dia merasa kesepian didalam hidupnya, dan satu lagi. Jangan pernah mengkhianati Adara lagi, dia sudah terlalu rapuh di masa mudanya." Pesan Wisnu membuat Gevan merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan terhadap istrinya.
"Iya pa. Papa jangan khawatir, mama saya juga sangat menyayangi Adara. Rasanya mama lebih sayang Adara." Canda Gevan.
"Haha, iya Van papa percaya keluarga ini keluarga yang baik. Oh iya, Adara mana?"
"Adara lagi tidur pah, dari tadi nangis terus jadi mungkin Adara kecapekan." Sahut Gevan.
"Yasudah papa pulang ya! Titip salam sama Adara. Dan jangan lupa kamu kirim alamat rumah yang Ranti tempati." Ucap Wisnu.
"Baik pa ."
...Lalu Wisnu pamit untuk pulang, ia bertemu dengan Bimo dan Anggita....
"Loh, mas kenapa buru buru. Kita makan malam dulu." Ucap Bimo.
"Iya mas, saya tadi masak banyak loh. Kita makan malam aja dulu biar saya panggilkan Adara ." Timpal Anggita.
"Tidak usah repot-repot, saya sudah makan barusan sebelum kesini. Lagi pula istri saya nunggu di rumah. Hehe." Kata Wisnu sembari tersenyum.
"Yasudah kalo begitu, kita jadwalkan untuk makan malam ya mas, sudah lama loh kita tidak berkumpul." Ucap Bimo.
"Iya mas kita jadwalkan lagi. Kalo begitu saya pulang ya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." sahut semuanya.
Stela mengirim pesan kepada Clara.
"Clara, mama minta kamu kesini temui mama dirumah papa Wisnu. Ada yang ingin mama bicarakan sama kamu, dan jangan lupa bawa lucky."
"Kalo untuk berdebat lebih baik jangan mam, Aku sudah capek dengan situasi seperti ini." Balas Clara.
"Kalo kamu ingin memperbaiki masalah ini, datanglah kesini. Mama akan membuat keputusan perihal pernikahan kamu sama Lucky."
"Oke, oke aku akan datang.
...Clara mengajak lucky untuk pergi menemui Ibunya untuk membicarakan keputusan Stela tentang pernikahannya. Clara berharap ini akan sesuai dengan keinginannya. Ia ingin segera membina rumah tangga bahagia bersama lucky....
"Sayang, kamu bersedia gak untuk ikut aku kerumah mama. Dia bilang akan membuat keputusan untuk pernikahan kita" Seru Clara.
"Tapi ini gak akan memicu pertengkaran antara kamu dan mama kamu kan? Jujur aku tidak mau hubungan kamu sama mama kamu hancur gara gara aku." Kata Lucky.
"Sayang, ini semua bukan salah kamu. Aku cuma marah sama mama, kenapa dia susah banget untuk di bujuk."
"Kita harus lebih bersabar aja. Aku juga sedang berusaha untuk meyakinkan keluarga aku kalo kamu itu orang yang tepat yang aku pilih menjadi istri." Kata Lucky.
"Iya sayang, kita sama sama berjuang ya! Jadi gimana kamu mau gak?"
__ADS_1
"Yaudah, sekarang kita berangkat yah sayang." Kata Lucky.
"Bentar aku siap siap dulu." Clara beranjak mengambil tas di kamarnya.
...Meskipun serumah, namun hubungan Clara dan Lucky adalah hubungan yang sehat. Tidak ada sexs before married, yang ada mereka saling belajar menjadi istri dan suami yang baik....
Ditempat lain..
"Sayang, kamu sudah tidur." Tanya Gevan.
"Aku masih setengah tidur sayang, gimana papa udah kesini?" Tanya Adara.
"Udah sayang, papa sudah pulang." Sahut Gevan. Lalu berbaring disebelah Adara.
"Kenapa kamu gak bilang kalo papa kesini, Aku mau ketemu papa ." Tanya Adara.
"Besok aja ya ketemunya, papa cuma sebentar kok. Katanya istrinya sendiri dirumah." Kata Gevan.
"Gitu ya, yaudah sekarang kamu mau tidur?"
"Iya sayang, sudah lama ya kita gak melakukan itu.." Gevan memberi kode.
"Sayang, maaf ya aku belum bisa. Nanti deh kalo kita sudah pindah ke rumah kita." Ucap Adara.
"Kalo gitu besok kita pulang kerumah ya! Aku juga kangen rumah." Kata Gevan.
"Iya sayang, terserah kamu aja. Aku ngikut suami ."
"Nah gitu dong,." Gevan mengusap pipi Adara.
"Gimana masih sakit gak?" Tanya Gevan.
"Sudah sayang, tapi kenapa masih merah ya."
"Kan pipi kamu putih." Gevan mencium pipinya dengan lembut.
"Makasih sayang,."
...Lalu Gevan mencium mesra Adara dari bibir sampai ke leher. Namun ia menghentikannya dan mengerti dengan keadaan Adara saat ini. Lalu mengajak Adara tidur....
"Kita tidur ya sayang."
"Iya sayang,."
...Mereka tertidur dengan posisi berhadapan, Gevan memeluk Adara dengan erat. Berharap perasaannya sudah mulai membaik....
...Mereka tidur terlelap, Gevan terus saja kepikiran dengan kesepakatannya bersama Moza. Entah ia akan menerimanya atau menolaknya....
__ADS_1