
"Lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum saya panggil satpam." Seru Adara.
"Galak banget si, sebentar lagi kita akan jadi madu. Aku akan lakukan segala cara untuk bisa bersama Gevan, apalagi saat ini dia udah ganteng kaya lagi. Gak kayak dulu." Kata Tiffany.
"Dari niat kamu aja udah gak bakalan di kabulin sama tuhan. Saya bilang kamu pergi dari sini." Ucap Adara dengan nada tinggi sembari menunjuk ke luar gerbang.
"Oke, tapi gue bakal balik lagi kesini buat Gevan." Ancam Tiffany yang kemudian meninggalkan Adara.
...Entah apa yang akan Tiffany lakukan kedepannya, yang jelas ini semua membuat Adara semakin stres. Masalah yang satu belum selesai sekarang ada masalah baru lagi yang akan datang di pernikahannya....
...Hanya waktu yang akan menjawab, untuk hubungannya dan Gevan yang jelas sampai kapanpun Adara akan berjuang untuk melalui ujian pernikahan ini....
^^^Dirumah sakit..^^^
...Anggita datang bersama Bimo, ia akan menjenguk anaknya kembali. Dan disambut oleh Wisnu dan Stela yang sedang menunggu Adara....
"Lho, mas sama mba sudah disini. Adara kemana?." Tanya Anggita.
"Iya mas, pagi pagi udah kesini." Timpal Bimo.
"Iya mas, mba. Adara pulang dulu untuk ambil keperluannya selama disini. Jadi saya sama istri nunggu gantian nungguin Gevan." Jelas Wisnu. Dan Stela hanya tersenyum.
"Oh gitu, maaf loh jadi ngerepotin." Ucap Anggita.
"Gapapa mba, Gevan kan sudah saya anggap seperti anak saya sendiri." Sahutnya.
"Gevan gimana kabar kamu sekarang? apa masih ada keluhan?." Tanya Bimo.
"Nggak pah, Gevan udah baikan. Kapan ya aku bisa pulang, udah gak betah disini." Kata Gevan.
"Nunggu keputusan dokter aja Van, biar kamu sembuh total dulu baru pulang, Ya." Ucap Bimo.
"Iya pah."
...Stela tidak banyak bicara, ia masih merasa canggung dengan keluarga ini. Karena bagaimanapun Stela adalah orang lain untuk keluarga Gevan. ...
"Oh iya mas, kata Adara maminya lagi dirawat disini juga." Ucap Anggita.
"Iya tadi saya udah ketemu Adara."
"Aduh maaf ya, saya kurang sopan bicaranya." Ucap Anggita.
"Gapapa mba, kan mba Ranti maminya Adara." Timpal Stela.
...Anggita merasa sudah lancang membicarakan mantan istri Wisnu didepan istri barunya....
"Ih mama ada ada aja, maaf ya mas, mba." Ucap Bimo.
"Oh iya, sekalian aja aku mau kasih tahu kalo mami Adara untuk sementara waktu ini tinggal dirumah kami mah, pah." Ucap Gevan membuat mereka kaget.
"Kenapa harus sama kamu? Kan Ranti sudah menikah lagi." Sela Wisnu.
__ADS_1
"Aduh aku kurang paham pah, tapi kata Adara saat ini mami Ranti tinggal di kontrakan. Dan Adara gak tega untuk ninggalin Mami Ranti sendirian di kontrakan, sementara Adara enak enakan dirumah besar." Jelas Gevan.
"Mama sama papa terserah kamu, kalo kalian emang setuju ya kenapa nggak. Kan Adara anak kandungnya, kalo mas Wisnu sama mba Stela gimana?." tanya Anggita, karena masalahnya ada di mereka.
"Kalo saya terserah mas Wisnu saja." Kata Stela.
"Papa sih gak keberatan Van, tapi apa gak sebaiknya kalian pikirkan dulu." Ucap Wisnu.
"Tapi kasihan Adara pah, aku gak mau membuat Adara sedih." Kata Gevan, ia sangat menyayangi Adara.
"Yaa kalo gitu, terserah kalian aja. Papa ikut aja keputusan kalian." Ucap Wisnu.
...Adara sudah kembali keruangan Gevan dirawat, ia melihat keluarganya yang sedang berkumpul....
"Ternyata semuanya ada disini,." Kata Adara sembari membawa tas travel.
"Iya, kamu udah selesai. Kalo gitu papa sama Mama pulang dulu ya, kita mau ke kantor. Kalo kami ada waktu nanti datang lagi kesini. Gevan semoga cepat sembuh ya." Kata Wisnu.
"Iya pah, hati hati ya." Adara mencium tangan Wisnu dan Stela secara bergantian.
"Kami pamit ya mas, mbak." Ucap Wisnu kemudia pergi.
Wisnu dan Stela ke parkiran mobil, namun Wisnu melupakan kunci mobil yang dipinjam Adara. Sehingga Wisnu mengambil kunci itu sendirian.
"Sayang, bentar ya papa kelupaan kunci mobil." Kata Wisnu.
"Yaudah aku tunggu disini." Kata Stela kemudian duduk di bangku yang disediakan di parkiran.
...Wisnu masuk kembali ke rumah sakit itu, saat ia hendak ke ruangan Gevan ia mengingat jika ia melewati kamar rawat inap Ranti. Wisnu melihat keadaan sekitar, dan saat tidak ada seseorang yang ia kenal ia langsung masuk keruangan itu....
"Aku tahu dari Adara, Ranti udah lah kamu gak usah menjual cerita sedih ke Adara, Kasihan dia sudah banyak beban lalu kamu tambahin beban itu. Kamu tahu? Rumah tangganya sedang tidak baik baik saja." Kata Wisnu.
"Menjual cerita, maksud kamu apa?." Tanya Ranti.
"Kamu cerita tinggal di kontrakan, itu apa? Bukannya kamu bilang bahwa Fauzan itu lebih kaya dari aku dan bisa bahagiakan kamu. Tapi sekarang kamu malah mau masuk ke kehidupan Adara dengan cara seperti ini." Ucap Wisnu, ia merasa jika Ranti hanya memanfaatkan keadaan.
"Memang seperti itu kenyataannya mas, Suami aku ditangkap KPK dan saat ini dia didalam tahanan semua harta kami di sita. Aku udah gak punya apa apa lagi sekarang, Aku gak menjual cerita sedih apapun karena itu real." Jelas Ranti.
"Sudah lah, aku tahu sifat kamu. Dengan keadaan kamu yang seperti ini kamu memanfaatkannya. Dengan Adara dan suami kaya nya kamu akan meminta ini itu kan.?" Tanya Wisnu.
...Ia sudah hapal tabiat mantan istrinya itu, ia tahu jika Ranti akan memanfaatkan kebaikan Adara dan Gevan. Karena Ranti adalah manusia yang gila harta dan tidak bisa hidup miskin dan kekurangan....
...Bahkan saat berumah tangga bersamanya, Ranti selalu menduakannya untuk mencari laki laki yang lebih kaya darinya....
...Dan ia tidak memperdulikan anaknya yang selalu menangis karena merindukan sosok ibu disampingnya. Dengan keegoisannya itu sampailah saat ini ia mendapa karmanya. Namun sangat disayangkan jika ia masih dibantu oleh Adara....
"Kamu apa pernah perduli sama Adara dulu? Saat dia masih butuh pelukan seorang ibu disaat ia merasa kesepian?. Hanya aku, ayahnya yang selalu menghiburnya. Aku menjadi ayah sekaligus ibu untuk anakku, dan sekarang kamu hadir untuk membebaninya. Itu sangat tidak adil Ranti."
"Aku merasa iba sama kamu, yang dulu dengan angkuhnya kamu membanggakan Fauzan didepan aku padahal aku masih suami kamu waktu itu. Sakit jadi aku dan Adara."
...Wisnu menyampaikan kesakitannya, 10 tahun lalu ia merasakan pahitnya kehidupan dan merasakan sakitnya pengkhianatan. Namun dengan tekad yang ingin membahagiakan anak sematawayangnya, Wisnu jatuh bangun lagi membangun perusahaan nya sampai sebesar ini. Dan ini juga ada campur tangan Stela, ia yang membantu Wisnu untuk bangkit....
__ADS_1
...Adara mendengarkan percakapan itu, ia menyadari sakitnya menjadi Wisnu. Bahkan dulu Adara belum paham dengan namanya pengkhianatan, yang ia tahu hanya merindukan ibunya. Adara menangis tersedu-sedu, keputusannya untuk menampung ibunya salah atau tidak?....
...Tapi Ranti adalah ibu kandungnya, mau bagaimanapun dia. Saat ini Adara dilema antara menghargai ayahnya atau ibunya....
...Wisnu keluar kamar, Adara segera berlari ke ruangan Gevan. Yang tadinya ia akan mengantarkan kunci namun melihat Wisnu masuk keruangan Ranti. ...
^^^Wisnu bertemu Adara di luar ruangan Gevan.^^^
"Sayang, papa ketinggalan kunci mobil. masih di kamu kan?." Tanya Wisnu.
"iya pah, pah maafin Adara ya." Adara tiba tiba memeluk erat Wisnu.
"Maaf untuk apa sayang?." Tanya Wisnu.
"papah selalu ada untuk aku, dan selalu support aku." Ucapnya sembari menangis.
"Papa sayang sama kamu, jadi papa akan lakukan apa saja untuk kamu sayang. Jadi kamu gak usah minta maaf karena ini sudah jadi kewajiban seorang ayah." Ucap Wisnu membuat Adara semakin merasa bersalah.
"Iya pah, nanti kalo aku punya anak. Aku akan mendidik anak aku seperti ayah mendidik aku." Kata Adaraa.
"Papa doakan kamu segera mendapat keturunan ya sayang."
"Makasih ya pa, aku juga berdoa agar papa sehat selalu dan dipanjangkan umurnya. Aku sayang papa ." Ucap Ada kemudian mencium pipi Wisnu.
"Iya, yaudah papa pergi dulu kasihan mama kamu nungguin papa di parkiran." kata Wisnu.
"Iya pa, hati hati."
Wisnu meninggalkan Adara dan pergi ke parkiran.
"Mana si mas Wisnu, hampir telat ni meetingnya." gerutu Stela di parkiran.
...Tak lama kemudian Wisnu datang dan mengajak Stela untuk pergi sekarang. Ia langsung menancapkan pedal gas....
Diluar.. Adara menelpon Brian..
"Hallo, Brian. aku mau ngomong sesuatu sama kamu."
"Iya ada apa Adara? apa ada masalah sama Gevan?."
"Bukan ,Brian tapi ini soal Tiffany."
"Kenapa sama dia?."
"Tadi dia datang kerumah aku , katanya dia akan lakukan sesuatu sama Gevan. Bahkan bisa saja dia memviralkan Gevan didunia Maya, aku jadi khawatir sama Gevan."
"Udah gapapa biar aku yang handle ya! Kamu fokus aja untuk kesembuhan Gevan, saat ini dia butuh kamu. Dan kamu juga butuh tenaga untuk mengurus Gevan, jadi gak usah pikirin macam macam. Nanti malah sakit."
"Makasih ya Brian."
"Sama sama Adara, titip salam buat Gevan ya! Bilangin nanti sore aku jenguk lagi, saat ini banyak kerjaan."
__ADS_1
"Oke ."
Adara menutup telponnya dan masuk keruangan Gevan.