Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Bukti


__ADS_3

...Adara terbangun lalu ia mencari keberadaan suaminya yang sudah tidak ada disebelahnya....


"Gevan.." Panggil Adara, sembari mengucek matanya.


"Kok gak ada ya! Apa Gevan sudah berangkat ke kantor." Gumamnya lalu ia melihat handphone yang berada di sisi tempat tidurnya.


...Adara mendapat pesan dari suaminya yang mengabarkan jika dirinya sudah berangkat ke kantor karena ada urusan, lalu Adara beranjak dari ranjang kemudian membersihkan dirinya. Setelah itu barulah Adara merapihkan tempat tidurnya....


"Bi.." Panggil Adara, ia berjalan ke bawah.


"Iya non." Sahut Sumi.


"Bibi sudah siapkan sarapan?" Tanya Adara.


"Sudah non, tapi den Gevan sudah berangkat dari tadi dan belum sempat sarapan." Imbuhnya.


"Memangnya suami saya berangkat jam berapa bi?" Tanya Adara memastikan.


"Jam 06.00 non, katanya den Gevan tidak tega bangunin non yang sedang tidur pulas." Tambah bi Sumi.


"Gitu ya bi, yasudah. Aku mau sarapan dulu bi, bibi sudah sarapan?" Tanya Adara.


"Sudah non, bibi makan sisa semalam."


"Loh, kok sisa semalam."


"Iya non, soalnya sayang bibi angetin lagi deh. Dagingnya enak non." Puji Sumi.


"Yaudah bi." Adara pergi ke ruang makan.


...Ia tak enak hati tidak menyiapkan sarapan untuk suaminya, ia berfikir seperti istri yang malas....


"Mon, gue mau ke kantor ya!." Ucap Gevan, ia selesai sarapan bersama dengan Mona.


"Iya Van, semoga masalah kamu cepat selesai ya." Ucap Mona.


"Makasih ya Mon."


Lalu Gevan meninggalkan Mona.


...Gevan menghubungi Brian dan mengabarkan jika ia sudah menemukan bukti yang kuat untuk mengelak dari Tiffany. Gevan sangat sumringah ketika mendapati bukti itu, namun secara tak sadar Gevan masuk kedalam masalah yang lain....


Pesan masuk..


"Brian gue sudah dapat semua buktinya, tinggal kita exsekusi."


...Namun tidak ada balasan dari Brian, lalu ia memutuskan menghubunginya nanti. Dan Gevan berangkat ke kantor, diperjalanan ia bertemu dengan Tiffany....


"Hai, calon suamiku." Sapa Tiffany, lalu ia mendekat untuk memeluk Gevan.


"Stop, gue jijik dengernya. Gak ada waktu buat ngeladenin cewek gila seperti Lo." Maki Gevan.

__ADS_1


"Issshh, jahat banget ni calon suami. Kn sebentar lagi kita akan menikah." Imbuhnya.


"Halu lo, udah ya Tiffany. Gue sudah muak dengan sandiwara yang Lo buat, intinya sekarang gue sudah dapat bukti siapa ayah kandung dari anak Lo." Ucap Gevan.


"Oh yaa, kalo begitu mau lihat dong. Sejauh mana kamu dapat bukti itu." Ucap Tiffany dengan angkuhnya.


"Inisialnya aja deh, A.R." Ucap Gevan memberi clue.


...Tiffany terdiam, ia tak habis pikir dari mana Gevan tahu laki laki yang ia sembunyikan. Bahkan temannya sekalipun tidak ada yang tahu tentang hubungannya dengan Arif....


"Sok tahu kamu." Ucap Tiffany.


"Kamu tenang aja, ada bukti foto kok. Clue nya di Bali." bisik Gevan ke telinga Tiffany.


Lalu Gevan meninggalkan Tiffany.


"Sialan, kok bisa dia tahu semua. Siapa yang sudah kasih tahu dia." Tiffany berdecih.


...Gevan merasa puas melihat wajah Tiffany yang pucat saat ia membeberkan clue tentang ayah dari bayi yang ia kandung....


...Melihat Tiffany, Mona langsung bersembunyi dari tempat itu. Lalu Tiffany melengos begitu saja sehingga Mona aman darinya....


Gevan sampai di kantor, ia melihat Bimo yang sudah datang kemudian di susul oleh Yassa.


"Selamat pagi pah." Sapa Gevan.


"Selamat pagi Van, kamu baru sampai juga." Sahut Bimo.


"Yaudah, kita bicara di ruangan papa." Lalu Gevan mengikuti langkah Bimo menuju ruangannya.


"Selamat pagi pak." Sapa karyawan yang sudah datang.


...Bimo dan Gevan duduk, lalu Gevan memberikan sebuah Poto kepada Bimo....


"Ini pah." Gevan memberikan handphone nya.


"Ini sepertinya Arif Rahman, pemilik tambang yang sangat besar di Samarinda." Jelas Bimo.


"Papah kenal sama orang ini?" Tanya Gevan.


"Papa gak kenal, cuma tahu aja. Papa pernah ketemu sama orang ini di acara pernikahan anak teman papah." Jelas Bimo.


"Pah, ini adalah ayah dari anak yang Tiffany kandung. Apa yang harus kita lakukan? Apa perlu kita lapor polisi agar Tiffany jera."


"Jangan, kasihan Tiffany sedang mengandung. Kita harus bicara baik baik sama Tiffany agar menghentikan rencananya. Mungkin saja orang itu enggan untuk bertanggung jawab karena dia sudah beristri."


"Tapi pah.."


"Permisi pak, klien kita dari Bandung sudah datang." Sela Celine.


"Baik, tunggu saya di ruang meeting." Sahut Bimo.

__ADS_1


"Baik pak." Lalu Celine pergi.


"Sudah Van, nanti kita bicarakan lagi ya." Bimo pergi ke ruang meeting.


Brian mengirim pesan kepada Gevan..


"Sorry Van, gue baru bales. Jadi gimana?"


"Gue perlu bicara sama Lo Brian, nanti jam makan siang kita ketemu ya! Dan anterin gue ke lapas untuk jenguk Excel."


"Seriusan Lo? Oke nanti gue jemput atau gimana?"


"Kita ketemu di lapas aja."


"Oke."


...Lalu Gevan pergi keruangannya untuk cek laporan harian dari proyek Yogyakarta. Sementara itu Yassa masih beradaptasi di kantor. Ia masih mengkaji hal apa saja yang harus ia lakukan....


Dirumah sakit..


"Pak, apakah bapak sudah siap jika ibu Hesti operasi pemasangan pen pada kaki? Karena untuk keretakan pada tulangnya mengharuskan ibu Hesti memakai pen." Ucap Dokter yang menangani Hesti.


"Lakukan semua yang terbaik untuk istri saya dokter, saya ingin istri saya bisa berjalan lagi secara normal. Saya tidak tega jika harus melihatnya memakai kursi roda." ucap Reno memohon.


"Baik, dokter bedah ortopedi akan datang pukul dua belas siang ini. Kami menyarankan agar ibu Hesti berpuasa sebelum operasinya di mulai."


"Baik dokter, terimakasih."


Reno duduk di sebelah Hesti lalu ia menggenggam tangannya.


"Sayang, kamu yang kuat ya! Kita disini sayang sama kamu." Ucap Reno lalu ia menciumi tangan Hesti.


"Iya mas, terimakasih kamu selalu ada. Mengesampingkan kesalahan kamu, kamu adalah suami dan ayah yang baik untuk aku dan anak anak." Ucap Hesti.


"Mulai sekarang aku akan menjaga kesetiaan aku, dan akan fokus dengan kebahagiaan kita sayang. Aku beruntung berada disini, kalian bisa menerima kembali aku yang berdosa ini."


"Kita mulai dari awal lagi ya mas." Hesti memberikan senyuman kepada Reno.


...Akhirnya Hesti kembali tersenyum, setelah Reno menyakitinya jarang sekali ia tersenyum....


Adara mengirim pesan kepada Gevan..


"Sayang, semangat kerjanya ya! Maaf aku tadi tidak siapkan kamu sarapan dan baju kamu."


"Tidak apa apa sayang, aku sudah sarapan kok disini. Kamu jangan lupa sarapan."


"Iya sayang, I love you."


"I love you to."


Gevan mengirimkan bukti itu kepada Adara, sehingga Adara memutuskan untuk berbicara empat mata dengan Tiffany.

__ADS_1


Hari ini Adara akan bertemu dengan Tiffany, ia meminta nomornya kepada Brian lalu merencanakan pertemuannya. Entah apa yang akan Adara lakukan terhadap Tiffany.


__ADS_2