
Zahira tampak duduk sambil melamun melihat senja yang mulai beranjak dan akan berganti gelap. Udara di sore hari itu tampak sejuk. Dalam lamunanya dia berpikir keras bagaimana cara untuk bersikap di depan Altan, ya Suami yang lembut namun tak dia kenal sama sekali. Zahira merasa tak tahu harus memulai dari mana. Ia pun takut jika yang dilakukan akan menyinggung perasaan Altan.
Altan memperhatikan Zahira dibalik jendela. Altan pun sedang berpikir bagaimana untuk mendekatkan diri pada Zahira. Hal yang tak muda ketika menikah dengan orang yang dijodohkan tanpa perkenalan terlebih dahulu, tidak tahu apa yang disuka, apa yang tak disuka terlebih perasaan, kebiasaan.
Altan berjalan mendekati Zahira. Zahira masih sibuk dengan lamunannya, tanpa dia sadari ada sosok Altan yang sudah berdiri disampingnya.
"Senja itu indah, senja adalah penghubung antara terang dan gelap." kata Altan sambil meletakkan kedua tangannya di saku celana
Zahira menoleh dan memandangi Altan. Hanya diam dengan gelisahanya. Terlebih hari ini mereka hanya tinggal berdua. Karena mertuanya sedang berlibur ke Turki. Sedangkan bibi ijin pulang kampung karena suaminya sedang sakit.
__ADS_1
"Mas, Zahira tidak tahu harus memulai dari mana. Zahira tidak mengenal mas Altan, tidak tahu apa yang mas Altan suka dan mas Altan tidak suka. Zahira bingung harus memulai dari mana hubungan kita ini." Zahira menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata.
"Za, kita awali dengan berteman, dengan itu kita akan saling mengenal Za!"
"Mas Altan tidak keberatan dengan kondisi ini?"
"tidak Zahira, yang terpenting kamu nyaman."
" hehehe...apa nanti malam mas tidur ke tempat tidur?" lirik Altan genit
__ADS_1
seketika Zahira gugup. Wajahnya tampak merah kayak buah kesemek.
"Tidak Za, mas akan menunggu saatnya nanti Zahira yang datang dan siap menjadi istri mas."
*****
Waktu terus bergulir, Zahira hari ini mulai berangkat berkerja. Kebetulan Zahira diterima di Perusahan besar yang kebetulan letaknya tidak jauh dari kantor Altan. Namun bukan berarti Zahira berangkat bersama Altan. Zahira naik motor ke tempat kerjanya. Sedangkan Altan pagi ini ada rapat ke luar kota maka dijemput Asisten dan Sekretarisnya.
Zahira menghelang nafas lega setelah sampai di tempat barunya. Ia pun segera menuju tempat HDR untuk mendapatkan arahan dan ditempatkan dimana. Saat akan masuk ke lift. Tampak laki-laki yang tak asing bagi Zahira sudah berada di Lift itu. Zahira mencoba mengingat-ingat kapan, dimana mereka bertemu.
__ADS_1
Laki-laki itu tampak senyum bahagia melihat Zahira. Namun mereka hanya diam. karena ada pengguna lift lainnya. Zahira keluar dari Lift bersama beberapa orang. Kemudian Zahira duduk di tempat yang sudah disediakan. kebetulan hari ini ada 2 pekerja yang diterima walapun devisinya berbeda. Zahira mengambil ponselnya dan segera mengetik pesan untuk mamahnya. Zahira memberikan kabar bahwa hari ini Zahira sudah mulai bekerja. Sedangkan teman yang disamping zahira sibuk bermake-up. Zahira hanya tersenyum santun. Kemudian mereka berkenalan.
Tak lama HRD memanggil Zahira dan gadis satunya yang berdadan amat tebal. HDR memberika arahan terkait tugas, ruang, dan semua yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Zahira terlihat sangat senang dengan penjelasan yang disampaikan Bu Niluh selaku HDR. Zahira kemudian diantar ke ruang untuk bertemu dengan Devisi Perencanaan dan Pembiayaan. Teman-teman barunya menyapa ramah termasuk kepala Devisi Perencanana dan Pembiayaan. Ini adalah pengalaman pertama untuk Zahira berkerja di perusahan besar.