
...Adara menghampiri seorang perempuan didapur, ia berniat ingin membantunya. Namun dilarang oleh perempuan itu....
"Bu, biar saya bantu." Ucap Adara.
"Tidak usah neng, biar ibu saja yang beresin." sahut Rohaya.
"Gapapa bu, saya lihat ibu kewalahan." Ucap Adara karena melihat banyak yang harus Rohaya kerjakan.
"Ibu sudah biasa kok neng. Ini cuma tinggal beresin aja." Kata Rohaya.
"Yaudah Bu, biar saya beresin." Adara menyimpan perabotan ditempat yang seharusnya.
"Terima kasih neng, Oh iya neng itu menantu pak Bimo." Tanya Rohaya.
"Iya Bu, hehe." Adara tersenyum.
"Waktu nikahan anaknya pak Bimo ibu juga di undang. Tapi maaf waktu itu ibu ada acara wisuda anak ibu." Ucap Rohaya.
"Tidak apa apa Bu, saya minta doanya saja agar pernikahan kami bisa awet sampai maut memisahkan." Pinta Adara.
"Iya neng, ibu doakan yang terbaik buat rumah tangga neng sama nak Gevan."
"Makasih ya Bu, tadi saya lihat laki laki sebaya sama Gevan. Apa itu anak ibu?" Tanya Adara, ia melihatnya di kamar saat sedang membuka jendela.
"Iya neng, itu Yassa. Anak ibu satu satunya."
"Ibu sudah berapa lama kerja sama papa Bimo?" Tanya Adara.
"Ibu sudah lama kerja sama pak Bimo? Maaf ya Bu saya banyak tanya ." Adara tersenyum kecil.
"Gapapa neng malah ibu senang ada teman ngobrol, ibu kerja sama pak Bimo sudah hampir 25 tahun. Dari mulai pertama pak Bimo meneruskan usaha ayahnya." Jelas Rohaya.
"Wah udah lama ya Bu, saya kira baru beberapa tahun."
"Iya neng, bahkan ibu sama bapak sudah bisa menguliahkan anak ibu. Itu semua berkat kita kerja sama pak Bimo." Ucap Rohaya.
"Papa memang baik Bu, ibu saya aja di kasih tempat tinggal sama beliau." Kata Adara.
"iya neng makannya keluarga ibu betah kerja disini walaupun cuma ngurus villa tapi villa ini tidak pernah sepi jadi banyak orang yang nyewa."
"Oiya Bu. Alhamdulillah ya Bu rejeki."
__ADS_1
...Yassa mendengar percakapan antara ibunya bersama Adara. ia sangat yakin jika Adara adalah wanita yang baik, memperlakukan ibunya tidak membeda bedakan antara majikan dan pegawai....
"Sudah cantik, baik. Beruntung banget Gevan dapat menikahinya." Batin Yassa. Ia diam diam memfotonya.
"Bu, saya tinggal dulu ya!" Ucap Adara.
"Iya neng, makasih sudah membatu ibu." Ucap Rohaya.
"Iya sama sama Bu, lain kali kalo ibu butuh bantuan panggil saya saja." Kata Adara.
"Ini sudah lebih dari cukup kok neng, nanti ibu masak untuk makan siang neng mau ikut belanja kepasar tradisional gak?" Seru Rohaya.
"Mau banget Bu, sekalian saya mau lihat lihat sekitar."
"Nanti ibu panggil ya!" Ucap Soraya.
"Iya Bu, saya pergi dulu ya Bu."
...Adara meninggalkan dapur, ia mencari keberadaan suaminya. Namun ia mendapati suaminya sedang berada di teras bersama Bimo....
"Sayang, aku cariin kamu ternyata ada disini." Kata Adara.
"Kamu abis dari mana sayang? aku dari tadi pagi disini." Sahut Gevan.
"Soraya siapa Adara?" Tanya Bimo.
"Itu pa yang ngurus villa ini."
"Itu ibu rohaya, kamu salah sebut." Ucap Bimo tertawa.
"Apaan si kamu, typo banget mulutnya." Gevan juga tertawa.
"Maaf, aku tadinya mau nyebut Rohaya. Jadi Soraya jauh banget ya!" Ucapnya menggaruk kepalanya.
"Ada ada aja." Bimo masih juga tertawa.
"Ada apa nih, kayaknya seru banget." Anggita menimpalinya.
"Ini ma, masa Adara nyebut Bu Rohaya jadi Soraya. Ngakak banget kan." Kata Gevan lagi lagi ia tertawa.
"Ada ada aja Adara." Anggita tersenyum kecil.
__ADS_1
...Mereka tertawa bersama, sungguh hangatnya keluarga ini jika tanpa masalah. Namun mereka menyadari ada masalah besar membelakangi mereka....
Ditempat lain..
"Mas, Clara apa kabar ya?"
"Memangnya kamu dan Clara tidak saling mengabari?" Kata Wisnu.
"Clara kecewa sama aku, karena aku belum merestui hubungannya dengan lucky." Jelas Stela.
"Kenapa kamu gak kasih restu, Clara itu sudah besar. Ia dapat memilih pasangan yang menurut dia baik. Dan kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya." Kata Wisnu.
...Ini yang membuat Stela mencintai Wisnu, karena kedewasaan dan ia sangat mencintainya. Sebelum itu banyak laki laki yang mendekatinya bahkan mengajak untuk hubungan serius, namun tidak ada satupun yang dapat membuka hatinya. Saat suaminya meninggalkan Stela dalam keadaan terpuruk hanya ia yang berjuang sendirian....
...Namun saat Wisnu datang, ia membantu segala yang di butuhkan oleh Stela waktu itu. Mereka dalam keadaan yang sama sama terpuruk oleh cinta dipertemukan. Begitu indahnya takdir yang Tuhan berikan....
.
.
...Tiffany bertemu dengan seorang laki laki sebaya Wisnu dan Bimo. Ia selalu meminta uang darinya....
...Sugar Daddy, adalah nama yang tepat untuk menjuluki laki laki tersebut. Tiffany sering bertemu dengan laki laki berumur untuk memorotinya, Ia selalu saja mendapatkan barang barang branded dan beberapa barang berharga....
...Salah satu laki laki itu adalah, Reno. Seorang laki laki beristri yang selalu mencari kesenangan di perempuan muda dan salah satunya adalah Tiffany....
"Dad, aku butuh apartemen yang lebih bagus dari yang sekarang." Ucap Tiffany manja.
"Aduhh sorry sayang, saat ini belum bisa. Om lagi banyak pengeluaran banget bulan ini, kalo bulan depan bisa om usahakan." Ucap Reno.
"Yah om, udah dua kali loh nolak permintaan aku. Kalo gitu biar aku cari sugar Daddy yang lain untuk bisa memenuhi kebutuhan aku." Tiffany merajuk.
"Jangan dong Tiff, om gak mau kehilangan kamu. Om cinta sama kamu Tiffany." Kata Reno.
"Aduh om, ini bukan soal cinta. Tapi realistis aja aku butuh uang om dan om butuh tubuh aku. Gitu kan gak ada kamus aku jatuh cinta." Kata Tiffany.
"Om kira kamu cinta sama om, sampe kamu rela berbagi tubuh indah kamu sama om." Ucap Reno.
"Sorry om, selera aku itu yang muda. Bukan yang udah tua." Tiffany meninggalkan Reno.
"Sialan." Reno berdecih.
__ADS_1
...Reno merasa sudah di injak injak harga dirinya oleh Tiffany. Namun apalah daya Reno sudah terlanjur cinta kepada wanita yang jauh dari umurnya....