
Assalamu'alaikum ๐
๐ค HAPPY READING GUYS ๐ค
......................
Aida pun memasuki lapangan sekolah, disana sudah terdapat siswa siswi yang sedang berbaris. Aida pun berbaris bersama yang lainnya sambil menunggu acara MOS berlangsung.
Beberapa menit kemudian, bel pun berbunyi tanda kegiatan akan dimulai. Didepan sana sudah terdapat panitia pelaksanaan kegiatan MOS yang merupakan anggota osis. Ketua osis pun menjelaskan peraturan-peraturan dan segala susunan kegiatan MOS ini.
Para siswi yang lain, sangat heboh dengan kehadiran ketua osis yang tampan dan tegas. Mereka semua menatap kagum ke arah ketua osis yang sedang menjelaskan kegiatan MOS.
Namun berbeda dengan Aida yang lebih cuek karena dia tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan dan pembahasan yang disampaikan.Aida justru terlihat sibuk mencari seseorang, yaitu kakak sepupu Aida. Ia pun mencari-cari keberadaan kakak sepupunya itu.
Akhirnya dia menemukan orang yang sedang dicarinya. Ternyata dia termasuk panitia kegiatan MOS ini, Aida pun senang melihat kakak sepupunya itu. Ia ingin menyapanya, namun tidak mungkin saat keadaan seperti ini. Aida pun sekarang lebih fokus mendengar penjelasan sang ketua osis yang sedang berbicara di depan sana walaupun hanya bisa mendengarkan suaranya saja, karena Aida berada di barisan paling belakang.
......................
Penjelasan pun selesai disampaikan oleh sang ketua osis dan barisan juga sudah dibubarkan. Aida pun langsung mendekati dan menyapa sang kakak sepupu yang telah merekomendasikan untuk sekolah disini.
"Kak Allyn!" teriak Aida kepada Allyn sambil melambaikan tangannya.
Ya, Allyn adalah kakak sepupu Aida satu-satunya, Allyn Zevania namanya. Allyn merupakan anak dari Candra dan Shila. Candra adalah kakak kandung Laras, bundanya Aida. Kehadiran Allyn sangat diharapkan oleh kedua orang tuanya, akhirnya setelah 5 tahun pernikahan mereka baru dikaruniai seorang anak perempuan. Oleh karena itu, Allyn sangat dimanja oleh keluarganya.
Aida dan Allyn memang sangat dekat, karena Allyn merupakan anak tunggal dan selalu merasa kesepian di rumah, sehingga ia sering mengajak Aida untuk bertemu dan menginap dirumahnya.
__ADS_1
"Ehh Shanum" ucap Allyn sambil tersenyum setelah Aida sudah berada dihadapannya.
"Ihh kakak, kebiasaan deh manggilnya Shanum muluu" ucap Aida sambil memanyunkan bibirnya kesal
"Iya iya deh, Aida yang cantik" ucap Allyn sambil mencubit pipi Aida gemas
"Oh iya kak, disini ada jurusan bahasa kan?" tanya Aida
"Ga ada deh kayaknya da, soalnya disini yang minat bahasa cuman sedikit" jawab Allyn
"Yahh, aku kira ada. Tau gitu aku cari sekolah yang ada jurusan bahasanya aja tadi mahh" ucap Aida dengan nada sedikit kecewa mendengar pernyataan Allyn
"Oh ya udah kalo gitu kamu masuk IPA aja biar jadi dokter kayak Om Arka sama Bang Adnan" ucap Allyn memberikan saran pada Aida
"Padahal aku pengennya jadi penulis kak, aku juga kan ga pinter sama pelajaran IPA. Tapi ya udah deh nanti aku pikirin lagi terus minta saran juga sama keluarga" ucap Aida dengan nada pasrahnya
"Oh iya yaa, aku hampir lupa. Makasih ya kak" ucap Aida sambil tersenyum
"Allyn!" teriak seorang lelaki bertubuh tinggi tegap sambil menghampiri Allyn yang membuat Allyn menundukkan kepalanya
"Lo tuh gimana sihh?! Yang lain udah pada masuk kelas, lo malah ngobrol disini" bentak lelaki itu sambil melirik ke arah Aida dan dalam sekali lirikan membuat jantung lelaki itu berdegup sangat kencang dan tiba-tiba terkesima dengan wajah cantik Aida
Aida yang tidak suka dengan sikap lelaki itu terhadap Allyn pun langsung menatapnya kesal dan marah
"Heh?! Lo apa-apaan sihh ngebentak cewe kayak gituu?!" bentak Aida kepada lelaki itu sambil menatapnya tajam dan membuat lelaki tadi tersadar dengan lamunannya. Allyn yang mendengar bentakan Aida pun merasa cemas akan terjadi sesuatu pada Aida nantinya
__ADS_1
"Adek kelas baru masuk MOS aja udah blagu ya lo! Lo gatau siapa gue? Hahh?!" bentak lelaki tadi pada Aida
"Idihh ga peduli juga gue siapa lo, emang lo kira gue bakalan takut sama lo?!" bentak Aida lagi sambil memutarkan bola matanya merasa jengah dengan sikap sombong lawan bicaranya itu
"Ohh berani lo yaa ternyata sama gue?! Lo itu sekarang lagi berhadapan sama siswa nomor 1 di sekolah ini, gue ini ketua osis" tegas lelaki tadi sambil membanggakan dirinya.
Perkataan itu membuat Aida langsung menatap lelaki itu tidak percaya dan pipinya tiba-tiba memerah karena menahan malu telah bersikap kasar terhadap lelaki tadi yang ternyata ketua osis, namun Aida langsung menyadarkan dirinya dan kembali ke posisi semula yang kesal dan marah. Mana mungkin dia akan memohon-mohon dan meminta maaf, itu akan sangat memalukan lagi, lebih baik dia melanjutkan saja pertengkaran adu mulut ini
"Dihh sombong banget lo! Mau lo ketua osis kek, mau lo ketua apa kek, gue ga peduli! Lo pikir gue takut sama lo?!" bentak Aida pada sang ketua osis tadi dan membuat lelaki itu semakin geram. Saat lelaki tadi ingin mengeluarkan suaranya lagi, tiba-tiba Allyn memberanikan diri untuk membuka suaranya setelah dari tadi dia hanya diam
"Kak kak udah cukup! Maafin Aida ya kak, Aida ini sepupu aku, dia ga bermaksud kok buat ngebentak kakak kayak tadi, dia cuman gamau aja ngeliat aku dikasarin sama orang lain" ucap Allyn dengan nada lembutnya dan sedikit cemas karena tidak enak dengan perlakuan Aida terhadap lelaki yang dipanggilnya 'kak' tadi
"Aida kenalin, dia ini Kak Daffa ketua osis disini" ucap Allyn sambil memperkenalkan Daffa pada Aida.
"Kamu ga boleh ngebentak dia kayak gitu, mendingan sekarang kamu minta maaf sama dia" ucap Allyn lagi setelah menjeda ucapannya.
Mendengar hal itu, Aida langsung merasa kesal dengan perkataan Allyn yang justru membela sang ketua osis daripada dirinya. Dan sang ketua osis pun bergaya dengan sombongnya karena mendapat pembelaan, yang justru membuat Aida muak dengan melihatnya
"Ogah ahh minta maaf sama orang kasar kayak gituu, udah gitu sombong lagii" ucap Aida sambil berlalu ke ruangan kelasnya meninggalkan Allyn dan Daffa
Melihat tingkah Aida yang tidak sopan itu, membuat Allyn merasa semakin tidak enak pada Daffa
"Kak Daffa, maafin Aida yaa. Tolong jangan sakitin dia kak, ini semua salah saya kak yang ngajak ngobrol Aida duluan" ucap Allyn berbohong sambil mengatupkan dua tangannya ke dada, pasalnya Daffa memang terkenal sangat tegas dan dia akan menghukumnya jika ada siswa yang berbuat seenaknya saja pada dirinya.
Bersambung....
__ADS_1
Akankah Daffa memaafkan sikap Aida? Saksikan di episode selanjutnya ya guyss...
Wassalamu'alaikum๐