
...Adara memutuskan untuk menemui Stela dan Wisnu. Ia akan membicarakan persoalan Clara dan Lucky....
"Assalamualaikum." Adara memberi salam.
"Waalaikumsalam salam, non." Sahut Bi Gita. (Assisten RT)
"Bi, papa kemana ya sama mama Stela." Tanya Adara.
"Ibu katanya pergi ke boutique non, kalo bapak pergi ke kantor." Sahut Bi Gita.
"Gitu ya bi. Yaudah aku nyusul aja ke boutique bi." Ucap Adara.
"Non mau makan dulu? atau minum." Tanya Bi Gita.
"Gak usah bi, Aku udah makan tadi." Sahut Adara.
"Kapan kapan non nginep disini, bibi kangen non sudah lama juga tidak bertemu." Kata Bi Gita.
"Iya bi, kapan kapan aku nginep disini. Kangen juga masakan bibi apa lagi soto nya itu." Seru Adara.
"Iya non, oh iya non apa kabar gimana masalah sama den Gevan sudah selesai?" Tanya Bi Gita.
"Alhamdulillah bi, doakan saja yang terbaik buat kami ya bi."
"Pastinya non, bibi doakan yang terbaik untuk pernikahan non." Kata Gita.
"Yaudah bi, aku ke boutique dulu ya." Adara pamit.
"Iya non hati hati."
Adara pergi menuju boutique untuk menemui Stela.
Dikantor...
"Yassa, gimana kamu sudah hafal sama semua tempat disini?" Tanya Bimo.
"Masih sedikit bingung pak, soalnya kantor ini besar." Sahut Yassa.
"Gapapa, kedepannya kamu pasti hafal. Dan besok kamu bisa tanyakan sama sekertari saya atau sekertaris Gevan. Tentang pekerjaan yang harus kamu kerjakan." Ucap Bimo.
"Baik pak."
"Ya sudah, kamu boleh kembali keruangan kamu." Bimo memerintah.
"Baik pak." Yassa pergi.
Tak lama, Gevan datang.
"Paa, maaf aku belum bisa maksimal hari ini." Ucap Gevan.
"Gapapa Gevan, papa tahu kamu juga lagi banyak masalah saat ini. Jadi papa suruh Yassa untuk berada di bawah kamu." Kata Bimo.
"Yaa untuk sementara waktu aja pa."
"Iyaa, Kalo kamu mau pulang sekarang gapapa ."
"Iya pah, sebentar lagi aku ada urusan soal Tiffany."
"Oke, take care."
__ADS_1
...Gevan meninggalkan ruangan Bimo. Lalu Ia mengirim pesan kepada Brian untuk menjemputnya di kantor....
"Brian, Lo bisa jemput gue sekarang di kantor!" Pesan Gevan.
"Oke, sekarang gue kesana. Paling lima belas menit nyampe."
"Oke."
Tak lama kemudian Brian datang dan Gevan masuk kedalam mobilnya.
"Lo mau ngomongin apa?" tanya Brian.
"Gue bisa mendapatkan bukti soal Tiffany, tapi ada sesuatu yang harus gue lakuin." Ucap Gevan.
"Apa?"
"Gue harus kembali ke masa lalu, dimana gue mabuk dan Club malam." Jelas Gevan.
"Gila Lo. Pasti Adara gak akan setuju Van, Lo tahu pasti dia bakalan marah lagi sama Lo." Tegur Brian.
"Gue gak ada cara lain Brian, semua bukti ada di hape Mona."
"Mona."
"Iya, dia punya buktinya dan gue harus kembali lagi ke masalalu bersama dia dan Lo juga harus ikut." Ajak Gevan.
"Ogah, gue gak mau gue kebawa dalam masalah rumah tangga Lo berdua. Pastinya akan ribet Van, gimana kalo Adara minta cerai lagi sama Lo." Tegur Brian, mengingat setiap masalah yang datang Adara selalu ingin cerai.
"Percaya sama gue, dia gak akan curiga. Makannya gue ajak Lo biar Lo bisa kasih penjelasan ke dia."
"Jadi gue ditumbalin Van, kalo aja Lo bukan sahabat gue udah gue tinggalin."
"Aaaarggrrrh. Oke tapi kalo ada sesuatu sama kalian gue tutup telinga." Brian sembari menggerutu.
Di Boutique..
Adara bertemu dengan Stela.
"Hallo mam." Sapa Adara.
"Adara tumben kamu kesini?" Tanya Stela.
"Ada yang mau aku bicarakan mam, ini soal Clara."
Stela duduk di sofa.
"Ada apa dengan Clara Adara? Mama gak mau tahu tentang dia lagi." Stela masih saja merajuk.
"Kenapa mam? Apa mama gak kasihan sama Stela, dia ingin memeluk kebahagiaanya bersama Lucky mam." Kata Adara.
"Mama kecewa dengan sikap keluarga lucky Adara, dan mama lebih kecewa lagi saat Clara pergi dari rumah hanya untuk laki laki itu yang bahkan baru saja ia kenal."
"Tapi lucky orang baik mam, Gevan juga bilang kalo lucky orang baik. Hanya saja kalian perlu duduk bareng mencari dimana duduk permasalahannya. Kalian hanya perlu komunikasi aja."
"Tidak segampang itu Adara, keluarga lucky yang tidak bisa di ajak bicara baik baik. Bahkan mereka tidak datang saat lucky melamar Clara. Menikah itu bukan hanya sementara Adara, mereka tidak bisa terus lari dari masalah." Stela mengeluarkan emosinya.
"Mam, kita cari jalan keluarnya sama sama ya! Kita juga harus mementingkan kebahagiaan Clara. Dan mama harus berusaha mengajak Clara untuk pulang, aku tahu rasanya jadi Clara. Aku jauh dari kasih sayang ibu. Dan sekarang aku tidak bisa menyayangi ibu ku dengan sepenuhnya." Jelas Adara, ia menceritakan perasaannya terhadap Ibunya.
"Adara, kamu memang anak baik. Pantas saja karena ayah kamu juga sangat bijak menghadapi masalah tidak heran kalo kamu juga seperti itu." Stela memeluk Adara erat.
__ADS_1
"Aku cuma minta, tolong perlakukan Clara dengan baik. Ia hanya perlu di rangkul mam, jangan sampai perasaanya sama seperti perasaanku terhadap mami Ranti." Adara membalas pelukan Stela.
"Iya sayang, mama akan berusaha." Stela menangis, pasalnya sudah lama ia tidak memeluk Clara.
Sementara itu..
...Mona sedang berada di apartemen Tiffany, lalu ia tak sengaja melihat ponsel Tiffany tanpa kunci sandi. Sementara Tiffany sedang berada di kamar mandi....
Ia melihat satu chat dari SGDY Arief..
"Cantik, gimana anak saya. Sudah diperiksa??. Pesan tersebut.
"Aman Dad, asal kamu kirimin aku uang dua kali lipat dari yang biasanya. Kan sekarang ada 2." Balas Tiffany.
"Gak masalah, kamu minta berapapun akan saya kasih. Asal kamu urus kandungan kamu dan jangan sampai orang tahu jika itu anak saya."
"Oke Dad, Don't worry about it."
...Lalu dengan segera ia foto bukti tersebut bersama nomor hape si pengirim pesan, Tak lama Tiffany datang....
"Mon, Lo lagi ngapain?" Tanya Tiffany.
"Nggak Tiff, eh gue mau dong kenalan sama Sugar Daddy yang kata Lo keren." Mona mengalihkan.
"Lo serius? Tapi mereka semua beristri."
"Tapi beresiko gak?" Tanya Mona.
"Yaa sepintar Lo aja nyembunyiin, kalo gue si baru kemarin di labrak."
"Lo tau gak sih, Vidio Lo itu Viral."
"Serius Mon? Lo lihat dimana."
"Ada temen gue yang kasih Vidio, gue kira bukan Lo." Mona memberikan Vidionya.
"Brengsek, siapa yang berani ngerekam gini." Tanya Tiffany geram.
"Lo tahu sendiri disini kalo ada orang ribut mereka senang. Bisa jadi mereka pengen lihat Lo hancur, Lo tanya aja sama anak yang labrak Lo itu." Mona memanas manasi.
"Lihat aja, mereka gak bakal lolos dari gue. Gue harus ketemu sama Reno." Tiffany meradang.
Tiffany mengirim pesan kepada Reno.
"Om, kita perlu bicara."
"Maaf Tiffany, tidak ada yang perlu di bicarakan hubungan kita sudah selesai semenjak kamu meninggalkan aku." balas Reno.
"Gak segampang itu om lepas dari aku, setelah semuanya yang telah terjadi. Om gak bisa tinggalkan aku begitu saja, bereskan dulu permasalahan kita."
"Gak Tiffany, saya sama kamu cuma nafsu sesaat. Dan kamu tidak lebih adalah seorang pelacur berkedok wanita pekerja keras." Reno mencaci Tiffany.
"Lihat saja, apa yang akan aku lakukan sama om. Jangan salahkan aku kalo anak om yang cantik itu akan aku hancurkan."
"Apa maksud kamu Tiffany, Jangan kamu bawa bawa anak saya. Urusan kamu cuma sama saya, tidak dengan keluarga saya.!!
"Om berurusan dengan orang yang salah, om lupa kalo aku bisa hancurin perusahaan itu kalo aku minta Om Arief untuk menjatuhkannya sekejap." Ancam Tiffany.
"Silahkan saja, kalo kamu bisa." Reno memblokir nomor Tiffany.
__ADS_1