Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Datang kembali


__ADS_3

Setiap pagi Gevan selalu di manjakan oleh masakan masakan sederhana istrinya, meskipun Adara bekerja namun ia tidak melupakan kewajibannya sebagai istri.


"Makasih ya sayang, kamu selalu bangun subuh untuk membereskn rumah lalu menyiapkan sarapan untuku. Apa perlu kita sewa pembantu rumah tangga? Ucap Gevan tiba tiba, tidak biasanya ia peduli dengan Adara


"Van, gapapa kok. Lagian kan ini kewajiban ku sebagai istri kamu. Aku gak mau ngecewain kamu, Seperti ibu aku dulu ke ayah." Adara mengingat ibunya yang berselingkuh saat ibunya bekerja tanpa memenuhi kewajibannya sebagai istri.


"Aku gak mau kamu kecapean sayang, kita bisa sewa dua pembantu. Yang satu beres beres nah yang satu lagi masak." Sambungnya lagi menyangkut pembantu


"Sayang...Hey selagi aku mampu mengerjakannya sendiri aku gapapa kok, aku seneng kok bisa jadi istri yang berguna buat kamu." kata kata Adara membuat Gevan tersentuh, ia beruntung mempunyai istri seperti Adara


"Aku bingung mau ngomong apalagi, kamu keras kepala ya! untung cantik dan aku sayang." Gevan mengusap rambut Adara membuatnya baper


"Yaudah, makan dulu abis itu kita berangkat ya! Adara menyiapkan piring dan mengambil nasi untuk sarapan.


Gevan merasa bersalah, ia bingung cara menghadapi Clara yang begitu mencintainya, walaupun Gevan mencintai Clara namun rasanya sulit untuk melepas Adara. Bagaimana pun istri adalah tempat pulang.


Gevan mengantarkan Adara untuk bekerja.


"Sayang, nanti siang kita makan bareng ya! Aku jemput kamu kesini." Ajak Gevan

__ADS_1


"Aku lihat nanti ya, semoga hari ini Brian gk ada jadwal meeting." Jawab Adara, kemudian Dia masuk ke kantornya.


Saat jam makan siang, Gevan yang berencana untuk makan siang dengan Adara karena tidak ada jadwal segera pergi untuk menjemput istrinya.


"Gevan sayang..." Clara datang dengan suaranya yang sexy.


"Clara, ngapain kamu kesini? aku da urusan dan harus pergi sekarang." Ucap Gevan dengan kerutan di dahinya.


"Van, aku mau makan siang bareng kamu. Kamu udah janji kalo kita balikan kan! Jadi boleh dong kalo kita pergi bareng lagi." Ucap Clara dengan gaya centilnya.


"Tapi gak sekarang, aku ada urusan dan sekarang aku harus pergi Car.. Nanti malam kita ketemu." Ucap Gevan dengan berjalan meninggalkan ruangannya.


Clara hanya cemberut melihat perubahan orang yang ia cintai, "Dalam seketika, wanita itu sudah membuatku dan Gevan menjauh. Ini gak bisa dibiarin! Gue harus kasih sesuatu bumbu untuk pernikahannya." Gumam Clara dengan penuh emosi.


"Sayang, maaf ya lama! Tdi ada berkas yang harus di tanda tangani." Ucap Gevan berbohong, karena tidak mungkin dia mengatakan bahwa Clara datang ke kantornya.


"Iya gapapa sayang, Oh iya aku udah pulang kok. Soalnya aku lagi gak enak badan sayang jadi izin untuk pulang lebih awal." Ucap Adara dengan wajah sedikit pucat.


"Sayang, kamu sakit? Yaudah sekarang kita je dokter ya! Ucap Gevan panik.

__ADS_1


"Gak usah sayang, kita sekarang makan siang dulu abis itu kamu anterin aku pulang. Mungkin istrirahat dulu bisa mengurangi rasa demamnya sayang." Ucap Adara.


"Yaudah, siapa tahu kalo abis makan kamu lebih baikan badannya. Mungkin itu gejala maagh sayang." Ucap Gevan.


Mereka pergi untuk makan siang, namun di tengah tengah Adara merasakan pusing yang berlebihan.


"Sayang, kita pulang aja ya! Aku gak tega lihat kamu kesakitan." Gevan membawa pulang Adara karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk mereka makan siang di luar.


Sampainya dirumah Adara digendong oleh Gevan menuju kamarnya dan langsung memberinya minum. Setelah itu Adara langsung istirahat.


"Sayang, aku jagain kamu disini ya! Aku sekarang nelpon dulu sekertaris aku untuk membatalkan meeting hari ini."Ucap Gevan sambil mengusap rambut Adara.


"Sayang, gapapa kok kamu ke kantor aja aku disini istirahat." Ucap Adara lirih.


"Nggak, aku gak mau ninggalin kamu dalam keadaan seperti ini sayang! Udah kamu istirahat aja dulu ya." Gevan beranjak dari ranjang dan langsung mengambil hpnya untuk mengabari sekertarisnya.


Adara menatapnya penuh kasih sayang, Gevan yang sibuk dengan telponnya masih menyadari istrinya menatapnya.


Gevan selesai menelpon dan melirik ke arah Adara yang sedang menatapnya dengan senyuman diwajah pucatnya "Kamu lihatin aku gitu amat sayang, ada yang salah ya sama aku? Tnya Gevan sambil meraba Raba wajahnya dan bajunya.

__ADS_1


"Nggak, aku gak nyangka aja kamu peduli sama aku, Ini pertama kalinya kamu seperti ini dimataku van." Ucap Adara.


Gevan menghampiri Adara dan menggenggam tangannya "Sayang, aku sayang sama kamu. Aku takut terjadi apa apa sama kamu, karena aku lihat perjuangan kamu sebagai seorang istri yang ingin menjadi sempurna di mataku." Ucap Gevan mencium kening Adara yang panas.


__ADS_2