Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Terbongkar


__ADS_3

mereka bertemu di kedai coffe terdekat.


"Ada apa nih,? tanya Gevan.


"Gue cuma mau tanya, apa lo masih da hubungan sama Clara?


"Kenapa tiba-tiba lo nanyain tentang gue dan Clara? Gevan bertanya bingung.


"Gue cuma mau bilang, lo jangan lah nyia-nyiain orang seperti Adara, gue udah tau dari Aditya. Aditya itu sahabat Adara, dan lo harus tahu kalo Adara mencintai lo Van." Jelas Lucky.


"Aduh, apaan si ky? terus hubungannya sama lo apa? balas Gevan.


"Gue mencintai Clara, ijinkan gue bahagiakan Clara, Van! pinta Lucky.


"Heh, lo tau dari dulu kalo gue Cinta mati sama Clara, lo gila? dia itu bisa gue bikin bahagia lebih dari niat lo! Ucap Gevan penuh penekanan.


"Gue tau van, gue tau betul tapi.." Lucky memperlihatkan foto dirinya bersama Clara.. "asal lo tau gue sama Clara saling mencintai, Sorry gue hianati persahabatan kita, tapi rasa ini benar benar gak bisa gue tahan." Lanjut Lucky.


"Udah berapa lama kalian ada hubungan? tanya Gevan.


"Itu du.. "


"Berapa lama? gevan menggebrak meja

__ADS_1


"6 bulan sebelum gue memutuskan untuk pergi ke Washington." Tegas Lucky.


Gevan langsung pergi meninggalkan Lucky tanpa pamit, Gevan merasa emosi hingga dia memutuskan untuk pulang kerumah, tiba tiba ia melakukan hal yng tidak terduga.


Sampai dirumah, Gevan yang penuh nafsu melihat Adara sehabis mandi dengn rambut yang masih basah.


Tanpa aba aba, Gevan mencumbui Adara dengan penuh nafsu, membuat Adara kewalahan menerima perlakuan Gevan yang rakus mencumbui dirinya mulai dari bibir, leher, dan bulatan sintal milik Adara..


"Ugghhhhh." Lenguh Adara tanpa sengaja, membuat Gevan lebih bergairah.


Lalu tangan Gevan tak tinggal diam, ia menyusuri milik Adara mencapai titik sensitif Adara, membuatnya membulatkn mata.


"are you still a virgin? tanya Gevan dan Adara hanya mengangguk.


Gevan melanjutkan permainannya, sampai dia melakukan hubungan itu, Adara tak habis fikir, mereka melakukan hal itu, setelah beberapa minggu setelah malam pertamanya akhirnya datang, namun datangnya siang hari.


"Habis ini kita pergi nonton, kamu mau? ucap Gevan.


"Serius Van? tanya Adara meyakinkan


"Iya, sekarang kamu mandi dulu ya, atau mau bareng? Ajak Gevan.


"Gamau.. Malu ah" Ucap Adara.

__ADS_1


"Yaudah kamu duluan, abis itu aku! Ucap Gevan.


"Iyaa Van,"


Selesai mandi, Adara dan Gevan pergi.. Di sepanjang jalan Adara memikirkan perlakuan Gevan akhir akhir ini sangat manis, Mengingat awal awal Gevan sangatlah dingin, bahkan mereka tidak saling sentuh satu sama lain.


Sedangkan Gevan memikirkan ucapan Lucky yang menyatakan bahwa Clara dan Lucky punya hubungan disaat yang bersamaan mereka pacaran.


Gevan menjemput Clara di boutique membuat Adara bertanya tanya. Clara berjalan dengan senyuman manis menghampiri mobil Gevan dan saat membuka pintu mobil depan..


"Loh Adara? kamu ikut? tanya Clara kaget.


"Iya, aku sengaja ajak kamu biar Adara ada temennya." Ucap Gevan membuat Clara berdecih.


"Ooo gitu! Ketus Clara.


"Kamu ajak Clara juga Van? aku kira kita cuma berdua." Ucap Adara.


"Gapapa, aku ajak Lucky kok biar Clara ada temennya! ucap Gevan sekali lagi membuat Clara kaget.


Clara duduk di belakang, Sementara Gevan asyik ngobrol dengan Adara seakan akn tidak menghiraukan Clara.


"Gue muak Van! lo kenapa sih? gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Diam diam Gevan menghubungi Lucky untuk bertemu dengannya di bioskop yang sudah Gevan tentukan dengan tujuan menanggapi omongan Lucky tentang Clara.


Sampainya di bioskop, mereka menunggu kedatangan Lucky yang sedang bergegas ke bioskop itu.


__ADS_2