Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Meeting


__ADS_3

Dirumah sakit..


Bimo sampai di rumah sakit, ia menemui Reno. Sebagai teman Bimo ingin membantunya untuk mengungkap siapa yang telah menabrak istri Reno.


"Mas." Sapa Reno.


"Iya Reno, gimana?"


"Maaf sebelumnya sudah merepotkan mas, tapi tolong bantu saya agar istri saya mendapat keadilan. Tadi saya izin cek cctv di tempat kejadian, namun yang punya rumah menolak." Jelas Reno.


"Terus gimana kamu mendapatkan cctv nya."


"Saya memohon dengan sangat, dan akhirnya mereka luluh lalu memperlihatkan kepada saya rekaman cctv pada saat kejadian, dan ini." Reno memberikan rekaman cctv itu.


...Bimo melihat sekilas mobil itu, namun ia tidak mempunyai petunjuk. Setelah di cek lewat handphone, ternyata plat nomornya palsu....


"Saya kira sepertinya kejadian ini sudah direncanakan, pasalnya mobil itu menggunakan plat nomor palsu. Pelaku mungkin orang suruhan, apakah kamu punya musuh sebelumnya?" Tanya Bimo.


" Tidak ada mas, tapi ada seseorang yang sudah mengancam saya dan keluarga." Kata Reno.


"Siapa?"


" Tiffany, dia merasa dendam kepada anak sulung saya. Karena dia merasa dipermalukan didepan orang kala Tiffany di labrak oleh anak saya." Jelas Reno.


"Berarti Tiffany tidak bisa dianggap remeh, saya yakin dia punya bekingan yang sangat kuat. Saya jadi semakin takut anak dan menantu saya kena masalah. Apalagi saat ini Tiffany mengaku hamil dengan anak saya." Ucap Bimo.


"Kita harus segera selesaikan masalah ini mas, yang saya tahu Tiffany punya bekingan. Yaitu Arif Rahman, dia sangat dimanja oleh Arif. Saya tahu karena saya pernah melihatnya bersama." Kata Reno.


"Arif Rahman bukannya yang punya tambang batu bara? Saya dulu pernah bertemu di acara perwira TNI. Dan beliau bersama istrinya."


"Iya mas, rata rata yang dekat dengan Tiffany adalah orang kaya dan laki laki yang sudah beristri." Ucap Reno.


"Saya akan laporkan masalah ini ke polisi, kebetulan saya ada kenalan di kepolisian. Nanti saya kabarin lagi kalo ada perkembangan, semoga Hesti cepat sembuh dan tolong jaga keluarga kamu untuk saat ini." Pesan Bimo.


"Iya mas, saya pasti akan melakukannya. Terimakasih atas bantuannya mas, semoga masalah mas juga cepat selesai." Ucap Reno.


" Iya Reno, saya permisi dulu."


...Bimo pamit untuk pulang....


...Gevan sedang meeting bersama clien nya dari Surabaya, ia ditemani oleh sekertarisnya....


"Jadi gimana? Apakah kalian tertarik untuk mengambil desain hotel yang ini, Kita jamin jenis bangunan seperti ini akan banyak diminati oleh lokal maupun mancanegara. Sebab mempunyai ciri khas dari kota Surabaya ini sendiri." Ucap Gevan.


"Kita tertarik mengambil jenis desain seperti ini, kira kira berapa kisaran harganya. Apa lebih mahal lagi dari hotel yang biasa." Ucap Kliennya tersebut.

__ADS_1


"Untuk anggarannya kami menyesuaikan dengan kualitas bahan bangunan, karena keutamaan dari perusahaan kita adalah mengutamakan kualitas. Buktinya dari sekian banyak proyek yang kami kelola tidak ada komplain satupun dari klien kita." Kata Gevan.


"Memang saya tidak taragu lagi bekerja sama dengan perusahaan ini. Saya sudah banyak melihat hasil kerja dari perusahaan ini dari mulai hotel, mall dan lain lain. Maka dari itu saya memberanikan diri untuk bekerja sama dengan perusahaan ini."


"Baik, jadi bagaimana?"


"Saya setuju." Ucap Kliennya.


"Senang bekerja sama dengan anda." Gevan dan kliennya berjabat tangan lalu mereka menyetujui.


"Untuk Anggarannya saya sudah siapkan di map ini, dan jika ada perubahan silahkan hubungi sekertaris saya." Kata Gevan.


"Baik pak, terimakasih. Kalo begitu saya pamit."


"Iya pak, terimakasih."


Klien itu pergi, sisa Gevan dan Devina di ruang meeting itu.


"Bapak hebat, dengan usia bapak yang masih muda tapi bisa menghandle beberapa proyek dan proyek itu sukses." Ucap Devina.


"Saya sudah belajar bisnis sejak saya masih kecil, papa saya adalah jiwa berbisnis yang kuat. Syukur syukur nurun bakatnya ke saya." Kata Gevan.


"Iya pak, tidak heran bapak jago berbisnis." Puji Devina.


"Sama sama pak, terimakasih juga bonusnya." Devina tersenyum manis.


" Yasudah, kalo begitu saya pulang ya!" Gevan pamit.


"Iya pak."


...Gevan pulang kerumah, sebelum itu ia mampir ke toko bunga untuk membeli bucket bunga untuk istrinya. Mengingat nanti mereka akan pindah kerumahnya lagi....


"Mbak, saya pesan bunga mawar merah beserta kartu ucapannya, dengan kata (Selamat datang di rumah kita, istriku)." Pesan Gevan.


"Baik pak, mohon di tunggu sebentar."


...Pelayan toko itu mempersiapkan bunganya, sementara itu Bimo sudah sampai rumah....


"Assalamualaikum." Bimo memberikan salam.


"Waalaikumsalam, pah. Papa pulang sendiri?" Tanya Anggita.


"Iya ma, tadi papa pulang lebih awal. Tadi papa habis dari rumah sakit menemui Reno." Ucap Bimo lalu ia duduk di sofa.


"Sebentar pah, mama bikinin dulu minum untuk papa." Anggita segera pergi ke dapur.

__ADS_1


...Lalu Adara datang membawa kopernya....


"Adara kamu mau kemana?" Tanya Bimo.


"Pah, kita mau pamit kembali kerumah. Sudah lama rumah itu tidak ditempati." Sahut Adara.


"Padahal papa senang kalian disini, tapi yasudah kalian memang harusnya hidup berdua biar kalian bisa saling memahami." Kata Bimo.


"Iya pa, kita pasti sering nginep disini kok. Doakan kita supaya bisa kasih papa dan mama cucu. Biar kalian tidak kesepian lagi." Ucap Adara.


"Iya Adara."


"Gevan kok belum pulang pa." tanya Adara, ia mencari keberadaan suaminya.


"Gevan lagi ada meeting dulu, sebentar lagi pasti pulang. Papa tadi pulang duluan." Kata Bimo.


"Gitu ya pa."


Anggita datang membawa secangkir teh hangat untuk Bimo.


"Diminum dulu pa." Kata Anggita.


" Makasih ma."


"Oh iya, papa tadi bilang ketemu Reno. Memangnya ada apa lagi pa?" Tanya Anggita melanjutkan obrolan tadi.


"Iya ma, tadi Reno kasih papa bukti cctv kejadian mobil yang menabrak Hesti. Dicctb itu terlihat jika mobil itu memang sengaja mengarahkan mobilnya ke arah Hesti."


"Kok bisa gitu ya pa." Tanya Anggita.


" Yaa, dan saat papa cek plat nomornya ternyata palsu." Kata Bimo.


"Berarti ini memang masalah yang serius ya pa, kayaknya ada yang tidak suka sama om Reno." Timpal Adara.


"Katanya, Tiffany mengancam Reno untuk mencelakai keluarganya. Karena Vidionya bersama anaknya Reno viral." Sambung Bimo.


"Tiffany lagi, mama tidak habis pikir. Kok dia bisa berbuat senekat itu sampai dia menyewa orang untuk mencelakai keluarga Reno." Ucap Anggita.


"Kita belum punya bukti yang kuat kalo Tiffany dalangnya, karena bukti mobil pun tidak jelas asal usulnya siapa pemiliknya." Kata Bimo.


"Kita juga harus berhati hati pa, kita gak tahu apa yang akan Tiffany lakukan kepada keluarga kita. Tapi semoga keluarga kita dilindungi oleh tuhan." Kata Adara.


"Iyaa Aamiin."


Tak lama kemudian Gevan datang, ia tidak membawa bunga yang ia beli. Gevan datang dengan tangan kosong.

__ADS_1


__ADS_2