Suami Pilihan Ayah

Suami Pilihan Ayah
Malam ini indah


__ADS_3

...Malam yang indah, Adara memakai gaun warna merah yang elegan nan cantik. Gevan begitu mengagumi sosok istrinya yang sangat amat sempurna dimatanya. Suasana rooftop yang di sulap menjadi tempat dinner yang mewah membuat Adara terpana melihat keindahannya....


...Dibawah langit malam dan ditambah dengan rembulan dan cahaya bintang menambah keromantisan malam ini. Adara duduk di kursi yang sudah Gevan siapkan sebelumnya lalu Gevan duduk di hadapannya sembari memberikan bucket bunga mawar yang indah mengartikan kecantikan istrinya malam ini....


"This is for you." Gevan memberikan bucketnya.


"Thank you." Adara memberikan senyum termanisnya.


" Kamu cantik sekali memakai gaun itu." Kata Gevan.


" Baru pertama kali aku memakai gaun cantik seperti ini sayang, terimakasih untuk gaunnya." Ucap Adara.


"Sama sama sayang."


"Kok kamu kepikiran bikin dinner ini sayang." Ujarnya.


" Aku ingin menebus dosa aku sama kamu dan pernikahan kita. Karena di malam pertama kita, aku tidak menghargai kamu dan tidak menghargai pernikahan kita." Kata Gevan, ia masih mengingat bagaimana dia memperlakukan istrinya.


"Aku sangat terkesan, terimakasih banyak sayang." Ucap Adara.


Musik di putar..


"Mau dansa?" Gevan mengulurkan tangan.


...Adara beranjak dari kursi kemudian mengikuti langkah suaminya. Mereka berdansa dengan sangat romantis, Saling berhadapan dan menyatakan perasaan masing masing....


"Aku akan merindukan saat seperti ini, aku sadar tidak bisa hidup tanpa kamu. Dan mungkin bisa tapi tidak akan seberwarna ini. Yang ada hidup aku akan kosong." Ucap Gevan.


"Yaa, aku juga. Awalnya aku akan menjauh dan membuang perasaan ini, tapi rasanya aku gelisah bahkan saat sedikit lagi aku bisa menghilang dari kamu. Tapi nyatanya aku tidak mampu." Sahutnya.


"Berjanjilah untuk tidak mengucapkan kata cerai saat kita ada masalah." Ucap Gevan.


"Iya aku berjanji." Adara memeluk Gevan dan Gevan pun memeluk Adara.


Lalu sepasang pasutri itu menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh Gevan.


...Setelah selesai, Gevan memangku Adara menuju kamarnya lalu membaringkannya di ranjang yang sudah ia hias degan taburan bunga mawar berbentuk love. Dengan bantuan cahaya lilin di sekitar kamar memberikan sisi romantisnya....


...Gevan melepaskan heels yang di pakai oleh Adara, kemudian ia melepaskan Jas yang ia pakai dan berbaring disebelah Adara, kemudian Adara beranjak dari ranjang dan perlahan membuka kemeja yang Gevan pakai kemudian mencium dada bidangnya....


...Adara berubah menjadi agresif lalu ia melepaskan pakaian yang ia pakai lalu Gevan menuju bulatan sintal istrinya kemudian merubah posisi menjadi Gevan yang berada di atas Adara dan dengan cepat Gevan melepaskan bajunya, kemudian mencumbu Adara dengan lembut membuat wanita itu menggeliat....


"Katakan aku satu satunya."


"Kamu satu satunya, sayang. Uhhh."

__ADS_1


Sudah lama mereka merindukan kehangatan tubuh satu sama lain, setelah sekian lama akhirnya mereka menikmati masa berdua.


Lalu mereka terkulai lemas.


"Kamu sekarang pro ya!" Ledek Gevan.


"Apaan si yang, kamu juga jago bikin aku merem melek." Sahut Adara menanggapi ledekan Gevan.


"Bisa aja kamu."


Lalu mereka terlelap.


...Saat ini Arif akan menemui Tiffany untuk meminta jatahnya, begitupun sebaliknya. Tiffany membutuhkan uang dari Arif....


...Mereka bertemu di sebuah hotel yang sering mereka pesan untuk bertemu sekedar menghabiskan malam. Bisa sewaktu waktu pergi keluar negeri ataupun ke luar kota tampan istrinya tahu....


"Hallo sayang." Sapa Arif langsung mencium leher Tiffany.


"Hai babe." Tiffany sudah menggunakan baju dinasnya.


"Gimana kamu sudah siap?" Tanya Arif.


"Om sendiri gimana" Tanya balik Tiffany.


" Sudah dong."


...Tanpa ragu Tiffany langsung memberika servis terbaiknya, walaupun tidak ada hasrat kepada Arif. Tiffany selalu mendalami perannya. Lalu selesai mereka berhubungan badan....


"Om, gimana nasib anak ini." Kata Tiffany membuat Arif mendengus kesal.


"Gimana apanya? Kan saya sudah kasih kamu pilihan waktu itu pertahankan atau aborsi." Ucap Arif tanpa ragu.


"Kan ini anak om." Ucap Tiffany.


"Kamu yakin gak itu anak saya? Kamu juga berhubungan kan sama Reno dan lainnya. Dan saat kamu suruh saya untuk mencelakai keluarga Reno kan sudah saya lakukan." Jelas Arif.


"Om, sama mereka aku selalu suruh untuk pake pengaman, tapi kalo sama aku sama sekali tidak suruh om pakai pengaman." Kata Tiffany.


"Saya mana percaya sama pelacur seperti kamu, dan kalaupun itu anak saya kan sudah saya kasih uang bulanan untuk sekedar susu ibu hamil."


"Om, saya bukan pelacur ya!" Tiffany menyanggah.


"Lalu apa? Kamu muasin saya dan saya kasih kamu uang. Apa itu bukan pelacur namanya? Beda lagi kalo kamu istri saya." Kata Arif, seolah Tiffany terjebak dalam permainannya sendiri.


"Aku gak nyangka om tega bilang seperti itu."

__ADS_1


"Bukannya kamu mau minta tanggung jawab sama pacar kamu?" tanya Arif.


"Kita belum pernah berhubungan om, mana mungkin aku minta dia untuk tanggung jawab. Apalagi saat anak ini lahir pasti dia akan tes DNA." Kata Tiffany.


"Kalo soal itu gampang, kamu tinggal palsukan tes DNA itu. Pakai uang semuanya serba gampang." Ucap Arif dengan angkuhnya.


"Tidak segampang itu om, aku maunya om tanggung jawab. Kalo nggak aku akan kasih tahu sama istri om." Ancam Tiffany.


"Kamu lupa siapa saya? Bisa saja hidup kamu hancur dalam sekejap." Ucap Arif lalu ia memakai bajunya dan keluar dari kamar itu lalu meninggalkan segepok uang.


"Sialan, gue jadi terjebak gini si." Tiffany berdecih.


"Gue gak mungkin terus terusan memaksa Gevan untuk menikahi gue." Tiffany menggerutu.


Keesokan harinya..


Mona mengirim pesan kepada Gevan..


"Van, gue mau ketemu. Ada yang mau gue sampaikan sama Lo tentang bukti itu."


...Gevan baru bangun lalu ia melihat notifikasi di handphone nya dan segera mandi kemudian meninggalkan Adara yang masih tertidur. Lalu diperjalanan Gevan mengirim pesan kepada istrinya....


"Sayang aku pergi ke kantor ada sesuatu yang harus aku selesaikan, aku gak tega bangunin kamu yang sedang tidur pulas. Love you." Pesan Gevan.


...Lalu Gevan diinfokan untuk menemui Mona di tempat yang sering mereka kunjungi dulu. Lalu ia melihat Mona yang sedang minum kopi....


"Mon.." Sapa Gevan.


"Van, istri Lo tahu kita ketemu?" Tanya Mona.


"Nggak, dia masih tidur."


"Kenapa gak kasih tahu, nanti salah paham lagi."


"Gak akan, kita kan cuma bicarakan soal gue dan Tiffany."


"Yaudah."


...Mona memberikan rekaman suara dan screenshot chat beserta nomor laki laki yang merupakan ayah kandung bayi yang Tiffany kandung....


"Lo kirimin ke hp gue ya! Gue gak sabar pengen masalah ini cepat selesai." Kata Gevan dengan bersemangat.


"Iya Van, tapi pelan pelan ya cari tahu laki lakinya jangan sampai Lo tanya langsung sama Tiffany. Karena pasti langsung mengarah ke gue, sekarang gue tinggal di apartemen Tiffany." Pesan Mona.


"Iya gue akan cari tahu sendiri."

__ADS_1


"Ini sekaligus gue kasih foto mereka saat di Bali." Tambah Mona.


...Gevan semakin merasa pintu kebebasannya sudah di depan mata. Kesal berurusan dengan orang licik seperti Tiffany....


__ADS_2