
"Siapa tuh yang kemarin-kemarin bilang, mau nyawer, sawer tuh!" seru Ando ketika selesai berfoto bersama teman-temannya yang entah sudah kesekian ratus kalinya.
"Hallo cantik, ketemu lagi nih." ujar bang Fajar yang ikut serta memeriahkan acara tersebut.
Karena khusus hari ini, baik Cafe maupun bengkel, sengaja Ando liburkan, agar mereka ikut serta dalam acara bahagianya.
"Ya kali, penyanyi pop di sawer, kagak lucu banget lo!" Pandu tertawa sumbang.
"Wiihhhh, cakep banget lo Ndo!" seru bang Gerry, yang datang dengan bang Raffan, bang Rasyid juga bang Gavin.
"Doain biar gue cepet nyusul." lanjut bang Gerry, yang langsung mendapat cibiran dari bang Rasyid.
"Ah elo mah, jodohnya masih lama, abisnya pilih-pilih mulu sih." ujar bang Rasyid.
"Memilih yang terbaik itu wajar kan An, ya semisal kaya si Ando ini kan, kagak pernah deket sama cewek, eh tiba-tiba ngasih kabar langsung kawin aja, itu kan Tandanya, kalau si Ando nunggu yang terbaik, iya nggak cantik?" menoleh kearah Nada sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Si Ando sama elo tuh beda ceritanya bro!" bang Rasyid merangkul pundaknya.
"Beda gimana?" ia menoleh.
"Ya jelas beda, si Ando anti banget pacaran, ya kalau elo julukannya aja, playboy cap gagang panci, ya jadi gue rasa itu sih karma sedang berjalan di kehidupan lo!" bang Rasyid menepuk bahunya, seolah menguatkan.
"Anjir bang sad banget lo jadi temen!" bang Gerry menoyor kepalanya.
Yang kemudian disambut gelak tawa oleh bang Rasyid.
Acara yang begitu meriah dan di penuhi tawa tersebut selesai sebelum waktu Ashar, karena Ando sendiri yang meminta, khawatir jika terlalu lama Nada akan kecapean dan berakibat buruk pada janinnya.
Dan Ando menyanyikan sebuah lagu sebagai penutup acara.
..
I give you my word
I give you my heart
This is a battle we've won
And with this vow
Forever has now begun
__ADS_1
Just close your eyes each loving day
I know this feeling won't go away
Every word I say is true
This I promise you
This I promise you
Shane Filan- This I Promise You
...
...
"Cape ya?" seru Ando, menyentuh kaki Nada, saat keduanya tengah beristirahat dikamarnya.
"Pegel dikit!" ucapnya sembari meringis, ketika Ando mulai memijit pelan kakinya.
"Gagal dong ya!" ucap Ando dengan senyum menggoda.
"Gagal apanya?" Nada yang tidak mengerti maksud Ando, menatapnya bingung.
"Abangggg!" Nada menimpuknya dengan salah satu guling yang berada disampingnya.
"Eh sayang, galak banget sih sama suami, lagian aku tuh bener kan, kalau malam ini malam pertama kita." balasnya, sembari mengambil gulingnya dari tangan Nada.
"Mana ada?"
"Aku cape abang!"
"Yaudah deh besok nggak apa-apa," ucapnya sembari terkekeh.
"Abang?"
"Hmmm!"
"Abang?
"hmmm!" balas Ando yang sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
"Abang Ihs!"
Ando kembali membuka matanya, mendengar rengekan Istrinya yang terdengar sedang kesal.
"Apa sayang, kenapa hm?"
"Cewek Yang waktu itu nelpon malam-malam siapa namanya?"
"Yang mana?"
"Ihs, abang pura-pura lupa deh!"
"Si Juwita."
"Oh, jadi namanya juwita, jangan-jangan masih sering nelpon abang ya selama ini?" ucap Nada dengan tatapan menuduh.
"Udah nggak sayang, udah aku blokir, ngapain sih melihara kek gituan."
"Bohong!"
"Aku harus buktiin dengan cara gimana lagi sih yang, biar kamu tuh percaya sama aku."
"Nggak tahu, pikir aja sendiri!"
Ucapnya mengerucutkan bibir.
"Minta di cium keknya ini?" menyentuh bibir Nada menggunakan ibu jarinya.
"Atau mau sekalian di kerjain?" lanjut Ando mengerlingkan mata.
.
.
Hallo Readers tercintaπππ
semoga selalu dalam keadaan sehat ya!π
Maafkan Author yang sudah menghilang beberapa hari iniπππ
.
__ADS_1
.