
"Masih pusing, mual?"
"Dikit."
"Besok aku manggung yang, maaf ya aku nggak bisa nemenin kamu, nanti biar aku suruh bi Mimin aja ya!" mengelus pipi istrinya menggunkan punggung tangannya.
"Kenapa nyuruh bi Mimin?"
"Biar nemenin kamu yang!"
Nada menggerenyit. "Emangnya kenapa musti di temenin,?
"Aku takut kamu kenapa-kenapa, selama aku tinggal."
"Ihs apaan sih, nggak usah, kasian bi Mimin nanti kerjaannya numpuk, lagian aku nggak apa-apa, cuma mual sama pusing doang, entar juga hilang."
"Yakin nggak apa-apa?"
"Iya, nggak percayaan banget sih!" Mengerucutkan bibir sebal.
"Jangan ngambek dong, aku kan cuma khawatir yang."
Lalu Ando pun berjongkok dihadapan Nada, kembali menciumi perut ratanya.
"Hallo anak Ayah, baik-baik disana, jangan nakal ya di perut Bunda!"
"Iya Ayah!" lanjutnya menirukan gaya bicara anak kecil, membuat Nada terkekeh geli melihat tingkah suami Sma nya tersebut.
.....
Setelah memasangkan Dasi suaminya yang hendak berangkat sekolah, Nada pun kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Rasa mual di pagi hari memang cenderung lebih parah, dibanding siang hari.
Ando yang melihat Nada terlihat lemas, ia pun bergegas menghampirinya.
"beneran, nggak apa-apa aku tinggal yang, kamu kok pucet gitu sih." Seru Ando khawatir.
"Nggak apa-apa udah sana!"
"Bentar, aku mau pamit sama yang satunya."
"Morning anak Ayah, titip bunda ya, jangan Nakal, nanti siang ayah harus kerja, doain lancar ya nak."
Ia pun mencium kening istrinya lalu bergegas pergi.
...
Ando mengendarai motornya sambil tersenyum-senyum sendiri, kabar kehamilan Nada membuatnya lebih semangat dalam segala hal.
Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, sebuah mobil melaju sangat kencang.
Brukkkk..
Mobil tersebut menabrak pohon yang berdiri kokoh dipinggir jalan.
Sedangkan Ando selamat, karena sempat menghindar.
Ia di buat kaget bukan main, melihat mobil yang menabrak pohon tersebut terlihat rusak parah dibagian depan.
Iapun memutuskan untuk melihat pengemudi yang masih berada didalam mobil.
Saat langkahnya mulai dekat, seseorang keluar membuka pintu mobil, dan menutupnya kembali dengan kasar.
"Elo!"
Seru Ando kaget.
Lalu Seseorang tersebut tersenyum sinis kearahnya.
"Kenapa lo kaget?"
"Maksud lo apa?" tantang Ando.
__ADS_1
"Tadinya sih gue mau main-main dikit sama elo, tapi sayang malah gue yang sial!" Ucapnya sambil tertawa.
"Gue minta elo serahin Nada buat gue!"
Cih!
Ando berdecih sebal, dan menatapnya sinis.
"Dulu lo sakitin dia, selingkuhin dia, dan pada akhirnya lo ninggalin dia kan? dan sekarang, dengan tidak tahu malunya lo minta sama gue buat nyerahin Nada, jangan mimpi lo!"
"Lo berani main-main ya sama gue!" menarik kerah kemeja sekolah Ando.
"Kenapa lo takut?" Tantang Ando dengan tatapan mengejek.
Cih!
"Dengar ya, gue nggak pernah takut siapapun, apa lagi bocah ingusan kaya lo!"
"Sorry, gue nggak bisa lama-lama ngobrol sama orang gak waras kaya lo!" ucap Ando, kemudian menepis kasar tangannya.
Dan beranjak menaiki motornya, lalu segera melajukan motornya kembali.
"Gila tuh orang, dia pikir gue takut sama Ancaman recehnya!" Gumamnya pada diri sendiri.
15 menit ia sampai disekolah, "Hampir aja terlambat, gara-gara si bajingan gila! umpatnya, dan bergegas menuju kelas.
....
Pukul 13:31 Ando dan kelima sahabatnya sampai di tempat acara.
kemudian mereka bersiap-siap untuk tampil sebentar lagi.
Dan ketika Mc menyebutkan nama The Arcturus, mereka pun bergegas menaiki panggung.
"Aduhhh keren-keren ya ternyata pemirsa, mereka masih sangat muda-muda, calon bintang baru indonesia ini mah!" Seru Mc tersebut saat menyambutnya.
Membuat Ando dan kelima sahabatnya tersenyum canggung.
Karena ini kali pertama mereka manggung di acara formal seperti ini, yang dihadiri oleh beberapa petinggi perusahaan dan karyawan lainnya.
"Selamat siang semuanya, para pemirsa ibu, bapak serta kakak-kakak yang terhormat, disini kami akan mempersembahkan sebuah lagu untuk Anda semua, semoga terhibur!"
Mata ini indah melihatmu
Rasa ini rasakan cintamu
Jiwa ini getarkan jiwamu
Jantung ini detakkan jantungmu
Dan biarkan aku padamu
Menyimpan sejuta harapan
Aku padamu
Rasa ini tulus padamu
Takkan berhenti
Sampai nanti ku mati
Biarkan aku jatuh cinta
Pesona ku pada pandangan
Saat kita jumpa
Biarkan aku kan mencoba
Tak perduli kau berkata
Tuk mau atau tidak
__ADS_1
Mata ini indah melihatmu
Rasa ini rasakan cintamu
Jiwa ini getarkan jiwamu
Jantung ini detakkan jantungmu
Biarkan aku jatuh cinta
Pesona ku pada pandangan
Saat kita jumpa
Biarkan aku kan mencoba (coba)
Tak perduli kau berkata
Tuk mau atau tidak
St12-Biarkan aku jatuh cinta.
Suara tepuk tangan dan teriakan kagum, terdengar riuh, menggema disetiap sudut tempat tersebut.
...
Usai tampil, menyelesaikan 5 lagu sesuai permintaan sang pemilik perusahaan, kini Ando dan kelima sahabatnya bersiap untuk pulang.
Namun saat ia keluar dari ruang ganti yang telah disiapkan pemilik perusahaan, seseorang yang paling tak ingin di temuinya tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Makasih ya Ando, lo udah mau datang memenuhi undangan bokap gue, sumpah suara lo bagus banget, semua orang suka banget sama penampilan lo tahu nggak sih."
sembari bergelayut manja di tangan Ando.
Ando kaget bukan main, ia sama sekali tidak tahu bahwa pemilik perusahaan tersebut adalah ayah marissa, seandainya ia tahu lebih awal, mungkin ia akan berpikir ulang untuk menerima tawarannya.
Ando mencoba untuk tidak terlihat syok oleh Marissa, iapun mencoba untuk berexpresi sedatar mungkin.
Ia menghela nafas yang mendadak berat, rasa kesalnya terhadap marissa membuat ubun-ubunnya terasa mendidih, mungkin ini saatnya ia harus lebih tegas, dengan wanita yang selalu mengganggunya.
Ia tak ingin membiarkan lebih lama, karena tak ingin menyakiti istri tercintanya, terlebih karena sudah ada calon buah hati diantara mereka.
Kebahagiaannya sudah cukup, baginya istrinya sudah lebih dari segala-galanya, dan tidak ada bandingannya dengan wanita manapun.
"Lo beneran suka sama gue?"
Ucapan Ando sontak membuat marissa membelalakan matanya, dan berakhir salah tingkah.
"G-gue,"
"Lo denger gue baik-baik ya, Marissa Ayu Dewi."
"gue nggak pernah suka sama elo!"
"Apalagi Cinta, nggak sama sekali."
"Lo kok tega banget sih An, ngomong gitu sama gue, apa hebatnya sih cewek itu dibanding gue." seru Marissa dengan berurai air mata.
"Elo yang bikin gue tega sama lo." bentaknya.
"Berulang kali gue tolak secara halus, tapi lo tetep deketin gue, lo jadi cewek punya harga diri nggak sih?"
"Ando, gue sayang sama elo, gue cinta sama elo!" memeluk Ando.
"Sa, jangan paksa gue buat kasar sama elo."
"Sorry sa, gue harap setelah ini lo nggak gangguin gue lagi, karena hati gue udah tertutup buat cewek lain, gue cinta mati sama cewek gue, gue harap lo ngerti!" mendorong tubuh marissa dari pelukannya.
Kelima sahabat Ando yang sejak tadi memperhatikannya, menatap iba pada Marissa.
Lalu mereka bergegas menyusul langkah Ando yang sudah pergi terlebih dahulu.
.
__ADS_1
.