
"Pulang sekolah aku mau langsung ke Studio yang, mau latihan. terus pulang dari Studio aku mau mampir dulu ke bengkel, kangen sama bang Fajar."
"Kangen Anak-anak yang lain juga." lanjutnya, sembari mencangklong tasnya hendak berangkat sekolah.
Pagi ini Ando sedikit terburu-buru tidak sesantai hari biasanya, karena saat pulang
dari rumah mama Indri subuh tadi ia bangun kesiangan.
Dikarenakan semalam ia bisa tidur setelah jam 3 lewat.
Ando menatap Istrinya yang terlihat tidak bersemangat.
"Mau ikut?" tawarnya.
Nada terdiam sesaat menimbang-nimbang ajakan suaminya, sekarang badannya jauh lebih segar di banding kemarin-kemarin.
Dirumah hanya ada beberapa pekerja, yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, mana bisa di ajak mengobrol lama-lama, sementara si Raffa pulang tadi pagi karena harus kuliah, jadi pilihan terbaik adalah ikut dengan Ando batin Nada.
"Aku ikut!"
Ando mencium kening istrinya sebelum menaiki motor kesayangannya.
"Ok, Nanti aku pulang dulu jemput kamu, jangan lupa makan, minum obat., I Love You." Ucapnya sembari mengenakan helm lalu melajukan motornya.
Nada memandangi motor yang ditumpangi suaminya hingga menghilang di balik pintu gerbang. ia tersenyum membayangkan Ando yang selalu bersikap lembut dan romantis padanya.
Ia sangat bersyukur memiliki suami sepertinya, jika dulu ia lebih menginginkan laki-laki dewasa dengan umur yang jauh diatasnya, sekarang tidak lagi.
Karena setelah mengenal Ando, ia berkesimpulan bahwa kedewasaan seseorang tidak di lihat dari banyaknya usia yang ia miliki.
Tetapi bagai mana cara ia bersikap, dan memperlakukan pasangannya dengan sangat istimewa.
Sambil menunggu Ando pulang Nada mengambil beberapa buku Novel romantis yang terletak dikamarnya, lalu membacanya disofa ruang tengah.
Baru saja ia membuka lembar pertama, sesorang menghampirinya.
"Mbak Nada?"
Nada mendongak, menatap gadis muda yang ia tahu berprofesi sebagai Art dirumahnya.
"Kenapa?" Tanya Nada menutup kembali bukunya lalu meletakannya di Atas meja.
"Mmmz..mas Ando ganteng banget ya mbak!"
Dan Ucapan Tiara barusan sontak membuat Nada mengerutkan keningnya.
"Makasih" balas Nada Akhirnya, dengan senyum yang dipaksakan.
bukannya ia tidak tahu dan tidak menyadari gelagat Tiara saat berdekatan dengan suaminya, Namun Nada lebih memilih mengabaikannya.
Karena ia tidak ingin bermasalah dengan suaminya karena hal-hal sepele, terlebih yang ia lihat selama ini Ando selalu acuh pada gadis manapun.
"Ki-"
"Saya permisi ke kamar ya mau Istirahat, soalnya siang Nanti saya ada janji keluar sama suami saya!" Dengan cepat Nada memotong ucapan Tiara, dan bergegas pergi.
"Gue belum selesai ngomong udah pergi." gerutu tiara.
.....
Pukul 12:29 Ando sampai dirumahnya, memarkirkan motor lalu berjalan menuju kedalam rumah, Saat ia hendak masuk, ia di suguhkan dengan pemandangan yang menurutnya sangat menggelikan.
Disana ada Tiara yang sedang berdiri sambil tersenyum yang di buatnya semanis mungkin.
"Eh mas Ando udah pulang?" Ucapnya dengan suara yang lembut dibuat-buat.
"Istri saya dimana?" Ketus Ando, tak menanggapi ucapannya.
"Emmz itu, lagi Istirahat di kamar."
Tanpa permisi Ando bergegas pergi meninggalkan Tiara yang sepertinya merasa kesal atas responnya.
Sebelum benar-benar masuk kamar, Ando menghubungi nomor telpon mama terlebih dahulu.
"Ma, Ando mau hari ini juga Tiara di Ambil dan di ganti sama bi Mimin."
"Tiara bikin masalah disana?"
"Ando nggak mau berantem sama Nada, cuma gara-gara beginian ma!"
"Ok sayang, jangan khawatir sore ini mama meluncur kesana ya!"
"Makasih ya ma, yaudah Ando tutup dulu telponnya ya!"
Setelah selesai menelpon sang Mama Ando membuka dan menutup kembali pintu kamarnya.
"Udah pulang? Ucap Nada yang baru saja selesai merias diri, menghampiri Ando lalu mencium punggung tangannya.
"Udah sayang.!"
"Eh kamu beda banget sih yang hari ini?" Tangannya terulur mengusap pipi Nada yang sehalus kulit bayi menggunakan punggung tangannya.
"B-beda gimana?"
"Lebih cantik!" ucapnya, sembari menggesekan ujung hidung miliknya dan juga Nada, lalu menatapnya penuh Arti.
"Sun boleh?" Bisiknya tepat di kuping Istrinya.
"Ihs, biasanya juga nggak pake nanya dulu!" Nada mencubit perutnya gemas, membuat Ando meringis sekaligus tergelak.
Dan detik kemudian Ando telah menyatukan bibirnya dengan bibir Nada, mencecap, menghisap, menelusuri apapun disana, menikmati rasa manis yang sudah menjadi candu baginya.
Nada mendorong pelan dada Ando, ia harus menghentikan Aksi suaminya sebelum ia meminta yang lebih.
Ando menurut, dengan terpaksa melepaskan pagutannya, menatap dalam wajah istrinya dengan tatapan yang sulit di Artikan.
Tangannya terangkat membersihkan sisa saliva yang masih tersisa di bibir istrinya, lalu mengelapnya menggunakan ibu jarinya.
"Manis!" Ucapnya sambil tersenyum.
Sedangkan Nada tersipu malu, sembari menggigit bibir bawahnya.
"Jadi nggak?"
"Kemana?" Ucap Ando dengan kening berkerut.
"Ihs pake acara pura-pura lupa segala, katanya mau ngajak aku ke Studio!" Nada mengerucutkan bibir sebal.
"Iya iya, sayang! aku ganti baju dulu bentar ya!"
"Hmmm."
...................
"Wihhh, si Ando bawa cewek!" Ucap Ramon melompat dari atas sofa.
"Serius Lo!" Beny ikut melompat.
"Mana mana, penasaran gue!" Agil yang sedang tiduran diatas karpet pun ikut bangkit mengikuti kehebohan 2 sahabatnya.
"Beuuhhh...mantep!" Ramon menepuk pundaknya
"kereenn kereeennn lah pokoknya cocok ini mah!" Agil mengedipkan sebelah matanya.
"Njiiirr bening cuyy, bisa banget lo nyari barang!" Beny berbisik di telinganya.
Ando yang baru saja turun dari motor langsung di sambut oleh kata-kata Absurd ketiga sahabatnya.
__ADS_1
"Kenalin ni cewek gue, Nada namanya!" Ucap Ando sembari merangkul bahu istrinya.
"Hai Cantik kenalin Beny!"
"Agil."
"Ramon."
Ucap mereka bertiga menjabat tangan Nada bergantian.
"Si Pandu sama si Danang kemana, nggak kelihatan."
"Masih dijalan, bentar lagi juga sampe." balas Agil.
Ando hanya mengangguk menanggapi.
"Ayo masuk kedalem aja di luar panas, kasian tuh cewek elo, cakep gitu di panas-panasin." ujar Ramon.
Ketiga sahabat Ando melangkah masuk terlebih dahulu, sedangkan Ando meraih tangan Nada lalu mencium telapak tangan kanannya berulang kali.
"Ihs ngapain, Nanti ada yang lihat gimana, malu tahu!"
"Menghapus jejak mereka." ucapnya santai, lalu merangkul kembali pundaknya dan bergegas masuk.
Sudah 45 menit mereka menunggu, Namun Pandu dan Danang tak juga datang.
"Kemana sih tuh Anak tumben pada telat begini!" Ucap Ando sembari memijit pelipisnya, Rasa kantuk dan lelah kian terkumpul menjadi satu.
Efek Kurang tidur, di tambah aktifitas yang tiada henti.
"Udah gue telpon barusan, si Pandu lagi nemenin si Danang di bengkel, Biasa motornya ngadat lagi." sahut Ramon.
"Gimana kalau sekarang kita mulai aja, maksud gue, kita main musik sambil nyanyi-nyanyi gitu, hitung-hitung buat ngehilangin jenuh sambil nunggu bocah yang 2 datang!"
Usul Agil.
"Gue setuju tuh, si Cantik suruh nyanyi aja duet sama si Ando!" ujar Beny ikut menimpali.
Ando melirik kearah Nada dengan senyum penuh Arti.
"Mau ya, duet sama aku!" bisiknya.
"Aku nggak bisa nyanyi An," Nada balas berbisik.
"Bisa, aku yakin wanita cerdas seperti kamu, apapun pasti bisa!"
Tanpa menunggu persetujuan dari Istrinya Ando pun beranjak dari duduknya, meraih tangan istrinya lalu bergegas ke ruang musik, diikuti ketiga sahabatnya.
"Aku nggak bisa nyanyi Ando." Nada mencubit kesal pinggang suaminya.
"Apa aja yang, yang kamu hafal aja!"
"Ihs."
"Yaudah My heart ya." lanjutnya ketus, ia tak mampu menolak terutama melihat sahabat Ando yang sudah sangat Antusias menunggunya untuk bernyanyi bersama Ando.
"Tarikkk bro, my heart katanya." teriak Ando pada ketiga sahabatnya.
"Wokehhh.." Balas Ramon bersemangat.
Ando pun mulai menyanyikan bait pertama lirik lagu, sembari tersenyum, menggenggam tangan Nada.
Dan selanjutnya Nada pun ikut bernyanyi, menyanyikan bait demi bait lirik lagu bersama-sama.
Disini kau dan aku
Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang
Bahagia kudenganmu
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua
Bila kita mencintai yg lain
Mungkin kah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayang ku akan hilang
If you love somebody
Could we be this strong
I will fight to win
Our love will conquer all
Wouldn't risk my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua
Bila kita mencintai yg lain
Mungkin kah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayang ku akan hilang
Bila kita mencintai yg lain
Mungkin kah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayang ku akan hilang
If you love somebody
Could we be this strong
I will fight to win
Our love will conquer all
Wouldn't risk my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
__ADS_1
My heart.
Acha septriasa-Irwansyah: My heart
"Wohoooo, kereeenn banget gila, lo berdua emang cocok banget, pasangan serasi iya nggak bro!" Teriak Ramon setelah keduanya menyelesaikan seluruh lirik lagu tersebut.
"Gila, keren banget sumpah!" timpal Agil sembari menggeleng-gelengkan kepala takjub.
"Nggak nyangka gue, ternyata bukan cuma wajahnya yang cantik, suaranya juga beeuuuhhh!" Beny mengacungkan kedua jempolnya.
Ucapan ketiga sahabat Ando sontak membuat Nada tersipu malu, mereka nggak tahu aja, saat Nada mulai menyanyikan lirik lagu pertamapun ia sudah deg-degan takut salah lirik, atau suaranya mendadak fals.
Karena sejujurnya ia sudah lama tidak pernah bernyanyi semenjak lulus Sma. selama ini waktunya ia habiskan untuk kuliah, main bareng temannya dan menonton film-film drakor kesukaannya.
Ia sama sekali tidak pernah berfikir sampai ke tahap menyanyi, karena itu sama sekali bukan hobinya.
"Istri siapa sih, cantik, cerdas, pinter nyanyi lagi." bisik Ando dengan senyum di kulum.
"Paan sih biasa aja, aku bilang nggak bisa nyanyi, kamu sih maksa!"
"Buktinya tadi bagus."
"Ihs."
"Sorry bro, gue telat!" Ucap Danang dan Pandu yang baru saja sampai di Studio.
"Parah lo berdua, telatnya kebangetan.!" Ramon mendengus sebal.
"Ketinggalan Hot news lo berdua!" timpal Agil.
"Gara-gara si Danang tuh, motor udah mau pensiun di paksa jalan terus." Ujar Pandu tak terima jika dirinya ikut disalahkan, karena keterlambatan yang di ciptakan Danang.
"Sialan lo pan, bukannya belain gue, malah mojokin, sahabat macam apa lo!" Ucap Danang dengan gaya kesal yang dibuat-buat, tangannya terulur mengambil paksa minuman kaleng yang berada di tangan beny, lalu meneguknya tanpa dosa.
"Woyyyyy...minuman gue!" Teriak beny sembari menghampiri Danang, dan berakhir dengan saling kejar-kejaran.
Sementara Ando dan Nada hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah konyol sahabatnya tersebut.
"Eh ada bidadari disini?" Ucap Pandu baru menyadari kehadiran Nada disamping Ando.
"Tahu gini, gue datang lebih awal, biarin aja si Danang gue tinggal, iya nggak cantik!" Lanjut Pandu mengedipkan sebelah matanya kearah Nada.
"Woyyy bini gue itu, berani lo gangguin!" Ando tak terima.
"Elaaahhhh, canda Ndo, Canda!" menyengir kuda.
........
Usai menemani Ando latihan selama 2 jam lebih, kini keduanya bersiap untuk pulang.
"Cape ya?" Ujar Ando sembari Merapikan anak rambut Nada yang sedikit berantakan.
"Jenuh?" lanjutnya.
Nada menggeleng. "Nggak sama sekali, seneng malah!" balasnya seraya tersenyum.
"Bt dirumah, ada pengagum kamu tuh, nanya-nanya terus, mas Ando nya pergi, Mas Ando nya kemana, mas Ando nya ganteng ya, mas Ando nya blablabla." ucap Nada mencibir.
Ando mengulum senyum memperhatikan gaya bicara Nada seperti sedang menirukan suara Tiara.
"Udah?"
Nada mendelik. "Ihs paan sih!"
Tangannya kembali terangkat membelai pipi halus Istrinya, "Jangan ngambek dong, entar cantiknya berkurang lho!"
membuat Nada memalingkan wajahnya sebal.
"Disini, cuma Ada satu nama yang tersimpan yaitu Denada Sena Gantari, nggak ada yang lain, dan nggak akan pernah ada yang lain." Ucap Ando Sembari menuntun tangan Nada memegangi Dadanya.
"Jadi, aku mohon percaya sama aku yang, nggak bakalan ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi kamu di hati aku."
"Janji?" Ucap Nada pelan.
"Aku nggak akan janji, tapi akan aku buktikan seumur hidupku." lalu Mencium kening Nada lama.
Dan tanpa di duga Nada memeluk erat tubuh Ando, hingga sang pemilik tubuh tersebut menegang.
Tak ingin melewatkan kesempatan yang langka itu, Ando pun segera balas memeluk tubuh istrinya dengan tak kalah eratnya.
"mau langsung pulang?" Tanya Ando, saat Nada sudah mengurai pelukannya.
"Atau mau jalan-jalan dulu." lanjut Ando.
"Boleh, emang nggak cape?"
"Buat kamu apa sih yang nggak, justru kalau aku deket kamu terus, nggak terasa capenya, kaya hilang gitu aja!"
"Kamu itu ibarat obat yang!"
"Kebanyakan gombal ihs, Ayo jalan!" Potong Nada sembari memakai helmnya.
"Serius lho yang," Balas Ando sembari melajukan motornya.
"Baru jam 7 yang, masih sore, kita mampir makan dulu ya!" Ucap Ando dengan suara keras, khawatir Nada tak mendengar karena hembusan angin yang cukup kencang, serta berisik dari suara deru mesin dari para pengendara lain.
"Iya Ayo!"
Dan disini keduanya berhenti di tempat tukang bakso yang terletak di pinggir jalan.
"Yakin yang mau makan disini?" Ando menatap istrinya tidak yakin.
"Kenapa emangnya?" Nada balas menatapnya bingung.
"Nggak apa-apa makan disini, nggak takut kotor?"
"Aku udah biasa kali makan disini, dulu sering banget sama kak Burhan, semenjak nikah sama kamu aja nggak pernah kesini lagi."
Nada terlebih dahulu menghampiri penjual bakso.
"Mang Jimmy, masih inget aku kan?"
"Eh si neng, kemana aja baru kelihatan lagi, duhhh makin cakep aja ya neng!" Ucap penjual bakso sembari mencampurkan garam, mecin, daun seledri serta saos kecap dan goreng bawang kedalam plastik, untuk pelanggan yang minta dibungkus, dibawa pulang.
Setelah selesai membungkus bakso untuk pelanggan yang lain. mang Jimmy pun kembali bertanya pada Nada.
"Masih seperti biasa neng?"
"Iya dong, jangan pake mie, pakenya sawi hijau doang!"
"Siap neng, sendiri aja nih, abangnya tumben nggak ikut?"
"Kak burhan udah jarang kesini mang, sibuk dia, tapi Ada gantinya, tuh orangnya!" tunjuknya pada Ando yang sedang berjalan menghampirinya.
"Aduh cakep bener, pacarnya ya neng?"
"Bukan mang, suami!"
"Hah, serius? kapan kawinnya, eh maksudnya Nikahnya?"
Assalamu alaikum, selamat malam semuanya!๐๐๐ Author ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya buat semua readers yang sudah menyempatkan waktunya untuk mampir di karya Author yang berjudul Suamiku Anak Sma ini.
Terimakasih untuk yang sudah membaca, memberi like, coment dan votenya.
Author bukan Apa-apa tanpa kalian๐
Semoga masih selalu setia menunggu kelanjutan nya ya๐
__ADS_1
Dan untuk yang menunggu Kelanjutan dari Novel Tuan Muda Ardan, mohon bersabar ya, karena sedang proses revisi. terimakasih๐๐๐
*****