Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
My love


__ADS_3

Bandung..


.


.


Papa Jordy mengurung diri dikamarnya setelah keluar dari rumah sakit 2 hari yang lalu, Ia merasa frustasi karena kini ia harus menerima setumpuk kenyataan pahit dalam hidupnya.


Semalam seseorang menghubunginya, bahwa rumah mewah serta mobil miliknya yang berada di Jakarta sudah disita habis, bahkan perusahaannya kini sedang berada di ambang kebangkrutan.


Perusahaan yang berusia kurang dari empat tahun itu, sedang dihadapkan pada masalah arus kas yang berdarah-darah, karena terlalu cepat dan terlalu banyak menghimpun dana dari para investor.


Meskipun Riana berulang kali membujuknya, untuk keluar, namun Ia enggan.


Ia menangis dalam diam, seluruh dosa-dosanya di masalalu, kini seperti terus berputar memenuhi pikirannya.


....


Jakarta.


.


Akhir-akhir ini Ando semakin sibuk, dimulai dari pagi ia harus sekolah, siang harinya harus meluncur kelokasi pembangunan Cafe raksasanya, untuk mensurvey para pekerja serta apa saja mengenai bahan-bahan yang di perlukan.


Meskipun sudah ada penanggung jawabnya sebagai Mandor yang dipercaya oleh Ando untuk mengurus semuanya.


Namun Cafe yang ia bangun kali ini ingin terlihat sempurna dari yang sebelumnya, karena ia ingin mempersembahkan Cafe tersebut Atas nama istri tercintanya.


Denada Sena Gantari.


Bidadari sang pemilik hati.


Sore ini Ando sedang berada di lokasi, ia berkeliling melihat bangunan yang baru 30% jadi.


"Kira-kira bisa nggak bang, selesai dalam waktu 1 bulan, masalah pekerja Nanti bisa kita rundingkan lagi, yang penting bisa selesai dalam waktu yang ditentukan."


Ujar Ando pada bang Gerry, selaku mandor bangunan Cafe barunya.


Bang Gerry merupakan sahabat dari bang Rasyid, yang cukup kenal baik juga dengan Ando.


"Ok nggak masalah, kita akan pikirkan solusinya, percaya semuanya pasti beres!"


"Thanks ya bang, sorry ni ngerepotin!"


"Elaahhh, lo gimana sih ini kan emang tugas gue, Santai aja lagi."


"Gimana kabar bang Rasyid bang, gue udah lama nggak ketemu nih, kangen gue!"


Ia mengajak bang gerry untuk duduk di atas batu pondasi yang dilapisi kardus bekas diatasnya, hanya itu tempat satu-satunya untuk dijadikan tempatnya duduk dan mengobrol saat ini.


"Ya makanya lo itu sekali-kali mainlah, semenjak married lo jadi super sibuk kayanya ya."


"Ya gitu deh bang,"


"Gue denger dari si Rasyid bini lo cakep ya katanya, gue jadi penasaran kaya apa sih cewek yang udah naklukin seorang Ando."


"Apa sih kesan pertama yang lo lihat dari tuh cewek?" lanjut bang Gerry penasaran.


"gue juga nggak tahu kenapa, tapi sejak pertama kali gue lihat dia, perasaan gue beda aja, dan baru pertama kali juga gue punya perasaan kaya gitu, ditambah sikap judesnya waktu pertama kali, bikin gue tambah penasaran."


"Lo di cuekin?"


Ando mengangguk, Repleks bang Gerry tergelak keras.


"Gila bener ya tuh cewek, gue hampir nggak percaya kalau dia nggak terhipnotis sama pesona lo." Bang Gerry menggeleng-gelengkan kepala tak percaya.


Pasalnya selama ia jalan bareng dengan bang Rasyid serta teman akrabnya yang lain, Ando lah yang selalu terlihat mencolok dihadapan para wanita muda maupun dewasa.


Termasuk adik bang Gerry sendiri, yang selalu memaksanya meminta Nomor telponnya.


"Dan yang lebih nggak nyangkanya, lo yang terkenal acuh sama cewek, dengan nekatnya lo nyari masalah, hingga ketahuan bokap tuh cewek, gila parah banget lo!"


"Kok abang tahu sih?" Seru Ando mentapnya heran.


"Bang Rasyid ya yang cerita?"


"Siapa lagi!" bang Gerry menggidikan bahu.


Bang Rasyid parah nih, menceritakannya sampai sedetail itu, karena hanya dia dan bang Fajar yang mengetahui setatusnya yang sebenarnya. Batin Ando.


"Ya tapi gue bersyukur bang, dengan kejadian itu, dia sah jadi milik gue!"


"Bener banget, Lo pernah denger pepatah juga kan, Setiap kejadian pasti ada hikmahnya!" Ujar bang Gerry sambil tergelak.


"Itumah kata mutiara islami bang!"


"Sama aja kan." balasnya.


"Oh iya bang, kemarin pas ada pesta bang Rasyid sama bang Gavin kemana, kok nggak kelihatan." Ando mengalihkan topik pembicaraan yang lain.


"Biasalah kemarin gue lagi ada proyek diluar kota, nggak bisa gue tinggalin, karena emang kita dikejar-kejar waktu."


Ando mengangguk-anggukan kepala mengerti.

__ADS_1


"Gimana rasanya married Ndo, enak?"


Lagi-lagi bang Gerry membahas tentang pernikahannya.


"Tiap hari bisa kelonan, ada yang merhatiin, pulang kerja cape ada yang nyambut iya nggak sih.?"


Ando meringis malu, namun detik kemudian ia pun mengiyakan ucapan bang Gerry.


"Ya makanya abang buruan nyari lagi pasangan, biar bisa move on dari masa lalu, terus biar anget lagi tuh ranjangnya." Ujarnya sambil terkekeh.


"Itu dia Ndo, gue sebenernya udah move on dari dulu, tapi nyari cewek yang bisa di jadiin bini tuh susah bener!"


"Ah masa sih bang, siapa sih cewek yang nggak tertarik sama duren sawit model abang?"


"Cewek sih banyak, tapi belum ada yang pas, kaya nggak nyangkut gitu di hati gue!"


"Elaahh, di kira pancingan apa, nyangkut!" lagi-lagi Ando terkekeh sendiri.


"Ah elo, kaya yang kagak ngerasain aja, lo juga dulu banyak banget cewek yang ngejar-ngejar elo termasuk si Desi adek gue, tapi buktinya kagak ada kan yang bikin lo tertarik."


"Sekalinya ada cewek yang menurut lo jutek, malah elo yang balik ngejar-ngejar kan?" Sindir bang Gerry.


"Jadi intinya, secantik apapun, sepopuler apapun, dan sekaya apapun cewek tersebut, itu semua kagak jadi jaminan buat kita nyaman, iya nggak?"


Ando mengangguk mengiyakan, karena yang dikatakan bang Gerry 99% benar adanya.


Sore hari yang cerah itu mereka habiskan saling mengobrol, sambil sesekali memperhatikan para pekerja yang sedang sibuk mengerjakan bagiannya masing-masing.


Pukul 16:05 Ando berpamitan pada bang gerry untuk pulang.


"Nada mau makan nggak bi?" tanya Ando saat sudah sampai dirumah.


"Mau den, tapi sedikit, masih mual katanya!"


"Nggak apa-apa bi, yang penting masuk Nasi, makasih banyak lho bi, udah perhatiin Nada selama saya nggak ada dirumah." ujarnya sembari meneguk segelas air dingin yang baru saja diambilnya dari dalam kulkas.


"Ih si Aden mah, ya nggak apa-apa atuh, udah tugas bibi kan?"


"Iya bi, pokoknya makasih banyak ya!"


"Iya aden."


"Yaudah saya mau lihat Nada dulu ya bi."


"Iya den silahkan!"


.


.


Bahkan ia tidak terganggu saat Ando mengecup keningnya berulang kali.


"Yang, aku pulang!" bisiknya di kuping istrinya.


Nada menggeliat pelan, namun ia tidak bangun melainkan berganti posisi menghadap sebelah kiri.


"Yang bangun, ini udah sore lho, nggak baik tidur jam segini." Ando berusaha membangunkan Nada dengan caranya sendiri.


"Ehhmm..!" Nada bergumam sambil mengerjapkan matanya dua kali.


"Udah pulang?" tanyanya serak, khas suara baru bangun tidur.


"Udah sayang, gimana hari ini masih mual?"


"Nggak terlalu!"


"Gimana kalau entar malem kita jalan-jalan, biar kamu nggak terlalu bosan dirumah,"


"Kemana?"


"Kemanapun!"


"Ihs."


...


Pukul 19:13 Ando menepati janjinya membawa Nada kesebuah tempat, yang sedang mengadakan Festival lampu.


Usai membayar tiket masuk, Ando pun merangkul bahu sang istri.


"Bagus banget, cantik!"


Ucap Nada dengan mata berbinar, saat sudah masuk kearea Festival lampu tersebut.


Ia pernah bermain ditaman itu bersama kedua sahabatnya ketika siang hari sekitar satu tahun yang lalu.


Namun ia tak menyangka jika sekarang Taman tersebut terlihat sangat indah ketika malam hari, Keseluruhan pohon besar maupun kecil yang tumbuh ditaman itu, dihiasi penuh oleh lampu tumblr.


Hingga menjadikannya kerlap-kerlip penuh warna.sangat indah


Andai kamu tau yang, dimata aku nggak ada yang lebih cantik selain kamu.batin Ando.


"Mau kesana?" tunjuk Ando, pada sekumpulan anak muda-mudi yang sedang menyalakan kembang api.

__ADS_1


"Nggak ah, aku lebih tertarik lihat pohon yang disana." tunjuknya pada salah satu pohon yang paling tinggi.


Namun langkahnya ia urungkan, saat suara seseorang menyanyi terdengar dari arah panggung.


An empty street, an empty house


A hole inside my heart


I'm all alone, the rooms are getting smaller


I wonder how, I wonder why


I wonder where they are


The days we had, the songs we sang together


Oh, yeah


And oh, my love


I'm holding on forever


Reaching for the love that seems so far


So, I say a little prayer


And hope my dreams will take me there


Where the skies are blue


To see you once again, my love


Overseas, from coast to coast


To find a place I love the most


Where the fields are green


To see you once again


My love


I try to read, I go to work


I'm laughing with my friends


But I can't stop to keep myself from thinking, oh no


I wonder how, I wonder why


I wonder where they are


The days we had, the songs we sang together, oh, yeah


And oh, my love


I'm holding on forever…


Westlife- My love


Dan tanpa di duga, Ando ikut menyanyikan lagunya, sembari memeluk tubuhnya dari belakang.


"Ihs, jangan peluk-peluk."


"Kenapa memangnya, udah halal ini."


"Malu."


Ando terkekeh, "Kenapa harus malu, tuh liat mereka!" tunjuknya pada beberapa pasangan yang tengah beradegan mesra.


"Kita kan udah halal, coba lihat mereka semua, belum tentu juga udah sah, mereka itu biasanya kebanyakan masih pacaran, tapi mau-mau aja kan ceweknya di gituin"


"Aku sebagai cowok aja kasian ngelihat tuh cewek, mending di nikahin, coba kalau udah puas terus ditinggalin."


"Eh nggak boleh seudzon gitu kenapa sih?"


"Fakta yang!"


"Kamu pernah nggak kaya gitu."


"Nggaklah, kamu tuh cewek pertama yang aku sentuh segala-galanya." ucapnya sambil terkekeh.


"Ihs dasar mes*um."


"Udah halal yang inget!"


Dan malam itu mereka habiskan dengan penuh suka cita, menikmati waktu bersama.


Dimalam yang indah.


.


.

__ADS_1


__ADS_2