
Mama Indri menyenderkan kepalanya pada senderan jok mobil, rasa pusing yang sejak pagi ia rasa, sampai kini masih tersisa.
Namun, rasa rindu pada sang cucu tak urung membuatnya untuk tidak melanjutkan keinginannya berangkat ke Jakarta siang itu.
Selama dalam perjalanan Bandung-Jakarta, yang memakan waktu hampir 2,5 jam-an, tak ada satupun diantara mereka bertiga yang membuka suara.
Di jok belakang, Mama Indri tertidur setelah beberapa kali memijit keningnya yang terasa pening.
Di jok bagian depan sebelah kiri, Gilang sibuk dengan gadgetnya, berbalas chat dengan teman-temannya, sedangkan Rendra fokus menyetir, dengan pikiran yang campur aduk, melanglang buana.
...
...
"Seger ya, anak pinter!" Menyelimuti bayinya menggunakan handuk.
"Uluuhhh, den ganteng abis mandi ya?"
"Den, ada ibu sama bapak, dari Bandung." lapor mang Jajang.
Kala itu Ando sedang berada disamping kolam renang, sedang memandikan baby Syahki.
"Mama?" tanyanya memastikan, karena tidak biasanya ia datang, tidak memberi tahunya terlebih dulu.
"Betul den!"
"Yaudah mang, suruh masuk aja, saya mau naro Syahki dulu ke kamar."
"Baik den!"
...
Setelah mengolesi perut baby Syahki menggunakan minyak telon, Ando pun kini memakaikan bajunya, dan memoleskan sedikit bedak di wajah bayi yang mulai terlihat gembul tersebut.
Lalu ia menggendongnya menuju ruang keluarga, disana mama Indri tengah duduk, sembari meminum jus yang di suguhkan oleh bi Mimin.
Sedangkan om Rendra, duduk dengan mata terpejam.
mungkin kelelahan pikirnya.
"Ma?"
"Yaampun cucu Oma," teriaknya, dan bergegas merebut baby Syahki dari gendongan Ando, dan menciumnya bertubi-tubi.
Rasa pening, yang memenuhi kepalanya sejak tadi, hilang seketika, saat menggendong cucu tampannya tersebut.
"Gantengnya oma, udah besar ya nak?" mengajak mengobrol baby Syahki, dengan bahasa khasnya.
"Gilang nggak ikut?"
Mama menoleh sekilas, "Ikut, mau lihat kelinci peliharaan kamu katanya di belakang!" ucap mama Indri, lalu kembali melanjutkan mengobrol dengan sang bayi, dan sesekali tertawa geli, melihat respon cucunya yang begitu menggemaskan.
"Yu main, sama Oma, yu." lanjut menciumi baby Syahki gemas.
..
..
"Gimana kabarnya?" seru Ando, ketika sudah berada dibelakang Gilang yang sedang memberi makan kelinci dengan wortel dan kangkung.
"Eh, bang?" ia pun meletakan wortel di tangannya, lalu mengelapkannya kebelakang bajunya.
"Sehat bang, Abang sendiri bagaimana?" ucapnya, dengan tangan terulur.
"Sehat!" membalas uluran tangan Gilang.
"Kelinci nya lucu-lucu ya bang, gembul-gembul."
"Iya, kak Nada yang pelihara, dia suka banget sama kelinci."
"Kamu mau?"
"Kalau mau, bolehlah ambil salah satu dari mereka." lanjut Ando.
"Boleh emang bang?" ucapnya dengan mata berbinar.
"Boleh!"
..
..
Pukul 16:03 Nada pulang dari toko kuenya, ia membawa beberapa plastik yang berisi macam-macam kue untuk mertuanya, setelah diberi tahu Ando bahwa mamanya sedang berkunjung kesini.
__ADS_1
"Mana mama nya bang?" seru Nada, saat berpapasan dengan suaminya yang membawa botol dot kosong, bekas minum Asi baby Syahki.
"Udah pulang yang, mama ada dikamar sama Syahki lagi ngobrol."
"Ngobrol?" tanyanya dengan kening berkerut.
"Biasalah sayang!" balas Ando, yang melihat raut bingung di wajah istrinya.
"Rewel nggak?"
"Siapa?"
"Ihs abang, Syahki lah siapa lagi."
"Nggak kok, dia anteng."
"Tapi aku yang rewel?" lanjut Ando.
Membuat Nada kembali mengerutkan dahinya.
"Aku rewel, karena kangen sama kamu yang, ditinggal seharian sama kamu tuh rasanya kaya ditinggal sebulan tahu nggak?" ucapnya dengan senyum di kulum.
"Ihs abang, garing tahu nggak sih!" ia pun berdecak, sembari meninggalkan Ando, yang sedang tergelak di tempatnya.
...
"Ma, kok nggak bilang-bilang sih mau kesini, tahu gitu kan, tadi Nada nggak ke toko." ia meraih tangan mertuanya untuk kemudian ia cium.
"Sesekali surprise dong, sebenarnya minggu ini, mama nggak berniat kesini, tapi gimana ya, mama tuh kangen banget sama si ganteng ini." menciumi kembali pipi baby Syahki gemas.
Yang disambut gelak tawa oleh bayi aktif tersebut.
"Kamu sama Ando, bikin lagi aja ya, biar Syahki buat mama,"
"Yaampun mama,"
"Abis mama gemes banget!"
"Om Rendra nya dimana?" Nada menoleh ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan om Rendra.
"Lagi mancing, bareng mang Jajang, sama Gilang juga."
Nada hanya ber oh, sembari mengeluarkan makanan dari dalam plastik tadi.
"Udah kok, tadi siang, gampang lah nanti kalau laper lagi ngambil sendiri." ucapnya sambil terkekeh.
"Kalau gitu makan kue aja ni ma, tadi Nada bawa dari toko." mengarahkan sekotak kue kehadapan Mama.
"Wah, ini kan kue kesukaan mama, dulu mama pernah di kasih sama bu Sarah, enak banget asli ini, mama suka banget."
"Yaudah, dihabisin ya ma."
"Sini dede, sama bunda dulu!" meraih baby Syahki dari gendongan mama.
"Ih biarin sih, mama kan masih kangen." ucapnya tak rela.
"Oma nya mamam duyu oma!" ucap Nada, berbicara dengan menirukan suara anak kecil.
...
...
"Ikannya banyak banget ya An," seru Rendra, ketika Ando menghampirinya, dikolam ikan belakang rumahnya.
"Lumayan sih, mang Jajang ini yang beli bibitnya, dia kan hobinya mancing." balas Ando, sembari mengambil pancingan dari tangan mang Jajang.
"Gantian ya mang!" bisiknya, yang langsung di angguki oleh mang Jajang.
"Gimana, udah dapat banyak?" seru Ando, menoleh kearah Gilang, yang sedang serius menatap ujung pancingannya.
"Eh abang, baru dapat 2."
"Tapi yang satunya jatoh!" timpal Rendra, membuat
Gilang meringis malu.
"Papa juga dari tadi cuma dapat satu, kan yang dapat banyak mang Jajang."
Dan ucapan Gilang barusan, sontak membuat Rendra, Ando, dan juga mang Jajang tergelak keras.
Kini, sore itu dipenuhi dengan canda dan tawa keempat orang tersebut, hingga mereka selesai memanggang ikan dan makan bersama.
. .
__ADS_1
..
Pagi-pagi sekali, Rendra, mama Indri, dan juga Gilang, kembali kebandung, meski dalam hati mereka enggan untuk kembali secepat ini.
Mereka masih sangat merindukan baby Syahki, yang mulai aktif, dan sudah mulai merespon setiap ucapan mereka.
Namun, pekerjaan menuntut mereka untuk selalu berada ditempat yang seharusnya, terutama Gilang, karena disekolah sedang banyak-banyaknya kegiatan, mengingat saat ini ia sudah memasuki kelas X.
.. ..
"Mas, aku mau bicara, sebentar aja!" pagi itu Maya sudah berada di depan Restaurant Rendra, menunggunya penuh niat.
Rendra menghela nafas, tidak menyangka wanita yang kini berstatus mantan istrinya tersebut, akan nekat datang menemuinya lagi.
"Saya rasa saya dan anda, sudah tidak ada urusan bukan,? untuk apa anda terus menemui saya!" ucap Rendra dengan nada penuh penekanan.
"Selama ada Gilang diantara kita, maka urusan kita tidak akan pernah selesai sampai kapanpun!"
"Mau kamu apa sebenarnya?" lanjut Rendra dengan wajah datar.
"Aku mau kita kembali,"
"Kembali seperti dulu mas."
Rendra mendesah, Memikirkannya saja, sudah membuatnya pusing bukan kepalang.
"Saya rasa saat ini kamu perlu obat,"
"Mas?" potongnya.
"Saya tegaskan sekali lagi, disaat kamu meminta cerai sama saya, maka saat itu juga, kita tak memiliki kaitan apapun lagi."
"Dan mengenai Gilang, saya rasa dia tidak akan sudi menerima kamu sebagai ibunya, jika dia tahu yang sebenarnya."
"Asal kamu tahu, saya bisa aja menceritakan semuanya pada Gilang saat ini juga, tapi satu yang harus kamu tahu, saya bukanlah makhluk yang tidak berperasaan seperti kamu." Tunjuk nya tepat didepan wajah Maya.
Lalu meninggalkannya begitu saja.
.
.
Malam kembali menyapa,
Rendra menghela nafas, sebelum memasuki kamarnya, setelah bergelut seharian dengan pikirannya, ia pun kini memutuskan untuk berterus terang pada mama Indri, dan menceritakan hal yang sudah mengganggu pikirannya selama 2 hari ini.
Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur, disamping mama Indri.
"In." ucapnya, dengan mata lurus kedepan, berbantalkan kedua tangannya.
"Kenapa mas?" tanyanya, yang juga merasa heran, pada sikap suaminya sejak kemarin.
Rendra menoleh sekilas, lalu kemudian tatapannya kembali kearah semula.
"Aku mau cerita sesuatu sama kamu."
"Kamu inget kan, waktu kemarin aku ijin mau ketemu orang, yang ngaku teman aku."
"Ternyata dia Marlina, ibunya Gilang."
Mama Indri bergeming, dengan wajah serius, tidak ada raut kaget, ataupun marah, justru kini ia siap mendengarkan cerita suaminya Selanjutnya.
.
.
Hallo readers tercinta☺
Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia😘😘
Mohon maaf, kalau akhir-akhir ini Author jarang Up.
karena Author memiliki balita yang sedang sakit..
Author ucapkan terimakasih, atas pengertiannya pada Readers tercinta, yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita SAS ini😊
peluk jauh untuk kalian semua😊☺
I love you so Much🥰🥰🥰
.
.
__ADS_1