
"Suster pulang duluan sama Ando, saya ada sedikit urusan disini, nggak lama kok!"
ucapnya pada pengasuh Ando.
"Baik bu, saya dan Ando pulang dulu."
"Iya hati-hati ya sus! Ando juga, jangan nakal. nurut sama suster nggak boleh bandel." ucapnya sembari mengusap kepala Ando.
"Iya ma."
Setelah kepergian Ando dan susternya Indri berjalan dengan tergesa menuju tempat dimana ia melihat suaminya bersama wanita lain dan seorang anak kecil.
"Siapa dia mas?" teriak Indri tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang memperhatikannya.
Jordy dan Riana yang sedang asyik tertawa riang sembari menyuapi Devan es cream, seketika menghentikan aktifitasnya.
Mata jordy terbelalak lebar, melihat sosok Indri yang berada dihadapannya.
"I-indri?" ucapnya, dengan suara tercekat.
"Tega kamu ya mas! kamu bilang nggak punya uang, kamu bilang kamu di pecat dari perusahaan, terus ini apa?" ucap Indri dengan suara bergetar menahan tangis, sembari menunjuk kearah Riana, yang juga terlihat syok.
__ADS_1
"Aku banting tulang kerja lembur sampai tengah malam, meninggalkan Anak pada pengasuh, dan bagus sekali, kamu disini malah enak-enakan dengan perempuan lain."
"Saya tanya, Kamu siapanya mas Jordy?" ucap Indri menahan amarah.
Riana menatap Jordy yang terlihat menegang, "S-saya istrinya." ucapnya sembari menunduk.
"Sejak kapan kalian menikah?"
"Sejak kapan kamu menikah dengan perempuan ini mas!" teriak Indri sembari memukul-mukul dada suaminya, melampiaskan Amarahnya yang kian memuncak.
"Sejak kapan?" lanjutnya, dengan suaranya yang kini kian melemah. tubuhnya merosot kebawah, kedua kakinya tak mampu lagi menopang berat tubuhnya, Rasa sakitnya saat ini meruntuhkan seluruh kekuatannya.
"Maafkan aku Indri, semuanya aku yang salah!"Ucap jordy dengan wajah menunduk.
"Kenapa, kenapa mas? apa karena kita menikah atas dasar perjodohan, lalu dengan seenaknya kamu menyakiti aku hah?"Ucap Indri mengusap kasar air matanya.
"Dan kamu." tunjuknya pada Riana.
"Harusnya sebagai sesama perempuan, punya hati Nurani dan mengerti posisi, kamu nggak tahu mas jordy ini laki-laki beristri.!"
"Maaf mbak, saya tidak tahu bahwa mas Jordy sudah menikah, karena setahu saya, saya adalah satu-satunya pacar mas Jordy dulu." Ucap Riana dengan wajah masih menunduk, antara Rasa malu dengan orang sekitar yang sejak tadi memperhatikannya dan syok pada kenyataan yang sebenarnya.
__ADS_1
Indri tersenyum sinis "Pacar, oh jadi kalian sepasang kekasih, jadi aku adalah orang ketiganya!" ucapnya tertawa getir. kemudian bergegas pergi meninggalkan Jordy dan Riana.
............
Setelah pertemuannya dengan Riana dihari yang sama Indri pun menggugat cerai suaminya.
Namun respon Jordy akan mengambil hak Asuh Ando jika Indri berusaha menggugatnya, dan bisa dipastikan ia tidak akan bertemu lagi.
Sejak saat itu Indri memutuskan bekerja ditempat yang dimana tidak mempertemukannya dengan wajah suaminya yang selalu membuatnya terluka setiap saat, meski ia yakini suatu saat Ando dewasa akan membencinya, karena dianggap tak mau mengurusnya dan lebih memilih bekerja.
Namun semua itu sudah ia fikirkan baik-baik sebelumnya, yang terpenting dia masih bisa melihat putra semata wayangnya.
Sementara Riana yang di Vonis tidak dapat lagi memiliki keturunan setelah kelahiran si kembar, yang bermasalah pada Rahimnya.
saat Devan berumur 7 tahun Riana dan Jordy mengadopsi Anak laki-laki yang diberi nama Alfi.
*Flasback off*
Braaakkkk....
Papa jordy dan Nada terpekik kaget, saat sebuah pintu ditutup dengan sedemikian kerasnya.
__ADS_1
****