Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Nothing's Gonna Change My Love For You


__ADS_3

Waktu libur Ando tinggal 2 hari lagi, ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta, karena akan mempersiapkan surprise untuk Nada.


"Padahal aku masih betah tahu nggak," seru Nada saat baru saja sampai dirumahnya.


"Kapan-kapan lagi ya sayang."


Ando berlutut menyentuh kaki Nada, yang menggantung di pinggir tempat tidur. "Pegel nggak kakinya.?"


Nada mengangguk, "Dikit!"


"Nggak usah mandi aja ya, biar Nanti di lap, udah malem yang!" seru Ando, karena perjalanan dari sukabumi, berangkat setelah dzuhur, dan sampai setelah isya.


Nada mengangguk, rasa lelah membuatnya menjadi penurut tanpa membantah lagi.


"Mau kemana?" tanyanya, saat Nada hendak beranjak dari duduknya.


"Mau ke kamar mandi, katanya suruh lap badan."


"Udah, tunggu disini aja, biar aku yang siapin, kamu duduk manis aja yang!" Ando beranjak melangkah menuju kamar mandi.


Dan beberapa menit kemudian, ia kembali dengan membawa baskom yang berisi air hangat, serta handuk kecil yang ia celupkan kedalam baskom yang berisi air hangat tersebut.


Ando berdiri di samping Nada, membantu membuka dress yang sedang dikenakan istrinya.


"Aku bisa sendiri bang!"


Ando mengulum senyum, mendengar kata terakhir yang di ucapkan Nada, rupanya istrinya itu punya ingatan yang kuat. batinnya.


"Biar aku bantu!" tangan Ando bergerak, menurunkan dress Nada yang seletingnya sudah terbuka.


Ia bahkan sampai menghela nafas berulang kali, mencoba menahan untuk tidak tergoda dengan pemandangan indah didepan matanya.


Dan ia mulai mengelap tubuh Nada dengan gerakan pelan.


"Yang ini mau sekalian nggak?" tunjuknya pada kedua bukit kembar yang terlihat menyembul dari tempatnya.


Nada mendelik, saat menyadari arah tatapan suaminya.


"Abang ihs."


"Kenapa?"


"Jangan macem-macem aku cape!"


"Macem-macem gimana sih yang, orang aku cuma nanya, mau sekalian di lap apa nggak?"


"Di lap lho yang, di L-a-p!" ulangnya, penuh penekanan.


"Sini aku aja," Nada merebut kain basah digenggaman Ando.


Dan setelah acara lap mengelap, lalu Ando mandi dan berganti pakaian.


"Sini aku pijitin." Ando mengangkat kaki Nada kemudian ia letakan di atas kedua kakinya, dan perlahan mulai memijitnya.


Nada mengangguk, menikmati sentuhan demi sentuhan dari tangan Ando yang membuatnya merasa lebih rilex.


Dan setelah selesai memijiti Nada hingga tertidur, Ando membetulkan posisi tidur Nada agar ia merasa nyaman.


Lalu ia ikut berbaring di samping istrinya.


Dipandanginya wajah cantik itu lekat-lekat, wajah familiar yang tak pernah bosan-bosannya untuk ia pandang.


Pikiran Ando menerawang jauh, mengingat kembali saat pertama kali ia bertemu dengan Nada, gadis satu-satunya yang membuatnya jatuh hati saat pertama kali bertemu, hingga tanpa berpikir ia bertindak bodoh.


Tindakan bodoh, yang justru membuatnya terikat selamanya dengan gadis tersebut.


Ando memiringkan tubuhnya agar menghadap kearah Nada, perlahan tangannya terangkat mengelus pipi halus dan putih milik istrinya.


"Aku tidak menyesal sama sekali, pernah melakukan kebodohan itu yang! Seandainya waktu dapat diulang kembali, akupun akan melakukan kebodohan yang sama." ucapnya pelan.


Tangannya turun menulusuri perut Nada yang masih terlihat Rata.


"Hallo sayang, apa kabarnya kesayangan ayah, sehat disana ya nak, kamu adalah pengikat terkuat antara ayah dan bunda."


"Ayah harap, bundamu bisa benar-benar mencintai ayah sepenuhnya, seperti ayah yang sepenuh hati mencintai bunda."


Ia pun mencium perut Nada, lalu ikut terlelap disamping istrinya.


Tanpa Ando sadari Nada mendengar semua ucapannya.


**********


Bandung..


.


Papa Jordy terbelalak, saat pagi-pagi mendapat pemberitahuan di M-bankingnya, Seseorang telah mentransfer uang dengan nominal sebesar 75 juta.


Dilihatnya baik-baik nama pengirimnya, Alby Orlando Arsenio.

__ADS_1


Dan tidak lama kemudian 1 pesan chat masuk, "Maafin Ando pa, belum bisa banyak bantu pengobatan papa, semoga uang itu bisa sedikit meringankan biaya pengobatan papa, InsyaAllah kalau Ando ada rezeki lagi akan Ando tambah, semoga cepet sembuh ya pa!"


Hatinya bergemuruh menahan sesak, setelah selesai membaca satu pesan dari putranya, tidak menyangka Ando masih bermurah hati padanya.


Bahkan sampai berpikiran dari mana Ando mendapatkan uang sebanyak itu.


Dan satu pesan Chat kembali masuk, membuyarkan lamunannya.


"Papa jangan berpikir buruk, tentang dari mana Ando mendapatkan uang itu, maaf pa, selama ini Ando belum sempat cerita ke papa, kalau Ando udah punya usaha sendiri, Ando punya sebuah bengkel yang sudah berkembang besar, serta sebuah Cafe, dan keduanya sangat ramai oleh pengunjung, jadi papa nggak usah khawatir ya, tentang uang itu, dan Ando harap papa segera pulih."


Hati Papa Jordy semakin bergetar dan sesak tak karuan, ia menangis memeluk benda pipih digenggamannya.


Rupanya putra semata wayangnya itu, banyak melakukan hal positif diluar dugaannya.


Seorang anak yang selama ini dianggapnya bandel, dan suka keluyuran, justru ternyata diluar sana menciptakan sesuatu yang membuatnya tanpa sadar meneteskan air mata.


"Ando, anak papa!" ucapnya lirih.


"Maafkan papa nak, bertahun-tahun mengabaikanmu, dan lebih mementingkan perasaan devan dibanding kamu, darah daging papa sendiri."


Ia berulang kali memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, "Maafkan papamu yang bodoh ini nak!" ucapnya dengan suara terisak-isak.


Jakarta


.


Setelah mengirim uang, Dan mengirim pesan Chat untuk sang papa, kini Ando meluncur ketempat lokasi, untuk memberi kejutan pada Nada sore nanti.


"Gimana persiapannya bang?" seru Ando saat sudah sampai di lokasi.


"Lo lihat aja langsung dah kedalem, kali aja ada yang kurang, mumpung masih ada waktu nanti gue dan anak buah gue, bisa nata ulang!" balas bang Gerry.


"Ok deh, gue masuk dulu ya bang!"


"Siippp!"


Ando masuk kedalam bangunan Cafe besar yang sudah 100% jadi itu, ia melihat sekeliling yang sudah dihiasi bunga beserta lilin-lilin kecil didalamnya.


"Keren bang, ah lo tahu banget apa yang gue mau!" Ujarnya saat sudah selesai berkeliling dan kembali menemui bang Gerry.


"Siapa dulu dong, Gerry!" ucapnya bangga, sembari menepuk dadanya dua kali.


"Pasti bini gue suka banget ni bang, makasih banyak lo bang, udah bikin gue puas, gue tinggal nyiapin tugas bagian gue doang sekarang!"


"Ah gue suka males, kalau elo udah ngomongin bini, bikin hati gue sesak tahu nggak lho!"


"Ah susah ya kalau Curhat sama jones, suka sensitif." Candanya dan langsung ngeloyor pergi, sebelum bang Gerry menjitak kepalanya.


*******


"Kenapa mang?" Nada meletakan es Creamnya yang sudah tinggal setengah.


"Anu Non, kata den Ando, suruh siap-siap, soalnya abis magrib Non Nada disuruh dianter kesana oleh saya!"


Nada terdiam sejenak, melihat jam dinding yang menunjukan pukul 17:29.


"Emang mau kemana sih mang, Ando ada bilang nggak ke mamang?"


"Kata den Ando surprise, mamang cuma dikasih alamatnya doang!"


"Yaudah deh mang, saya mau siap-siap sekarang."


"Baik Non, mamang permisi kedepan ya!"


"Iya."


Nada bergegas ke kamarnya dan segera bersiap-siap mengenakan dress selutut tanpa lengan berwarna putih.


Yang ternyata sudah di siapkan Ando, entah sejak kapan, Nada menemukan dress tersebut dibagian lemari gantung miliknya.


Ia ingat betul, tidak pernah membeli dress dengan warna dan model tersebut.


Dan pukul 18:35 mang Jajang mengantarnya kealamat yang dikirimkan Ando.


"Yakin ini mang alamatnya?" seru Nada saat sudah sampai di alamat tersebut.


"Iya non saya yakin,!"


Drrttt...Drttt..


Suara handphone dalam tasnya bergetar.


My Husband Calling...


"Masuk sayang!" Ucap Ando dari balik telpon, saat Nada baru saja mengangkatnya.


"K-kemana?"


"Kedalem Cafe, aku tunggu."

__ADS_1


Dan panggilanpun terputus.


Dengan sedikit bingung, perlahan kakinya melangkah menuju pintu utama Cafe yang di papan atasnya bertulisakan Denada Cafe. berwarna Gold yang terlihat mengkilat dan besar.


Deg!


Denada? bukankah itu nama depannya batin Nada.


Dan ketika ia berhasil membuka pintu, yang pertama kali dilihatnya adalah pendaran cahaya yang berasal dari lilin-lilin kecil yang berputar membentuk Love.


Serta kelopak bunga mawar merah yang bertebaran memenuhi ruangan tersebut.


Dan dari atas yang menyerupai panggung kecil, dengan cahaya remang-remang, terlihat Ando sedang duduk diatas kursi dengan kaki kanan terangkat, bertumpu diatas kaki yang sebelah kiri, sembari memangku gitar, tersenyum simpul kearahnya.


Dan detik kemudian ia memetik gitar dipangkuannya dan mulai menyanyikan sebuah lagu dengan penuh perasaan.


***


If I had to live my life without you near me


Jika aku harus menjalani hidupku tanpamu didekatku


The days would all be empty


Hari-hari akan terasa begitu sepi


The nights would seem so long, with you I see forever


Malam akan terasa panjang, denganmu aku melihat selamanya.


Oh, so clearly, I might have been in love before


Oh, sangat jelas, aku mungkin pernah jatuh cinta sebelumnya


But it never felt this strong


Tapi tak pernah terasa sekuat ini


Our dreams are young and we both know


Mimpi-mimpi kita yang masih belia dan kita berdua mengetahuinya


They'll take us where we want to go


Mereka akan membawa kita kemanapun tujuan kita


Hold me now


Genggam aku sekarang


Touch me now


Sentuh aku sekarang


I don't want to live without you


Aku tak ingin menjalani hidup tanpamu


Nothing's gonna change my love for you


Tak ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu


You ought to know by now how much I love you


Kamu akan mengetahui betapa aku sangat mencintaimu sekarang


One thing you can be sure of


Satu hal yang dapat kau pastikan


I'll never ask for more than your love


Aku tidak akan pernah meminta yang lebih dari cintamu


Nothing's gonna change my love for you


Tak ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu


You ought to know by know how much I love you


Kamu akan mengetahui betapa aku sangat mencintaimu sekarang


The world may change my whole life through but


Dunia mungkin akan mengubah hidupku tapi


Nothing's gonna change my love for you


Tidak akan ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamau

__ADS_1


Nothing's gonna change my love for you-george B.


__ADS_2