Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Rencana Liburan


__ADS_3

Jakarta..


..


Ando memeluk tubuh Nada dari belakang, saat ia sedang menyisir rambutnya.


"Ihs Ando, ngapain? nggak lihat apa aku lagi nyisir rambut."


"Dingin yang!" Balasnya semakin mengeratkan pelukannya.


"Ya iyalah dingin orang abis ujan,"


"Tapi kalau meluk kamu anget yang, jadi serasa nggak mau lepas." ujarnya seraya terkekeh.


"Modus!"


"Eh serius, mau ya yang?"


"Mau apa?" Nada berpura-pura tidak mengerti, sembari melepaskan pelukan suaminya dan berjalan menuju tempat tidur.


"Boleh ya!"


Dan seperti biasa, Ando dapat meluluhkan Nada dengan caranya sendiri, jelas itu adalah keinginan mutlak baginya, yang tak terbantahkan.


******


Akhirnya Nada merasa lega, sidang skripsi nya lulus sesuai yang diharapkan, Meski sebelumnya membuatnya deg-degan tak karuan.


Sebelum jelang wisuda, Nada dan kedua sahabatnya sudah mempunyai planningan dari jauh-jauh hari.


Berlibur, menonton, dan berfoto bersama di sebuah studio.


"Udah lama ya kita nggak kesini!" Seru Chaca setengah menjerit.


Pulang dari kampus, Nada dan kedua sahabatnya mampir ke Villa milik keluarga Bianca, Nada sudah meminta ijin terlebih dulu pada suaminya.


Dan Ando mengijinkan, dengan syarat ia harus meminum obat dan vitaminnya, juga jangan terlalu kecapean.


"Lo aja kali, gue mah sering." Balas Bianca dengan gaya sombong.


"Sombong bats si lo."


"Harus!"


"Eh Nad, gue baru keingetan, suami elo ngijinin pergi nggak tadi,?" ujar Bianca.


"Ngijinin kok, lo tenang aja."


"Ah jangan bahas suami depan gue dong, bikin gue down aja lo pada!" Chaca membrengut kesal.


"Yeee..dasar jones sensitif banget deh."


balas Bianca.


Sedangkan Nada hanya tersenyum kecut melihat kedua tingkah sahabatnya yang menurutnya Absurd.

__ADS_1


"Nad, kenalin dong sama salah satu temen suami lo, ada kan yang ganteng tuh siapa ya, gue lupa namanya, P-papapa"


"Pandu." potong Nada cepat.


"Ah itu dia, lumayan tuh pandu kenalin dong, plis Nad, biar gue bisa move on dari laki lo."


"Entar gue coba mintain nomornya ke Ando ya!"


"Ok siip thanks Nad,"


"Iya!"


"Lo, nggak mau minta dikenalin sekalian Bi?" ucap Chaca.


"Gue udah punya pacar keless! emangnya elo."


"Eh serius, jadi kencan yang waktu itu kamu bilang, beneran? Nada menatapnya tak percaya.


"Iya dong,"


"Ih kok lo nggak cerita sih Bi, kalau lo udah punya pacar, curang lo!" Chaca tak terima.


"Kan biar surprise, dong"


"Kenalin dong kekita Bi, gue jadi penasaran, cowok kaya gimana sih yang bisa memenangkan hati seorang Bianca." lanjut Nada.


"Nanti kapan-kapan gue kenalin deh,"


Bianca menyodorkan minuman, yang baru saja di buatkan oleh Art yang mengurus villa.


...


.


Sejak kepergian Gilang, yang hilang bagai ditelan bumi, Riana tak henti-hentinya menangis, ia bertanya pada sahabat, tetangga, atau siapapun yang pernah melihat putranya.


Namun Tidak ada satu orangpun diantara mereka, yang mengetahui keberadaan Gilang.


Riana hampir putus asa, satu-satunya cara agar putranya di temukan adalah meminta bantuan pada polisi.


Tapi mengingat Devan yang masih berada di dalam jeruji besi, niatnya kini ia urungkan, ia akan bersabar menunggu hingga Gilang kembali dengan sendirinya.


Sementara papa Jordy kondisinya semakin hari semakin memburuk, dan ia sudah bingung bagaimana cara melanjutkan hidup dengan kondisi yang seperti sekarang.


Sedangkan uang dan sisa tabungannya setiap hari semakin berkurang.


Harapannya saat ini adalah, semoga yang kuasa bermurah hati untuk segera menyembuhkan, dan mengembalikan lagi miliknya yang sempat hancur.


Walau sepertinya tidak mungkin!


Seperti kata pepatah, sesuatu yang sudah pecah tidak akan kembali utuh seperti semula.


"Aku pusing mas, kenapa keluarga kita jadi begini." ucap Riana terisak, sembari memegang tangan kanan suaminya.


"Kamu kecelakaan, Devan dipenjara, perusahaan bangkrut, gilang pergi, lalu besok apa lagi?"

__ADS_1


"Apa ini karma buat aku mas, karena aku sudah merebut kamu dari Indri, dan membuat rumah tangga kalian hancur."


"Sudahlah Ri, mungkin memang harus begini jalannya, semuanya sudah terlambat."


"Dalam hal ini akulah yang paling salah, akulah yang menciptakan keadaan rumit ini, hingga pada akhirnya kalian semua terkena imbasnya." balas papa Jordy lemah.


"Aku minta maaf mas."


"Sudah ri, aku yang salah sepenuhnya."


...


.


Seminggu setelah mengikuti UTS, Ando memutuskan untuk mengajak Nada ke Sukabumi, untuk menepati janjinya waktu itu.


Dan sebelum pergi, ia sempat meminta saran pada Dokter Obgyn yang menangani Nada.


Berhubung usia kehamilan Nada yang masih tergolong sangat muda.


Dokter Iren bilang, Nada dan janinnya sehat, dan boleh melakukan perjalanan jauh.


"Berapa hari kita disana?" seru Nada saat sedang memasukan beberapa bajunya kedalam koper miliknya.


"5 hari yang, kenapa?" balasnya, tanpa menoleh, karena ia sedang sibuk mengetikan sesuatu di laptop yang berada dipangkuannya.


"Aku mau nyesuain baju yang harus aku bawa, selama disana."


Ando hanya ber Oh, masih terfokus dengan layar segi empat dipangkuannya.


"Jangan lupa bawa jaket, soalnya disana cuacanya cukup dingin, terutama di malam hari." Ando menghampiri Nada, membantunya memasukan baju miliknya kedalam koper.


"Ihs nggak usah bantuin, kamu nggak bener tuh natanya bukan gitu, jadi nggak muat kan!" Gerutu Nada.


"Iya sayang iya, bawel banget sih istri aku ini." mengacak rambut Nada gemas, lalu melemparkan tubuhnya keatas kasur, dengan keadaan tengkurap.


Setelah selesai merapikan seluruh baju dan perlengkapan yang akan di bawanya besok, Nada pun memutuskan untuk beristirahat.


Dilihatnya Ando sudah tertidur, dengan keadaan tubuhnya yang menindih guling.


Nada tak henti-hentinya merasa bersyukur memiliki suami seperti Ando, Tampan, pengertian, lembut, serta tanggung jawab dan pekerja keras.


Di usapnya kepala Ando, lalu beralih menyentuh alis, hidung, kemudian bibirnya.


Wanita mana yang tidak akan jatuh cinta pada laki-laki sepertimu, batin Nada.


Dan saat ia hendak menutup mata, tiba-tiba sesuatu yang lembab dan kenyal, mendarat di keningnya.


Membuatnya kembali mengerjapkan matanya kaget.


"A-aku pikir kamu udah tidur beneran?"


"Tadi sih udah tidur, tapi tiba-tiba ada bidadari menyentuh wajah aku, jadinya ya aku bangun, sayang dong ada bidadari cantik dianggurin, iya nggak.?" Ucapnya sembari mengulum senyum.


"Ihs."

__ADS_1


"Masih mual nggak yang?"


Nada menggeleng, kemudian menyembunyikan wajahnya di dada Ando, yang merupakan Favorit barunya akhir-akhir ini.


__ADS_2