Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Detektif sementara


__ADS_3

"Weekend ini aku mau latihan bareng teman-teman aku di studio yang, mungkin pulangnya agak sorean, bisa juga nyampe malem sih!"


ucapnya, dengan kedua tangannya yang sibuk mengancingkan kancing kemejanya satu persatu.


"Apa harus sepagi ini berangkatnya?" tanya Nada mrlirik jam dinding yang menunjukan pukul 5:10 pagi.


"Iya, mau mampir dulu ke bengkel sama ke Cafe. jan marah ya yang," mengelus pipi istrinya menggunakan punggung tangannya.


"Aku janji minggu depan, waktunya buat kamu semua." lanjutnya


Nada hanya diam, dengan tangan bersidakep dan memalingkan wajahnya kesal.


"Tuh kan ngambek!" menjawil dagu Nada menggunakan telunjuknya.


"Apaan sih udah sana pergi, entar telat lagi.!"Sembari mendorong pelan tubuh Ando.


"Apa aku nggak usah berangkat aja kali ya, enakan juga bareng kamu terus yang!" Ucapnya dengan senyum menggoda.


"Apaan sih, udah ih sana berangkat!" mendorong Ando hingga keluar kamar.


Samar-samar Nada masih mendengar gombalan-gombalan Ando, lalu berpamitan dari luar kamar, membuat ia tersenyum sendiri dengan kelakuan suami Sma nya tersebut.


Setelah kepergian Ando, Nada memutuskan untuk kembali ke gudang, untuk menuntaskan rasa penasarannya, sekaligus mencari bukti yang kuat untuk membongkar semuanya.


"Bi, mau pinjem kunci gudang lagi boleh?"


Ucap Nada menghampiri bi Mimin Yang sedang membuat sarapan pagi.


"Ari si Non teh kenapa, jadi seneng main di gudang?" tanya bi Mimin heran.


"Hehe, Seneng aja bi lihat lukisannya bagus-bagus!" ucap Nada beralasan.


"Kalau gitu Nanti bibi suruh si Daman sama si Jajang buat ngambilin sekalian bersihin lukisannya buat Non Nada."


"Eh, eung..jangan bi nggak usah, kalau diambil Nanti kesannya jadi beda, nggak bikin saya penasaran lagi, hitung-hitung buat ngehilangin jenuh saya selama dirumah bi."

__ADS_1


"Yasudah kalau Non Nada maunya begitu, bibi hanya menyarankan saja Non!"


"Oh iya bi, Ando sebelum berangkat sarapan dulu nggak?" tanya Nada sembari duduk di meja makan mengambil selembar roti tawar, kemudian mengolesinya dengan selai blueberry kesukaannya.


"Boro-boro mau sarapan non si Aden mah, suruh minum susu aja malah ngacir,!" ucap bi Mimin sembari terkekeh.


"Dasar anak itu!" balas Nada.


"Oh iya bi, ngomong-ngomong papa sering nggak dirumah juga kaya mama?" tanyanya penasaran.


"Kalau ibu sih jarang banget dirumah Non, bisa kehitunglah sama bibi juga, tapi kalau bapak kayaknya sebulan sekali!" ucapnya sembari menuangkan susu untuk Nada kedalam gelas.


"Kira-kira papa kalau nginep diluar berapa lama bi?" tanyanya sembari mengunyah roti.


"Satu sampai 2 mingguan lah Non paling lama, soalnya waktu itu bapak pernah nggak pulang hampir 3 minggu, si Aden marah-marah, maklum lah Non si Aden trauma ditinggal ibu mungkin!"


"Papa memang punya perusahaan dimana lagi sih bi selain sekitar sini?"


"Denger-denger sih Ada dibandung sama di surabaya Non!"


"eumm..gitu ya bi, yaudah makasih ya bi sarapannya." ucapnya sembari beranjak dari duduknya, mengambil kunci gudang yang sudah diambilkan oleh bi Mimin tadi.


Nada segera membuka kunci gudang tersebut, dan setelah pintu terbuka ia bergegas kearah Rak buku saat ia menemukan sepucuk surat kemarin.


Ia membuka satu persatu buku-buku lama yang berjejer disana, tapi ia tak menemukan apa-apa.


Namun Saat ia hendak berdiri, kilasan matanya menangkap kotak hitam yang lumayan besar yang terlihat separuh dibelakang rak buku.


Nada berusaha menggeser rak bukunya, hingga kotak yang terlihat separuh tadi bisa ditarik hingga sepenuhnya.


"Uhukk..uhukk..!" ia terbatuk-batuk saat butiran debu mengenai hidungnya.


Lalu ia mengusap-ngusap membersihkan kotak tersebut dengan kain bekas penutup lukisan.


Setelah kotak tersebut terlihat sedikit bersih, lagi-lagi ia dihadapkan dengan kesulitan membukanya, rupanya kotak tersebut di kunci rapat menggunakan gembok.

__ADS_1


Namun Nada tidak mau menyerah, dia mencoba segala cara Agar kotak tersebut dapat terbuka.


Matanya awas mencari-cari benda yang bisa membuka gembok yang sebenarnya tidak terlalu besar itu, dan setelah lama mengacak-acak berbagai macam peralatan akhirnya ia menemukan gunting besi.


Tanpa menunggu lama ia pun segera menggunting gemboknya, menggunakan gunting besi tersebut, dan berhasil.


Pemandangan pertama yang dilihatnya saat membuka kotak adalah Foto seorang wanita yang sama persis seperti lukisan yang ditemukannya kemarin.


Tangannya terulur mengambil beberapa lembar foto dengan orang yang sama, namun dengan gaya dan baju yang berbeda.


Kira-kira ada 10 lembar foto berukuran kecil dan 1 lembar foto berukuran besar, dan sebagian dari foto yang berukuran kecil terdapat beberapa foto papa Jordy yang merangkul mesra wanita yang bernama Ariana itu.


Sementara Di dalam gambar yang paling besar, Wanita tersebut tengah mengandung, dengan perut yang sudah membuncit besar.


Riana dwi lestari


Bandung, jl.mawar gg. melati No.17


begitulah tulisan yang tertera dibelakang foto.


Nada merogoh benda pipih didalam saku celananya, kemudian menekan-nekan benda tersebut hingga menampilkan sebuah Camera, lalu mengarahkannya kearah gambar yang berisi alamat dibalik foto.


Ckrekkk...ckrekk..


"Selesai,!" gumamnya.


Kemudian Nada merapikan kembali seluruh benda yang sempat disentuhnya tadi.


Langkah kedua Adalah bagaimana caranya membuat alasan tepat agar Ando mengijinkannya untuk keluar.


Ia harus menyelesaikan profesi detektif sementaranya, tanpa sepengetahuan Ando, sampai semuanya benar-benar jelas.


Assalamu alaikum, selamat malam readers tercinta🤗🤗😘


Mohon maaf Author telat Up, dan mungkin part ini kurang gereget, soalnya Authornya lagi kurang sehat, jadi tidak bisa berfikir jernih.

__ADS_1


Dan Author ucapkan terimakasih banyak bagi readers tercinta yang masih setia menunggu kelanjutan dari cerita Suamiku Anak Sma.


Author ucapkan Haturnuhun😘😘😘🤗


__ADS_2