Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Pijat Plus-plus


__ADS_3

"Abang cape." keluh Nada, ketika Ando terus memintanya lagi dan lagi.


"Sekali lagi ya, please!"


Dan pada akhirnya Nada hanya bisa pasrah mengalah, membiarkan suaminya untuk terus menuntaskan hasratnya.


...


Pukul 9:00 pagi Nada keluar dari kamarnya dengan tubuh lelah, meski ia sudah membasuh tubuhnya dengan air hangat selama hampir setengah jam, tapi rupanya tidak dapat menghilangkan rasa pegal diseluruh tubuhnya.


Akibat keganasan Ando yang terus mendesaknya tadi malam, hingga pagi.


Akhirnya Nada memutuskan mengisi perutnya terlebih dahulu sebelum menemui putranya, menghabiskan satu piring nasi beserta lauk pauknya secepat kilat.


Setelah selesai makan, dan meneguk segelas air putih, ia pun bergegas kekamar bi Mimin, untuk menemui baby Syahki, rasanya ia sangat merindukan putranya, karena sudah terbiasa tidur bersama, setiap hari.


"Eh non, udah bangun?" bi Mimin tersenyum menyapa.


"Emm udah bi." jawabnya kikuk.


"Gimana Syahki semalam rewel nggak bi?" berjalan menghampiri bi Mimin yang sedang memangku baby Syahki.


"Anteng kok non, pengertian banget nih dedenya, ngasih waktu bunda sama ayahnya buat berduaan." balas bi Mimin kembali menggodanya.


"Makasih banyak ya bi, maaf merepotkan." mengambil alih baby Syahki dari pangkuan bi Mimin.


"Ih si non meni canggung gitu, nggak apa-apa atuh non, bibi malah seneng kok, bisa bobo bareng si ganteng."


"Yaudah sekali lagi makasih banyak ya bi, saya permisi bawa Syahki ke kamar ya!"


"Iya non, silahkan."


..


..


Setelah beberapa waktu terlewati dengan hati yang rapuh, kini Gilang mulai kembali menata hatinya, mencoba ikhlas menerima segala ketentuan yang ditetapkan sang maha pencipta untuknya.


Setiap pulang sekolah ia lebih sering ke rumah makan Riana dan Devan, untuk membantu mereka melayani pembeli, yang kini mulai ramai.


Sekaligus mengisi harinya yang terasa sepi, karena mama dan papa setiap hari tak berada dirumah, sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Terkadang ia juga menghabiskan waktu untuk bermain dengan ketiga temannya yang bernama Bimo, Daniel, dan Ipang.


Seperti yang dilakukannya hari ini, Gilang dan ketiga temannya kini sedang berkeliling iseng disalah satu mall terbesar di Bandung.


Untuk menghilangkan penat, setelah beberapa hari melewati ujian sekolah, yang membuat pikirannya merasa tertekan.


Saat melewati jajaran toko mainan, sebersit keinginan membeli salah satu mainan untuk baby Syahki terlintas dikepalanya.


Iapun akhirnya memutuskan untuk membawa langkahnya, menuju ke salah satu toko mainan tersebut.


"Mau kemana?" Ipang menahan tangannya.

__ADS_1


"Mampir sebentar, ada barang yang musti gua beli." balasnya, dan kembali melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Bimo dan Daniel saling pandang, menerka-nerka apa yang dicari sahabatnya tersebut.


"Ngapain sih tuh bocah, masuk ketoko mainan?" Ipang masih dengan perasaan herannya.


"Mau beli robot-robotan kali," timpal Bimo asal.


"Elahhh, udah segede kingkong begitu masih maen robot-robotan, kagak salah tuh bocah." seloroh Daniel.


"Mengenang masa kecil kali ya." balas Ipang.


Tidak lama Gilang keluar membawa paper bag yang berisi robot-robotan Ultraman besar berwarna merah.


"Anjiirrrr, tebakan kita benar ya ternyata." teriak Bimo.


"Lu serius beli ginian, asli kagak percaya gua." Daniel membolak-balik robot tersebut, setelah mengambil paksa dari tangan Gilang.


"Wah parah lu."


"Sini ah, rusak entar." Gilang kembali menarik paksa robot tersebut, kemudian dimasukan kembali kedalam paper bag nya.


"Buat ponakan gue!" lànjut Gilang dan berjalan terlebih dulu menuju parkiran.


Bruuukkkk..


Gilang tak sengaja menabrak seorang ibu-ibu yang juga sedang berjalan tergesa-gesa menuju area parkir.


"Maaf bu, saya nggak sengaja." ia pun membantu memunguti belanjaan ibu-ibu tersebut yang jatuh dan hampir berserakan.


"Nama kamu siapa?" entah keinginan yang datang dari mana wanita tersebut rasanya ingin sekali mengetahui nama seorang anak laki-laki remaja yang kini tengah berdiri dihadapannya tersebut.


"Gilang bu,"


Drrttt..drttt..


Suara getar ponsel dari tas milik perempuan tersebut menghentikan obrolannya.


Bersamaan dengan Ipang, Bimo dan Daniel yang datang menghampiri, memberi tahu jika sore ini mereka harus berada dilapangan basket sebelum jam 4 sore, atas perintah pak Iqbal guru olah raganya.


Tanpa sempat berpamitan dengan wanita yang ditabraknya tadi, Gilang dan teman-temannya pun bergegas pergi.


Sedangkan wanita yang bernama Maya itu, terlihat kebingungan mencari-cari keberadaan sosok gilang, sebab saat sedang menerima telpon tadi, ia sedang berdiri membelakanginya.


...


...


Beberapa waktu lalu Nada sempat berpikir ingin kembali melanjutkan kuliahnya, namun segera ia urungkan, kini ia mulai menekuni untuk belajar mencoba semua resep kue buatan mama yang sudah terkenal di beberapa kota.


Dan kini ia pun bertambah sibuk, karena mengelola sebuah toko roti yang diberikan mama sebagai hadiah pernikahan untuknya.


Tapi meski begitu, ia tidak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang istri, mengurus segala kebutuhan Ando suaminya, serta merawat dan menjaga baby Syahki putra tercintanya.

__ADS_1


Ia akan berkunjung ke toko selama 2 atau 3 jam, setelah itu ia kembali kerumah dengan tepat waktu, karena baby Syahki ia tinggal bersama bi Mimin.


Sedangkan Ando sendiri, semakin disibukan dengan beberapa urusan yang menyita waktunya, karena kini ia kembali membangun beberapa Cafe serta beberapa ruko yang nantinya akan disewakan.


...


"Cape ya bang?" ucap Nada, ketika jam 22:10 Ando baru saja tiba dirumah, dengan wajah lelahnya.


"Capenya langsung hilang, kalau lihat kamu." balasnya dengan senyum dikulum.


"Ihs abang serius, mau di pijit nggak?" ucapnya menawarkan.


"Boleh, apalagi pijit plus-plus." balasnya, mengerlingkan mata.


"Abaanggg!"


...


"Katanya mau mijitin, kok malah tidur sih?" ucap Ando setelah selesai Mandi.


"Ngantuk bang." jawabnya dengan mata terpejam.


"Mau di kerjain dulu nggak, biar nggak ngantuk?" lanjutnya sembari menahan tawa.


"Diem berarti iya." sambungnya, berbisik ditelinga Nada.


Yang seketika membuat Nada terduduk, dan melotot kearahnya.


"Eh?" Ando kembali tergelak.


"Udah makan belum?" dikiranya Nada akan memarahinya, tetapi diluar dugaan Nada justru memberikan perhatian padanya.


"Udah tadi di Cafe yang, kok tumben sih jam segini belum tidur hm?"


"Pake acara nawarin buat di pijit segala lagi?" Ando terkekeh, mengangkat tangannya mengusap kepala sang istri.


"Tadi Syahki rewel, susah banget tidurnya."


"Nungguin ayahnya pulang kali ya." Ando kembali terkekeh, lalu menoleh kearah box baby Syahki yang sedang tertidur lelap.


"Berhubung udah ditawarin, jadi nggak baik kalau ditolak kan." ia pun membalik tubuhnya membelakangi Nada.


Dan tangan mungil tersebut mulai merayap memijiti pundak Ando dengan penuh kelembutan.


"Enak nggak bang?" tanya Nada, menghentikan sejenak pijitannya.


"Enak banget yang, apa lagi kalau di tambah yang plus-plusnya, pasti lebih enak, nikmat malah." balasnya santai, yang kemudian mendapat cubitan dipinggangnya.


"Dasar mesum!" ucapnya, dan secepat kilat berlari kekamar mandi.


Sedangkan Ando tergelak ditempatnya, menggoda sang istri merupakan bagian dari kebiasaannya yang menyenangkan.


Untuk menghilangkan rasa penat setelah seharian beraktifitas diluar, yang menguras tenaga maupun pikiran.

__ADS_1


.


.


__ADS_2