Suamiku Anak SMA

Suamiku Anak SMA
Kenyataan


__ADS_3

"Woyy..Ndo, hp lo dari tadi bunyi terus tuh, kali aja penting!" ucap pandu yang baru kembali dari kamar mandi.


"Ok, thanks bro!" Ando beranjak dari duduknya menuju ruang ganti.


"Yo!" balas pandu yang sudah mulai menyetel gitarnya.


Ando merogoh Handphone nya yang berbunyi didalam tas selempang miliknya.


Ia tersenyum memandangi layar benda pintarnya, yang menampilkan tulisan my wife calling..


"Hallo, siapa nih?"


..."Ish!" suara disebrang sana terdengar kesal....


"Apa yang, kangen?" ucapnya sembari mengulum senyum.


"aku mau nginep dirumah temen boleh nggak sih?" ucap Nada to the point, namun dengan perasaan was-was.


"Nginep dimana?"


"sama siapa?" Tanya Ando beruntun.


"Sama temen, boleh ya! please Ando, aku mohon, janji deh sepulang dari sana Nanti aku bakal turutin apapun mau kamu.!


Beberapa saat Ando hanya terdiam sembari menimbang-nimbang permohonan Nada.


"Ok!" ucapnya kemudian, "Tapi ada syaratnya!" lanjut Ando sembari terkekeh.


"Apa?" Ucap Nada bersemangat.


"10 ronde!" ucap Ando menahan tawa.


"Apanya yang 10 ronde ihs,!" Ucap Nada tak mengerti.

__ADS_1


"Masa nggak ngerti sih yang, bobo bareng!" ucapnya setengah berbisik, takut jika teman-temannya ada yang menguping ucapan vulgarnya.


"Andoooo!" teriaknya. membuat Ando menjauhkan benda pipih tersebut dari telinganya.


"Mau nggak yang, pilihan ada ditangan kamu lho, setuju berarti kamu boleh pergi!"


"Ok deal!" Ucap Nada setelah lama terdiam.


Urusan soal Ando bisa difikir belakangan, yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya Agar ia bisa sampai di Alamat yang Ia simpan tadi pagi. batin Nada.


"Serius?" ucap Ando hampir melompat dari duduknya.


"hmmm!"


Ando tersenyum penuh kemenangan, nggak masalah berpisah satu malam, yang penting 10 ronde. Batinnya,tergelak sendiri.


"Ok, pokoknya kamu harus fotoin pergi sama siapa, nginepnya dimana,? dan satu lagi jan pernah deket-deket sama mantan kamu itu!"


"Iya, iya suamiku!" Nada merasa geli dengan ucapannya sendiri yang memanggil Ando dengan sebutan suamiku.


"Iya, dahh juga suamiku.!"


Setelah sambungan telpon dengan Ando terputus Dengan cepat Nada segera memasukan barang-barang keperluannya untuk menginap satu malam.


..............


"Lo yakin ini alamatnya?" Ujar Bianca, saat keduanya telah sampai dibandung.


Setelah merayu Bianca habis-habisan untuk menemaninya kebandung siang tadi, karena Chaca 100% tidak bisa dikarenakan menemani mamanya yang sedang sakit.


"Gue yakin Bi, lo tunggu disini bentar ya, gue kesana dulu!"


Bianca hanya menurut, tak lagi bertanya tentang siapa sebenarnya orang yang dimaksudkan Nada, karena Nada bilang akan cerita setelah semuanya selesai.

__ADS_1


Nada menghampiri rumah dihadapannya yang bergaya minimalis, dengan Cat berwarna putih Abu, terlihat masih baru dengan gaya modern. tidak sesuai bayangannya yang menggambarkan seperti sosok rumah tua, Karena sepertinya alamat ini sudah Ada sejak lama.


Tok..tok..tok..


Nada mengetuk pintu pemilik rumah tersebut dengan perasaan sedikit tidak sabaran.


Cklekk..


Seorang laki-laki muda yang usianya seperti tidak beda jauh dari Ando, membuka pintu. ia terbengong meneliti penampilan Nada.


"Cari siapa?" tanyanya datar.


"Eum..Apa benar ini rumah bu Riana dwi lestari?" Ucap Nada sembari memperlihatkan Alamat yang ditulisnya dalam selembar kertas putih.


"Betul, maaf Anda siapa ya?"tanyanya masih dengan memasang wajah datar.


"Saya keponakannya om jordy,?"


"Keponakan Ayah?" ucapnya dengan kening berkerut.


"Tante Riana nya ada, boleh saya masuk?: ucap Nada dengan tidak tahu malu, ia harus menurunkan sedikit gengsinya, yang penting ia segera mendapatkan kebenaran yang sesungguhnya. batin Nada.


"Kak, ayah bilang besok mau pulang, terus ayah nanya kakak mau dibawain apa?" Ucap seorang anak remaja laki-laki berusia 15 tahunan.


"Bilangin ayah, kakak nggak minta apa-apa, Ayah pulang juga kakak udah seneng banget!"


Nada terdiam memperhatikan interaksi kedua anak laki-laki muda dihadapannya yang sepertinya kakak beradik.


Nada tiba-tiba teringat pada suaminya, Bagaimana perasaan Ando, jika tahu kenyataan yang sebenarnya.


"Siapa kak?" bisiknya, saat menyadari ada Nada disana.


"Dek, panggilin mama suruh kesini ya,!" bisik si Pemuda yang lebih dewasa. Tanpa berniat menjawab pertanyaan sang Adik.

__ADS_1


.......


__ADS_2